Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Ancaman Adit


__ADS_3

"Kenapa? apa kamu merasa ga terima dengan ucapan saya?" tanya Adit dengan wajah sinis


"Ya aku ga terima mas!! ga akan ada anak yang bisa terima saat ibu mereka di rendahkan!!" teriak Rara dengan wajah yang penuh amarah


Adit menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang terlihat sinis


"Sepertinya saya sudah terlalu memanjakan kamu selama ini ya Ra, kamu jadi semakin berani terhadap saya"


Rara pun hanya terdiam dengan ekspresi wajah yang sama, sedangkan Adit merasa bahwa dirinya sedang di lawan oleh Rara pada saat itu. Adit yang sedang dalam keadaan mabuk dan penuh amarah pun menjadi gelap mata, dia tidak bisa lagi menahan gejolak yang dia rasakan di dalam dadanya


Dengan penuh amarah Adit langsung bangkit dari duduknya dan memegang salah satu tangan Rara dengan sangat erat, dia pun menarik paksa tangan Rara untuk masuk ke dalam kamarnya


"Mas kamu mau ngapain mas?" ucap Rara sambil berusaha melepaskan tangan Adit


Tanpa mau perduli Adit terus menarik tangan Rara hingga mereka berhasil masuk ke dalam kamar Adit, Adit pun melemparkan tubuh Rara dengan kasar ke atas tempat tidur. Rara pun segera bangkit dengan perasaan takut yang lebih mendominasi


"Aku mau meminta hak aku sebagai seorang suami Ra!! kamu bisa di peluk laki-laki lain, kenapa aku ga bisa meminta hak aku sebagai seorang suami?"


Sayangnya kata-kata tersebut hanya di ucapkan di dalam hatinya, sehingga masalah itu tidak akan selesai dengan mudah


"Kamu mau apa mas?" tanya Rara dengan suara yang bergetar


"Kenapa? apa sekarang kamu baru merasa takut Ra?" tanya Adit lalu tersenyum sinis


"Kalau ada masalah kita bisa bicarakan semuanya baik-baik mas, tapi tidak dengan cara yang seperti ini." jawab Rara dengan mata yang berkaca-kaca

__ADS_1


"Kenapa sekarang kamu bersikap seperti ini sama aku Ra? bukankah kemarin secara suka rela kamu naik ke atas tempat tidur aku," ucap Adit dengan sinis


Adit benar-benar tidak bisa lagi mengendalikan dirinya, sedangkan Rara yang sudah ketakutan hanya bisa terdiam dan membuat Adit semakin larut dengan pikirannya sendiri


"Apa kamu akan mengambil langkah yang sama dengan mbak kamu itu Ra? apa kamu juga akan meninggalkan aku karena sudah ada laki-laki itu Ra? ga Ra!! selama kamu masih menjadi istri aku berarti aku masih mempunyai hak sebagai seorang suami," ucap Adit sambil mulai membuka kancing kemejanya satu persatu


"Aku ga boleh diam aja!! mas Adit sepertinya lagi emosi kalau aku tetap diam di sini pasti semuanya akan berakhir tidak baik," ucap Rara di dalam hatinya


Rara yang menyadari bahwa dirinya berada di dalam bahaya pun secara otomatis berusaha untuk keluar dari dalam kamar tersebut, perbedaan kekuatan yang ada di antara mereka membuat semua usaha Rara menjadi sia-sia. Adit pun melemparkan kembali tubuh Rara ke atas tempat tidur


Dengan sangat cepat Adit langsung naik ke atas tempat tidur dan mengunci semua pergerakan Rara, sedangkan Rara semakin merasa ketakutan karena kini dia sudah tidak bisa melakukan apapun


"Mas tolong mas, tolong lepasin aku mas. Kita bicarakan semuanya baik-baik mas"


"Tolong mas lepasin aku mas, aku janji aku akan melakukan apapun yang kamu perintahkan mas." ucap Rara dengan air mata yang mengalir dengan hebat


Adit pun tersenyum lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Rara


"Kalau begitu kamu cukup diam aja Ra, mas Adit janji mas akan melakukan ini secara perlahan." bisik Adit dengan lembut


Adit pun mulai menatap wajah Rara sambil tersenyum


"Aku berharap kamu ga akan menolak aku Ra, saat ini aku benar-benar merasa bingung dan aku berharap sebuah pembuktian dari kamu." ucap Adit di dalam hatinya


Sayangnya lagi-lagi Adit hanya mengatakan itu semua di dalam hatinya tidak dengan mulutnya, karena seandainya dia mengatakan itu dengan kata-kata yang jelas sudah pasti Rara akan melakukan itu semua dengan senang hati

__ADS_1


Adit pun mulai mencium bibir Rara dengan sangat lembut, Rara yang merasa terkejut secara spontan menggigit bibir Adit dengan sangat kuat. Adit yang tersentak karena merasa sakit langsung melepaskan ciuman mereka, tanpa sadar dia melayangkan tangannya untuk pertama kalinya kepada seorang wanita


Adit mengusap bibirnya yang saat itu sampai mengeluarkan darah segar karena ulah Rara, saat Adit melihat ada bercak darah di jarinya dia pun langsung menatap tajam ke arah Rara


"Apa ini cara perempuan murahan seperti kamu melayani suaminya?" tanya Adit dengan nada suara sinis


Pada saat itu tidak hanya pipi Rara yang terasa sakit tetapi hatinya terasa jauh lebih sakit lagi, dia pun mulai menatap ke arah Adit dengan tatapan mata penuh kekecewaan


"Sampai detik ini ternyata aku tetap cuma wanita murahan di mata kamu mas, silahkan lakukan apapun yang kamu mau mas. Dan maaf mas karena semuanya akan berakhir mulai malam ini," ucap Rara di dalam hatinya


Adit yang sudah gelap mata langsung menarik wajah Rara dengan kasar dan langsung mencium bibir Rara, sedangkan Rara hanya terdiam tanpa memberikan perlawanan. Rara sekuat tenaga untuk tidak menjatuhkan air matanya pada saat itu


Pada awalnya Adit melakukan itu semua dengan cara yang sedikit kasar karena perasaan amarah yang sedang dia rasakan, dia mulai turun ke leher jenjang Rara dan meninggalkan kepemilikan dirinya di sana


Adit yang sudah gelap mata tidak memperhatikan bahwa air mata Rara sudah mengalir dengan hebatnya, sekuat apapun Rara berusaha untuk menguatkan hatinya agar tidak menangis tetap saja itu adalah sesuatu yang menyakitkan bagi dirinya


Adit yang sudah gelap mata tidak memperhatikan air mata Rara, dia terus melancarkan aksinya hingga mereka sudah sama-sama dalam keadaan polos. Adit menghentikan aksinya sejenak saat mereka akan masuk ke bagian inti, dia pun baru menyadari bahwa air mata sudah membanjiri pipi istrinya tersebut


"Apa kamu benar-benar ga bersedia aku sentuh Ra? kamu bahkan sampai menangis seperti itu Ra, apa karena ada laki-laki itu kamu ga bersedia melayani aku?" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya


Adit pun menjatuhkan tubuhnya dari atas tubuh Rara walaupun pada saat itu mereka hanya tinggal ke bagian inti, dia menutup kedua bola matanya dengan menggunakan tangannya untuk mengurangi gejolak yang sedang dia rasakan di dalam dadanya


"Sebaiknya kamu keluar dari kamar aku sekarang juga dan jangan pernah lagi menunjukkan wajah kamu di depan aku, atau aku bersumpah akan menghancurkan semua keluarga kamu yang tersisa." ucap Adit dengan dingin


Adit mengatakan ancaman itu untuk mewakili perasaan kecewa yang sedang dia rasakan pada saat itu, hatinya benar-benar terasa sakit membayangkan Rara tidak bersedia melayani dirinya sebagai seorang istri

__ADS_1


__ADS_2