Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Terasa Sedikit Aneh


__ADS_3

Jonathan memegang kedua pipi Adel Agara kedua bola mata mereka bisa saling bertatapan


"Bukannya saya sudah bilang sama kamu kalau saya akan bertanggung jawab, saya akan membuktikan ucapan saya dengan cara menjadikan kamu sebagai pendamping hidup saya." ucap Joe dengan penuh keyakinan


Rayuan maut dari seorang Jonathan Perkasa membuat Adel benar-benar seperti perempuan bodoh yang mempercayai mentah-mentah semua ucapan laki-laki tersebut


"Apa bapak yakin?"


Jonathan pun menganggukkan kepalanya


"Apa status saya tidak akan menjadi masalah untuk anda pak?"


"Saya ga perduli apapun status yang kamu sandang saat ini, yang saya tau saya mau menjalin hubungan yang lebih serius lagi sama kamu. Kamu harus percaya sama saya dan beri saya kesempatan ya," ucap Joe dengan yakin lalu tersenyum hangat


Adel pun menjawab dengan anggukan kepalanya serta senyuman kebahagiaan, untuk saat itu mungkin saja Adel bisa berbahagia. Tetapi tidak ada satu pun orang yang bisa mengetahui jalan kehidupan, apalagi Adel bermain dengan seorang pemain ulung


Di tempat yang berbeda Adit masih saja memikirkan tentang perbuatan Adel terhadap dirinya, hingga dia mulai memikirkan tentang nasihat yang di berikan oleh Harun


"Tapi apa aku bisa coba buka lembaran baru sama Rara? dia kan masih anak kecil," ucap Adit di dalam hatinya


Lamunan Adit menjadi hancur saat mendengar pintu ruangannya di ketuk


"Masuk"


Harun pun mulai masuk ke dalam ruangan Adit


"Cuma mau mengingatkan bahwa siang ini kita ada janji makan siang dengan perusahaan Sinar Jaya Group"


Adit pun melihat ke arah jam tangannya


"Kita berangkat sekarang aja?" tanya Adit


Harun pun menganggukkan sedikit kepalanya, Adit pun segera bangkit dari duduknya dan pergi bersama Harun menuju ke tempat mereka membuat janji untuk bertemu


Di tempat yang berbeda Rara baru saja tiba di sebuah tempat makan, saat itu dia akan makan bersama sahabatnya yang bernama Airin. Airin membawa Rara untuk di kenalkan dengan sang kakak yang baru saja kembali ke kota itu


Airin pun langsung memperkenalkan mereka berdua setelah bertemu di tempat makan tersebut, tanpa ada pemikiran apapun mereka mulai memesan makanan yang akan mereka santap. Pada saat itu Airin terlihat lebih aktif membuka percakapan agar Rara dengan sang kakak menjadi tidak canggung

__ADS_1


Rara yang mempunyai sifat ramah bisa dengan mudah untuk menyelesaikan diri dengan Willy, sedangkan Willy tidak ada niat apapun selain penasaran ingin bertemu dengan sosok Rara yang selalu di ceritakan oleh sang adik


Tetapi hal yang tidak terduga pun terjadi karena tak lama setelah makanan mereka tiba Airin mendapatkan sebuah panggilan telepon, gadis tersebut di minta untuk segera datang ke tempat les karena ada sesuatu yang sedikit mendesak yang harus segera di bahas


"Akh!! gimana ini mas?" tanya Airin dengan wajah sedikit bersedih


"Ya udah ayo kita pulang aja, kita bisa makan kapan-kapan ya Ra"


"Iya Rin, ga masalah kok"


Airin pun langsung mengerucutkan bibirnya


"Ga bisa gitu dong, makanan kita baru aja datang"


"Terus kamu maunya gimana Rin?" tanya Willy


"Kalian lanjut makan aja ya, aku pergi duluan. Tapi nanti mas Willy tolong antar Rara pulang ya"


Willy pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya


"Ga usah Rin nanti aku pulang sendiri aja, lebih baik kakak kamu antar kamu aja." jawab Rara dengan cepat


Rara pun hanya bisa terdiam dengan wajah yang serba salah, dia hanya merasa tidak enak hati bila harus sampai merepotkan orang lain apalagi Airin tidak berada di tengah mereka. Willy yang mengetahui perasaan Rara saat itu pun langsung membuka suara


"Ya udah ga apa Ra, lagi pula kita pulangnya searah kan?"


Tiba-tiba saja ponsel Airin kembali berdering


"Aku udah di telepon lagi nih, kamu di antar mas Willy aja ya Ra. Aku juga ga tenang kalau begini"


Dengan sedikit berat hati Rara pun menyetujui permintaan sang sahabat, sedangkan Airin yang sudah merasa tenang langsung melarikan diri dari tempat itu


Rara dan Willy memilih untuk melanjutkan makan siang mereka, untuk mencairkan suasana Willy pun terus membuka percakapan tentang berbagai hal, termasuk tentang Airin yang selalu bercerita tentang Rara bila mereka sedang berkomunikasi


"Sudah selesai ra?"


"Ya mas"

__ADS_1


Willy pun langsung memanggil salah seorang pelayan di tempat itu untuk menyelesaikan pembayaran


"Ayo Ra aku antar kamu pulang," ucap Willy dan mulai bangkit dari duduknya


Rara pun hanya bisa mengikuti Willy tetapi saat keluar dari tempat itu dan berada di parkiran mobil Rara pun langsung membuka suara


"Sebaiknya aku naik taksi aja mas pulangnya," ucap Rara dengan hati-hati


"Kenapa Ra?"


"Ga enak juga mas tadi aku udah di traktir makan masa masih di anterin pulang," ucap Rara dengan polosnya


Willy pun tertawa geli membuat Rara menatap ke arah Willy dengan wajah bingung


"Jangan bilang kalau kamu takut mas Willy mau berbuat yang macam-macam sama kamu ya"


"Ga kok mas, aku ga ada pikiran seperti itu. Tapi aku ngerasa ga enak aja sendiri mas"


"Ra kita kan pulang satu arah, lagi pula kalau mas Willy ga antar kamu pulang yang ada nanti Airin bisa nyanyi satu hari penuh. Kamu tau sendiri kan kalau dia lagi merepet?" ucap Willy sambil tersenyum


Rara pun tidak bisa memungkiri hal tersebut karena dia tau dengan pasti bila Airin sedang merasa jengkel dengan seseorang dia tidak akan berhenti untuk mengomel


"Tapi aku benar-benar ga enak merepotkan kamu mas," jawab Rara dengan polos


Willy pun meletakkan tangannya di ujung kepala Rara dengan lembut


"Ra mungkin kita baru ketemu sekali ini, tapi kamu harus tau kalau mas Willy cuma anggap kamu seperti adik sendiri dan ga lebih. Mas Willy mau ketemu kamu sebagai bentuk terima kasih karena kamu sudah mau berteman sama Airin, itu aja kok"


Tetapi hal yang tidak terduga lagi-lagi terjadi karena ternyata itu adalah tempat yang akan Adit datangi, mobil Harun baru saja melewati Rara untuk mencari lahan parkir yang kosong. Sudah pasti Adit bisa melihat Rara sedang bersama seorang pria bahkan pria tersebut meletakkan tangannya di ujung kepala Rara


Cih.. Adit pun berdecih melihat hal tersebut


"Ga kakaknya ga adiknya sama aja!! apa mereka berdua selalu kompakan untuk bikin aku naik darah? tapi seharusnya dia sadar posisi dia saat ini sudah menjadi seorang istri, jangan umbar kemesraan di tempat umum dong." gerutu Adit di dalam hatinya


"Kenapa lu? jangan bikin onar ini tempat umum dan kita mau ketemu sama klien, lagi pula belum tentu mereka ada hubungan sesuatu." ucap Harun dengan tegas


"Kalau pun mereka ada hubungan gw ga perduli," jawab Adit acuh

__ADS_1


Harun pun tersenyum penuh arti melihat sang sahabat, sedangkan Adit masih belum menyadari bahwa hatinya terasa sedikit aneh saat melihat hal tersebut


__ADS_2