
Rara sudah membulatkan tekadnya untuk mengetahui posisi dirinya di mata dan hati seorang Aditya Putra Erlangga, dia menyampaikan hal tersebut kepada sang sahabat dengan penuh keyakinan. Dan Airin pun hanya bisa mendukung keinginan Rara pada saat itu
Jauh di dalam lubuk hati Rara dia sudah menyiapkan mentalnya bila kemungkinan terburuk yang akan terjadi, bila Adit benar-benar tidak bersedia menyentuh tubuhnya maka dia bersiap untuk mengakhiri semua hubungan yang terjalin di antara mereka berdua
Sesampainya di rumah mewah tersebut Rara langsung membersihkan diri dan berhias sedikit untuk melancarkan aksinya, dia pun mulai menuju ke ruang ganti dan sedikit ragu untuk memakai pakaian yang sudah di pilihkan oleh sang sahabat
"Airin benar-benar keterlaluan!! baju ini bukan cuma kurang bahan ini sih terlalu transparan!! apa aku benar-benar harus berbuat sampai sejauh ini?" batin Rara sambil melihat penampilan dirinya di cermin menggunakan pakaian dinas seorang istri
Pada saat itu Rara sudah menggunakan sebuah lingerie berwarna merah yang terlihat sangat seksi, bahkan semua lekuk tubuh Rara bisa terlihat secara samar. Ternyata selesai kelas Airin langsung membawa Rara ke sebuah toko untuk membeli itu, awalnya Rara sudah menolak hal tersebut tapi Airin berhasil meyakinkan Rara untuk melakukan hal tersebut
"Kalau mas Adit masih ga bersedia menyentuh aku setelah aku melangkah sejauh ini aku cuma bisa pasrah, karena aku ga mau hidup aku cuma untuk menjadi istri pajangan di rumah mewah ini." batin Rara sambil tersenyum getir
Pada saat itu hari masih menjelang sore dan Rara pun menutupi tubuhnya dengan menggunakan kimono tidur karena merasa sedikit malu, sedangkan di luar sana Adit yang tidak tau apapun sedang di tenggelamkan dengan segudang pekerjaan yang harus dia selesaikan
Detik demi detik terus berlalu hati Rara sudah terasa tak menentu menunggu sang suami kembali ke kediaman mewah tersebut, hingga jam pulang kantor hampir tiba tapi pekerjaan Adit di luar sana serasa tidak ada habisnya
"Sepertinya aku harus pulang terlambat malam ini, sebaiknya aku kirim kabar ke Rara supaya dia makan malam duluan." batin Adit
Dengan sedikit kecewa Adit pun meraih ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Rara bahwa dia akan pulang sedikit terlambat dan meminta Rara untuk tidak melewatkan makan malam karena menunggu dirinya. Rara pun hanya bisa menghela nafas saat membaca pesan singkat tersebut
"Sia-sia dong dari tadi aku merasa malu gara-gara baju pilihan Airin," gumam Rara
Rara yang merasa jengkel bercampur malu memilih untuk merebahkan tubuhnya dan hendak tidur untuk melupakan semuanya, tanpa sadar dia langsung melemparkan kimono tidur yang dia gunakan dan masuk ke dalam selimut
Saat jam makan malam tiba pekerja di rumah mewah tersebut memanggil Rara untuk makan malam, Rara hanya menjawab asal dari dalam kamar bahwa dia akan makan malam bersama sang suami. Dan sudah pasti hal tersebut langsung sampai ke telinga Adit, Adit yang sedikit panik langsung berusaha untuk menghubungi Rara tetapi hasilnya sia-sia karena ponsel Rara dalam keadaan tidak aktif
__ADS_1
"Astaga!! sebaiknya aku menyelesaikan ini semua secepat mungkin, aku ga mau Rara jadi sakit karena terlambat makan malam." batin Adit
Adit pun bekerja lebih keras untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang ada di hadapannya pada saat itu, yang ada di dalam benaknya saat itu hanya memikirkan Rara dan harus kembali secepat mungkin. Setelah cukup lama akhirnya Adit menyelesaikan semua yang harus dia lakukan
"Tunggu ya sayang mas Adit pulang sekarang," batin Adit sambil tersenyum tipis
Tanpa tau apa yang ada di dalam pikiran Rara saat itu Adit kembali ke kediaman mereka, saat Adit masuk ke dalam kamar mereka dia melihat Rara sudah tertidur dengan pulas di dalam balutan selimut
"Kamu sampai ketiduran ya sayang nunggu mas Adit pulang," batin Adit sambil tersenyum
Adit langsung melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur dan mendudukkan tubuhnya tepat di samping Rara, dia pun mengelus rambut Rara dengan sangat lembut
"Sayang bangun yuk, katanya kamu mau tunggu mas Adit untuk makan malam. Bangun dulu yuk kita makan malam bareng," ucap Adit dengan lembut
Rara yang terbangun hanya melirik sekilas ke arah Adit dengan wajah yang terlihat sedikit sinis, tetapi tiba-tiba saja dia menutup kembali kedua bola matanya dengan sempurna tanpa menjawab apapun
"Mas Adit minta maaf ya karena pulang terlambat, tapi kan mas Adit sekarang sudah pulang kamu bangun dong sayang"
Rara yang masih merasa sedikit jengkel langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna, dia benar-benar lupa kalau saat itu dia sedang menggunakan pakaian dinas sebagai seorang istri. Sedangkan Adit yang menyadari hal tersebut langsung berdiri dan membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna
"Ra...."
Melihat ekspresi wajah Adit pada saat itu membuat hati Rara menjadi semakin jengkel dan langsung memasang wajah masam
"Kamu kenapa sih mas?" tanya Rara dengan sinis
__ADS_1
"Kamu pakai baju apa itu sayang?" tanya Adit dengan wajah tegang
Rara yang belum menyadari hal tersebut dengan polosnya melihat ke arah pakaian yang sedang dia gunakan
"Astaga Rara!! kenapa kamu bodoh banget sih? kenapa kamu bisa lupa ganti baju kamu sebelum tidur?!!" gerutu Rara di dalam hatinya
Rara yang sudah terlanjur basah tidak mau menunjukkan sikap lemah di hadapan Adit, dia pun memasang wajah datar seolah dia tidak sedang merencanakan apapun
"Memang apa salahnya sama baju aku mas? aku kan mau tidur dan ini baju tidur"
"Ya mas Adit tau itu baju tidur Ra!! tapi mas Adit bisa benar-benar gila kalau harus menghabiskan malam sama kamu dengan penampilan kamu yang seperti itu!!"
"Kamu biasanya pakai baju tidur yang biasa aja loh, kenapa sekarang kamu pakai baju yang seperti itu?"
Wajah Adit saat itu benar-benar terlihat panik dan bingung, sedangkan Rara menjadi salah paham melihat ekspresi wajah Adit yang seperti itu
"Kenapa kamu kelihatan begitu mas? apa kamu memang ga ada niat untuk sentuh aku mas? jangan-jangan kamu mau aku pulang hanya untuk menjaga harga diri kamu di hadapan mbak Adel," batin Rara dengan kedua bola mata yang mulai berkaca-kaca
Adit yang melihat Rara seperti itu pun langsung merasa khawatir
"Kamu kenapa sayang?"
Rara hanya membalas dengan senyuman getir lalu bangkit dan memakai kimono tidur yang tadi sempat dia gunakan
"Ayo mas aku temani kamu makan malam," ucap Rara dengan lirih
__ADS_1
Adit hanya bisa terdiam karena tidak mengerti dengan semua sikap yang Rara tunjukkan pada saat itu, tetapi yang pasti Adit bisa merasakan perasaan kecewa dari mata Rara
"Dan ini akan menjadi yang terakhir kalinya aku menemani kamu makan malam mas," lanjut Rara lalu tersenyum getir