
Di saat Adit sudah membulatkan tekadnya untuk mendapatkan hati Rara sepenuhnya dan bersedia menunggu demi keinginan Rara, di tempat yang berbeda Jonathan Perkasa benar-benar sudah berhasil menaklukkan seorang Ardelia Wulandari Prasetyo secara sepenuhnya
Suara deru nafas Adel dan Jonathan saling bersahutan di dalam kamar tersebut, Adel bahkan kini sudah tidak merasa segan lagi saat laki-laki tersebut meminta untuk melakukan penyatuan. Adel tidak bisa memungkiri bahwa semua yang di lakukan oleh Jonathan benar-benar bisa memuaskan dirinya
Adel selalu menunjukkan semua yang dia bisa saat mereka melakukan penyatuan, sedangkan Jonathan sangat menyukai saat Adel sedang menggila di atas tubuhnya. Kata-kata cinta selalu Jonathan lemparkan saat Adel sedang menggempur dirinya habis-habisan, hingga Adel menjatuhkan tubuhnya yang lemas di atas tubuh laki-laki tersebut
"Kamu sudah keluar sayang?" tanya Joe dengan suara yang berat
"Jangan salahin aku sayang, itu karena kamu yang terlalu hebat." jawab Adel dengan senyuman di bibirnya
Jonathan pun tersenyum puas lalu mencium ujung kepala Adel dengan lembut
"Tapi aku belum selesai sayang," bisik Joe
Jonathan pun memutar keadaan tubuh mereka hingga kini laki-laki tersebut berada tepat di atas tubuh Adel, dengan sangat lihai Jonathan memancing keinginan Adel untuk mengulang hal tersebut. Dan mereka pun akan melanjutkan kembali malam panas mereka
Saat pagi menyapa Adel akan segera kembali ke kediamannya, dia hanya tidak mau saat sang buah hati kembali dia tidak berada di rumah tersebut. Sedangkan di hari biasa Adel akan selalu kembali saat tengah malam
Di tempat yang berbeda Adit dan yang lainnya sedang bersiap untuk kembali ke ibukota, lagi-lagi Haikal meminta Rara untuk duduk di bangku depan agar anak tersebut bisa duduk di pangkuan Rara. Adit seperti bisa melihat bayangan keluarga kecil dia yang bahagia di masa depan
Adit boleh saja membayangkan itu semua dengan mudah, tetapi yang pasti dia masih harus menghadapi banyak rintangan di masa depan untuk mewujudkan itu semua. Saat mereka tiba di sana ternyata Adel sedang berada di teras depan rumah mewah tersebut
Adel pun segera bangkit dari duduknya begitu melihat mobil Adit, dia pun mulai melangkahkan kakinya ke arah mereka. Sedangkan Haikal langsung berlari menghampiri sang mama begitu dia turun dari mobil tersebut
"Mama lagi tunggu aku pulang ya?"
"Ya dong sayang," jawab Adel lalu tersenyum
__ADS_1
Adit dan Rara pun berjalan mendekat ke arah Adel, sedangkan Adel langsung meminta Haikal untuk masuk ke dalam kamarnya dengan alasan untuk berganti pakaian
"Mbak," sapa Rara dengan wajah tak enak hati
Adel pun hanya terdiam dan memasang wajah datar, Rara yang merasa tidak di sambut dengan baik hanya bisa menundukkan kepalanya
Adit yang melihat Rara seperti itu pun tidak mungkin tinggal diam, dia pun langsung menggenggam tangan Rara dengan erat. Adit hanya tidak ingin istri kecilnya tersebut merasa berkecil hati
"Kami sudah antar Ical pulang, kalau begitu kami permisi dulu." ucap Adit dengan wajah serius
"Tolong jaga Rara dengan baik mas, jangan ulangi kesalahan bodoh kamu di masa lalu." ucap Adel dengan tegas
"Kamu tenang aja karena saya pasti akan menjaga Rara dengan sangat baik," jawab Adit dengan yakin
Adit pun langsung membawa Rara pergi meninggalkan rumah mewah tersebut, sedangkan Rara tidak mungkin melupakan itu semua begitu saja. Rara pun terlihat banyak melamun di sepanjang perjalanan mereka
"Aku ga apa kok mas," jawab Rara sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum
Adit pun meletakkan tangannya di ujung kepala Rara dengan lembut
"Ga usah terlalu di pikirin Ra, mas Adit yakin pelan-pelan sikap Adel akan seperti dulu lagi sama kamu. Contoh nyatanya kan ada di mas Adit," ucap Adit dengan lembut
"Makasih ya mas," jawab Rara dengan tulus
Adit pun hanya membalas dengan senyuman yang hangat dan lagi-lagi membuat detak jantung Rara berdetak dengan sangat cepat, hari-hari Rara selanjutnya dapat dia lalui dengan sangat baik
Adit benar-benar merubah sikapnya dengan tidak pernah lagi menggunakan kata-kata yang kasar terhadap Rara, yang terjadi kini Adit sering kali membuat Rara harus merasakan senam jantung karena semua kelembutan yang dia lakukan
__ADS_1
Suatu hari Adit yang baru saja tiba di apartemennya tidak bisa menemukan sosok Rara yang biasanya berkeliaran dengan bebas di tempat itu
"Kemana istri kecil aku itu? biasanya setiap aku pulang kerja dia pasti ada di ruang tamu," ucap Adit di dalam hatinya
Adit pun menepis sejenak pikiran tersebut dan segera masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian, seperti biasanya dia akan mendudukkan tubuhnya di ruang tamu sambil membawa laptopnya. Dengan cara itu dia bisa dengan mencuri pandang sambil bercanda ringan
Adit pun sudah cukup lama berada di tempat itu tetapi Rara tetap tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali, dia pun mulai merasa sedikit rindu dengan istri kecilnya tersebut
"Apa Rara lagi tidur? tapi kok tumben banget dia tidur jam segini," gumam Adit
Adit yang ingin segera melihat wajah sang istri pun langsung bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah kamar Rara dan mengetuk pintu kamar Rara
"Ra... Rara..."
Adit tidak mendengar jawaban apapun dari dalam sana, dia pun mencoba sekali lagi tetapi hasilnya tetap sama
"Ga ada jawaban dari dalam, berarti dia ga ada di dalam kamarnya. Apa dia lagi pergi? tapi pergi kemana dia jam segini? belakangan ini dia selalu bilang sama aku kalau dia mau pergi, atau jangan-jangan dia lagi janjian sama laki-laki lain makanya dia ga kasih kabar ke aku." ucap Adit di dalam hatinya
Pada saat itu pemikiran Adit sudah melayang bebas, dengan cepat dia pun langsung mencari keberadaan ponselnya dan menghubungi Rara. Panggilan telepon yang Adit lakukan berakhir tanpa ada jawaban dari Rara
"Ga ini udah ga benar!! dia pergi dan ga pamit sama aku, sekarang dia juga ga mau jawab telepon dari aku. Dia pasti lagi berduaan sama laki-laki lain, ga!! aku ga bisa biarkan dia berbuat yang aneh-aneh di luar sana sama laki-laki lain!!" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya
Adit terus menerus mencoba untuk menghubungi Rara dengan perasaan yang sudah tak menentu, hatinya terasa panas terbakar amarah membayangkan semua yang Rara lakukan di luar sana bersama laki-laki lain. Lagi-lagi panggilan telepon Adit di abaikan begitu saja oleh Rara
"Tolong jangan bikin mas Adit kecewa sama kamu Ra!!"
Adit yang sudah memiliki pemikirannya sendiri tidak mau berhenti sampai di situ dan tanpa henti berusaha untuk menghubungi Rara
__ADS_1