Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Biarkan Waktu Yang Menentukan


__ADS_3

Adit memutuskan untuk berbincang sejenak bersama sang Haikal untuk menunjukkan bahwa dia baik-baik saja dengan keputusan yang anak itu ambil, setelah suasana di antara mereka kembali seperti semula Adit Pun meninggalkan kamar tersebut dan kembali ke tempat semula


Melihat ekspresi wajah Adit pada saat itu membuat Rara merasa sedikit bersalah, karena Rara bisa melihat guratan kekecewaan dari ekspresi wajah Adit saat itu


"Kamu baik-baik saja mas?" tanya Rara dengan wajah sedikit bersedih


Adit menampilkan sebuah senyuman di bibirnya agar tidak membuat Rara menjadi khawatir


"Mas Adit baik-baik aja kok sayang, untung aja mas Adit mendengarkan masukan dari kamu karena ternyata Ical lebih memilih tinggal bersama Adel"


Rara pun semakin menunjukkan wajah bersedih karena merasa bersalah kepada sang suami


"Apa dengan begini aku bersikap seperti tadi aku sudah menjadi istri yang melawan keinginan suami? maaf ya mas," batin Rara


Adit pun langsung meletakkan tangannya di ujung kepala Rara dengan lembut sambil tersenyum hangat


"Kamu jangan pasang wajah sedih begini sayang karena mas ga suka kalau lihat kamu sedih"


Rara menganggukkan kepalanya sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum, sedangkan Adit langsung menatap ke arah Adel dengan tajam


"Untuk sementara aku akan mengikuti keinginan Ical karena dia memilih untuk tinggal bersama kamu, tapi jika suatu hari Ical meminta aku untuk menjemput dia. Maka saat itu tidak ada lagi yang bisa menghalangi aku untuk membawa dia pergi dari sini," ucap Adit dengan tegas


"Terima kasih mas, aku adalah perempuan yang melahirkan Ical mas jadi aku akan berusaha untuk menjaga dia dengan baik." ucap Adel dengan tulus


"Jika suatu hari ada masalah yang membuat Ical memilih untuk pergi dari kamu aku yakin bukan karena kamu Adel tapi pasti karena laki-laki itu," batin Adit sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kami permisi"


Adit pun segera membawa Rara pergi dari rumah tersebut, Rara bisa merasakan perubahan sikap Adit di sepanjang perjalanan mereka untuk kembali. Adit yang biasanya selalu menggoda Rara terlihat lebih banyak terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu


Seperti biasanya setelah makan malam Adit akan selalu membawa Rara untuk masuk ke dalam kamar mereka dan tiba-tiba saja Rara memeluk tubuh Adit dari belakang


"Aku minta maaf sama kamu ya mas," ucap Rara lirih


Adit yang mendengar suara Rara seperti itu langsung memutar tubuhnya dan merasa cemas melihat ekspresi wajah Rara yang terlihat bersedih


"Kamu kenapa sayang? kamu minta maaf karena apa? kalau memang kamu ada masalah kamu bisa cerita sama mas Adit sayang, mas ini suami kamu jadi kamu bisa cerita tentang apapun sama mas Adit." ucap Adit dengan lembut


"Aku minta maaf sama kamu ya mas, seharusnya aku ga perlu memberikan kamu masukkan seperti tadi. Kalau aku ga melakukan itu pasti Ical sudah tinggal bersama kita saat ini," ucap Rara lirih


"Astaga jadi kamu masih kepikiran tentang itu sayang?"


"Mas Adit harus jujur kalau sebenarnya mas memang merasa sedikit kecewa dengan pilihan Ical, tapi kamu juga ga perlu merasa bersalah dengan kejadian ini karena kamu ga salah apapun sayang"


Rara yang mendengar hal tersebut merasa semakin bersalah, dia pun mengangkat wajahnya agar bisa menatap wajah tampan sang suami. Rara bisa melihat senyuman yang hangat dari bibir Adit pada saat itu


"Maafin aku ya mas, seharusnya tadi aku ga perlu ikut campur dalam masalah Ical"


"Kamu ga perlu merasa bersalah untuk masalah itu sayang karena kamu punya hak untuk mencampuri urusan Ical, bagaimana pun juga Ical sekarang sudah menjadi anak kamu juga sayang." jelas Adit dengan lembut


"Kamu ga marah sama aku mas?" tanya Rara lirih

__ADS_1


Adit pun semakin mengeratkan pelukannya dan menghujani ujung kepala Rara dengan ciuman


"Mas Adit ga mungkin marah sama kamu karena masalah ini sayang, mas malah senang karena dengan masukan dari kamu mas Adit ga membuat keputusan yang salah untuk Ical"


"Tapi mas..."


"Ga perlu pakai kata tapi lagi sayang, kita hanya perlu menunggu dan biarkan waktu yang menentukan semuanya"


Rara tidak bisa berbohong bahwa hatinya merasa sedikit bersalah, tetapi semua sikap yang Adit tunjukkan bisa membuat dia merasa sedikit tenang. Sedangkan Adit merasa keputusan yang dia pilih saat itu sudah benar adanya, dia juga merasa yakin bila suatu saat nanti sang buah hati akan memilih untuk tinggal bersama dirinya


Sebuah gedung yang cukup ternama di kota itu sudah di hias sedemikian rupa untuk di jadikan tempat merayakan pesta pernikahan antara Jonathan dan Adel, satu persatu pada tamu undangan mulai hadir dan memenuhi tempat itu


Adit dan Rara yang menerima undangan dari Adel pun ikut hadir di tempat itu, Rara tampil dengan sangat cantik dan elegan dengan menggunakan gaun yang berwarna senada dengan pakaian Adit. Gaun yang Rara gunakan pada saat itu membuat lekukan tubuh Rara bisa terlihat dengan jelas


Adit sebenarnya merasa tidak rela membiarkan Rara berpenampilan seperti itu, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak karena pakaian mereka di sediakan oleh Wulan. Sang kakak mengatakan bahwa mereka harus berpenampilan dengan sempurna untuk menghadiri acara tersebut


Saat mereka memasuki gedung tersebut beberapa pasang mata yang mengetahui tentang Adit langsung menatap ke arah mereka berdua, sudah pasti Rara pun menjadi sorotan dari orang-orang tersebut. Tatapan mata mereka menunjukkan perasaan kagum akan penampilan yang Rara tunjukkan pada malam itu


Terlihat beberapa orang mulai asik berbisik membicarakan tentang mereka, tetapi saat itu Rara bisa bernafas dengan lega karena tatapan mata mereka tidak mengisyaratkan keburukan tentang dirinya


Tapi lain hal dengan Adit karena dia merasa sedikit jengkel orang-orang tersebut menatap istri kecilnya yang sedang terlihat sangat cantik dengan bebas, Adit pun langsung melepaskan jas yang dia gunakan dan dia pakai untuk menutupi tubuh Rara


"Kamu ngapain sih mas?" tanya Rara dengan wajah bingung


"Ga apa sayang, di sini agak dingin sebaiknya kamu pakai itu supaya kamu ga sakit." jawab Adit lalu tersenyum tipis

__ADS_1


Rara yang tidak mau mempermasalahkan hal tersebut memilih untuk mengikuti keinginan sang suami, ternyata kecantikan Rara saat itu tidak hanya membuat para undangan menjadi kagum. Bahkan Jonathan yang sedang berada di pelaminan tersenyum tipis melihat penampilan Rara saat itu


"Aku ga menyangka perempuan polos seperti kamu bisa terlihat secantik itu saat mendapatkan sedikit polesan, kemarin aku sempat menyerah untuk mendekati kamu karena laki-laki itu tidak memberikan aku celah sama sekali. Kamu sabar ya sayang aku pasti akan menemukan cara untuk mendekati kamu," batin Joe


__ADS_2