Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Pilihan Haikal


__ADS_3

Adel pun tersenyum sinis melihat sikap Rara yang seperti itu, di mata seorang Adel dia tetap menganggap Rara seperti seorang gadis kecil yang selama ini dia kenal


"Kamu pikir kamu itu siapa Ra? Ical itu anak kandung aku, jadi kamu ga punya hak untuk membawa Ical dari sini." ucap Adel dengan tegas


"Aku datang ke hadapan kamu sebagai istri dari Aditya Putra Erlangga mbak jadi aku juga punya hak terhadap Ical, kamu harus ingat mbak Ical berada di sini karena keinginan Ical sendiri tapi sekarang Ical yang menghubungi aku untuk menjemput dia." jawab Rara dengan tegas


Untuk sesaat Adel terlihat terdiam mendengar ucapan Rara pada saat itu


"Apa benar Ical yang minta Rara untuk membawa dia dari sini? tapi kenapa? bukannya Ical lebih memilih untuk tinggal bersama aku dari pada mas Adit, apa anak ini menggunakan sebuah trik untuk mempengaruhi Ical?" batin Adel sambil menatap tajam ke arah Rara


"Aku rasa basa-basi nya sudah selesai mbak, apa aku bisa bawa Ical sekarang?" tanya Rara dengan wajah serius


"Sampai kapan pun kamu ga akan bisa melakukan itu Ra, karena sampai kapan pun kamu ga akan pernah memiliki hak apapun terhadap Ical." ucap Adel dengan tegas


Rara pun menghembuskan nafasnya dengan kasar karena sepertinya sang kakak tidak bisa di ajak bicara baik-baik


"Kalau menurut kamu dia ga punya hak untuk membawa Ical dari sini, apa aku bisa melakukan hal itu?"


Semua mata langsung tertuju ke arah suara tersebut dan ternyata saat itu Adit sudah berada tidak jauh dari mereka semua, Adit pun menatap tajam ke arah Rara saat dia melihat luka di pipi sang istri


"Kurang ajar!! kamu benar-benar keterlaluan Adel!!" batin Adit sambil mengeraskan rahangnya


Rara yang melihat tatapan mata Adit menjadi sedikit salah paham, dia mengira Adit sedang tersinggung karena dia melakukan sesuatu tanpa izin dari Adit terlebih dahulu. Rara pun langsung menundukkan kepalanya dengan wajah menyesal


Adit yang melihat Rara seperti itu menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu mendudukkan tubuhnya tepat di samping Rara, Adit mengelus pelan luka di pipi sang istri


"Apa masih sakit sayang?" tanya Adit dengan lembut


Rara pun mulai berani menatap ke arah sang suami dan menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Nanti kita obati di rumah ya sayang"


Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum bahagia karena dia tau apa yang membuat sang suami menjadi marah, sedangkan Adit langsung menatap ke arah Adel dan Jonathan dengan wajah serius


"Apa kamu tau kalau saat ini aku berusaha untuk menjaga Rara dengan baik? seandainya aja bisa, aku bahkan ga ingin membiarkan dia untuk turun dari atas tempat tidur. Apa hak kamu melukai Rara?" tanya Adit penuh penekanan


Aura yang Adit pancarkan pada saat itu membuat nyali seorang Adel langsung menciut, Adel yang sudah cukup lama hidup bersama Adit tetap merasakan hatinya bergetar hebat karena perasaan takut


"Aku hilang kendali karena istri kamu mengatakan ingin membawa Ical dari sini mas, bukannya kita sudah sepakat kalau Ical tetap tinggal bersama aku." jawab Adel dengan hati-hati


Adit pun langsung menatap ke arah Rara seolah dia sedang menunggu penjelasan dari Rara


"Ical yang minta aku untuk jemput dia mas, Ical bilang dia mau tinggal sama kita." ucap Rara dengan yakin


Adit pun tersenyum hangat lalu menatap ke arah Adel


"Apa kamu sudah dengar?"


"Kalau begitu kita panggil aja Ical ke sini, jadi dia bisa bilang apa yang dia mau di depan kita semua." ucap Adit dengan tegas


"Tapi mas"


Adel sudah memasang wajah memelas dan untuk sekali ini Rara tidak ingin membuat hatinya goyah lagi, dia hanya tidak ingin Haikal akan semakin merasa tertekan bila berada di rumah itu


"Jangan membuat masalah ini menjadi rumit Del, atau kamu mau meminta aku menggunakan kekerasan untuk membawa Ical dari sini?"


Jonathan yang tidak ingin ada keributan besar di rumahnya membujuk Adel untuk menyetujui hal tersebut, dan Jonathan pun meminta salah seorang pekerja untuk membiarkan Haikal keluar dari dalam kamarnya


Adel yang melihat Haikal berada di tengah-tengah mereka pun langsung menghampiri anak tersebut, dia berlutut untuk mensejahterakan tubuh mereka

__ADS_1


"Ical pilih tinggal sama mama kan sayang? Ical ga mungkin tinggalin mama dan ikut papa kan sayang," ucap Adel dengan suara yang bergetar


Haikal pun tersenyum getir


"Maaf ya mah, tapi Ical sudah memutuskan untuk tinggal sama papa dan mama Rara"


Adel pun menjatuhkan air matanya dan langsung memeluk tubuh Haikal dengan erat


"Kamu pasti bohong kan sayang, kamu ga mungkin tinggalin mama sendirian kan?" tanya Adel lirih


"Tapi kan ada papa Joe yang temani mama, Ical cuma ga mau mama sama papa Joe jadi bertengkar karena Ical ada di sini mah." jelas Haikal dengan polosnya


Adel pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap ke arah anak tersebut dengan lekat


"Dari mana kamu tau tentang itu sayang? sejak kapan kamu tau tentang itu? astaga ternyata aku telah gagal menjadi seorang ibu," batin Adel penuh rasa penyesalan


Tanpa menunda waktu lagi Adit langsung membawa istri dan buah hatinya dari tempat itu, sedangkan Adel memilih untuk melepaskan Haikal karena dia merasa telah gagal menjadi ibu yang baik bagi buah hatinya


Haikal pun meninggalkan rumah mewah tersebut dengan perasaan yang berat, bagaimana pun juga dia harus meninggalkan sang mama demi kebahagiaan sang mama. Rara yang berusaha untuk memahami perasaan Haikal pun langsung menggenggam tangan Haikal dengan lembut


"Jangan merasa sedih ya sayang, kamu kan masih bisa ketemu mama Adel setiap akhir pekan." ucap Rara dengan lembut


"Makasih ya mah"


Adit hanya bisa terdiam menatap interaksi antara Rara dan Haikal


"Aku ga sangka semua akan berakhir seperti ini, aku pikir tadinya aku harus menjatuhkan laki-laki itu terlebih dahulu sebelum aku bisa membawa Ical dari sana. Lagi-lagi kamu membantu mas Adit menyelesaikan masalah Ical dengan cara yang mudah Ra," batin Adit sambil tersenyum tipis


Tenyata malam di mana Rara menanyakan tentang hubungan darah Adit langsung menghubungi seseorang untuk mencari tau tentang keadaan kediaman Jonathan

__ADS_1


Adit pun mendapatkan laporan bahwa Adel dan Jonathan sering kali bertengkar kecil untuk segala sesuatu, dia yang mengetahui hal tersebut sedang merencanakan sesuatu agar memudahkan dirinya membawa Haikal pergi dari rumah mewah Jonathan


__ADS_2