
Jonathan pun langsung tersenyum lalu memeluk tubuh polos Adel dengan erat
"Ya ampun jadi itu yang membuat kamu kepikiran sampai bersikap aneh"
Adel menganggukkan kepalanya di dalam pelukan hangat seorang Jonathan Perkasa
"Mas Adit bilang dia akan membawa masalah hak asuh Ical ke pengadilan"
Jonathan mencium ujung kepala Adel dengan lembut
"Kamu tenang aja ya sayang kan ada aku di samping kamu, apa kamu ga percaya sama aku? aku pasti akan membantu kamu untuk mendapatkan hak asuh anak kamu," ucap Joe dengan yakin
Adel pun tersenyum tipis karena dia telah berhasil membuat laki-laki tersebut mengatakan hal itu, dia memang sengaja memancing Jonathan agar mengucapkan kata-kata tersebut sebelum dia menyampaikan pesan dari Adit
"Makasih ya sayang karena sekarang aku bisa merasa lebih tenang"
Jonathan menghadiahkan sebuah ciuman di ujung kepala Adel sekali lagi, Adel pun mendongakkan kepalanya agar lebih jelas melihat wajah Jonathan
"Tadi mas Adit juga minta aku menyampaikan sesuatu sama kamu sayang"
"Dia minta kamu untuk menyampaikan apa ke aku sayang?"
"Dia bilang kalau dia sudah tau semuanya, apa kamu mengerti maksud ucapan dia itu sayang?"
"Mengerti semuanya? apa maksud ucapan laki-laki ga berguna itu? apa yang dia maksud tentang kejadian malam itu?" batin Joe
"Terus dia bilang apa lagi sama kamu sayang?" tanya Joe dengan wajah serius
"Dia juga bilang kalau info yang ada di tangan kamu itu salah sayang, dia bilang bukan yang ke dua tapi cuma menunda menjadi yang pertama." jelas Adel
Dalam sekejap wajah Jonathan berubah menjadi lebih serius
"Sial!! apa dia secara tidak langsung sedang memperingatkan aku kalau dia adalah pemimpin keluarga Erlangga yang sebenarnya?" batin Joe
Dengan mudahnya Adel bisa mengetahui perubahan ekspresi wajah Jonathan pada saat itu, hatinya pun semakin terasa tidak tenang karena dia semakin yakin ada sesuatu yang di sembunyikan oleh laki-laki tersebut
"Kamu kenapa sayang?"
__ADS_1
Jonathan yang tersadar pun langsung mengeratkan pelukannya sambil tersenyum hangat
"Aku ga apa kok sayang"
"Apa kamu paham maksud ucapan mas Adit?"
Jonathan memilih untuk berpura-pura bodoh dengan menggelengkan kepalanya, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya dia mulai merasa sedikit takut bila dugaan yang hadir di dalam benaknya benar adanya
"Apa dia ada bilang yang lain lagi sama kamu sayang?" tanya Joe dengan serius
Adel pun menganggukkan kepalanya
"Dia bilang apa lagi?" tanya Joe sambil mengerutkan keningnya
"Dia bilang apa kamu siap bertemu dia di pengadilan kalau aku sudah menyampaikan pesan dia tadi?"
Tanpa sadar Jonathan mulai mengeraskan sedikit rahangnya, tetapi Adel yang semakin merasa curiga tidak mau berhenti sampai di situ
"Dia juga kasih aku sedikit nasihat sayang"
Jonathan pun langsung menatap ke arah Adel dengan serius tanda dia menantikan lanjutan dari ucapan Adel
"Sial..!! sekarang semuanya sudah pasti, dia pasti sudah mengetahui semua trik yang aku mainkan di malam itu. Tapi kalau dia benar-benar pemimpin keluarga Erlangga, apa aku sanggup untuk berhadapan langsung sama dia? kalau dia benar-benar membuat perhitungan, apa keluarga besar kami bisa bertahan?" batin Joe sambil mengeraskan rahangnya
"Kamu kenapa sayang?"
Jonathan yang sedang larut di dalam pikirannya sendiri sampai mengabaikan pertanyaan dari Adel, sedangkan hati Adel semakin merasakan sebuah perasaan takut
"Kamu sebenarnya kenapa sih sayang?" tanya Adel dan menaikkan sedikit volume suaranya
Jonathan yang sedang memikirkan semua kemungkinan yang ada benar-benar lupa bahwa wanita yang ada di sampingnya saat itu adalah Adel
"Berisik!!" bentak Joe dengan wajah penuh amarah
Adel yang terkejut pun hanya bisa menatap ke arah Jonathan dengan tatapan mata penuh rasa kekecewaan
"Sial..!! kenapa aku bisa lupa kalau yang ada di samping aku saat ini adalah Adel?" batin Joe
__ADS_1
"Apa maksud kamu?" tanya Adel dengan tegas
Adel benar-benar merasa kecewa dengan sikap Jonathan pada saat itu dia pun berusaha untuk beranjak dari tempat tidur
"Ga aku ga bisa biarkan perempuan ini pergi dan lepas dari aku, selain perjanjian aku sama papa cuma perempuan ini yang bisa menyelamatkan aku dari keluarga Erlangga." batin Joe
Dengan cepat Joe langsung memegang salah satu tangan Adel
"Kamu mau ke mana sayang?"
"Aku mau pulang karena aku ga bisa ada di samping laki-laki yang bersikap kasar sama aku, sedangkan masa Adit aja selama ini tidak pernah bersikap kasar sama aku." ucap Adel dengan tegas
Jonathan langsung menarik tangan Adel dan membuat tubuh Adel jatuh ke dalam pelukannya, dia menghujani ujung kepala Adel dengan ciuman
"Aku minta maaf sama kamu yang sayang, tadi aku kepancing emosi karena ucapan mantan suami kamu itu"
Adel mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah Jonathan dan menatap laki-laki tersebut dengan tajam
"Lepasin"
"Aku kan sudah minta maaf sama kamu sayang"
"Kalau begitu kamu jelasin sama aku, kenapa kamu bisa sampai bersikap seperti tadi?"
"Aku emosi sayang, coba kamu bayangin aja apa sih maksud mantan suami kamu itu? apa maksud bicara semua hal aneh itu? atau sebenarnya dia ga rela kamu bahagia sama aku?" ucap Joe dengan lembut
Adel masih tetap terdiam dan menatap Jonathan dengan lekat
"Sekali lagi aku minta maaf sama kamu ya sayang, aku benar-benar ga ada niat untuk membentak kamu." ucap Joe lalu mencium kening Adel
"Aku ga tau sikap mana yang sebenarnya ada di diri kamu Joe? selama ini kamu selalu bersikap lembut dan membuat aku menjadi seperti wanita paling beruntung di dunia ini, tapi sikap kamu tadi membuat aku semakin kepikiran dengan semua ucapan mas Adit." batin Adel
Jonathan yang melihat Adel belum bisa percaya dengan dirinya menggunakan semua jurus andalan yang dia miliki, lagi-lagi dengan bodohnya Adel mempercayai semua ucapan Jonathan begitu saja. Padahal semua bukti sudah terlihat dengan jelas di depan matanya pada saat itu, bahkan hatinya kecilnya pun sudah berteriak memperingati Adel
Dengan sangat mudah seorang Jonathan meruntuhkan dinding hati Adel agar mereka melakukan malam panas lagi, saat Adel sudah terkulai lemas di dalam pelukannya dia pun tersenyum dengan puas
"Sekalipun ternyata kamu adalah pemimpin keluarga Erlangga aku ga perlu merasa kalah dari kamu, karena aku berhasil membuat perempuan ini jatuh ke dalam pelukan aku. Yang terpenting kamu ga akan bisa berbuat banyak kalau perempuan ini ada di samping aku," batin Joe
__ADS_1
"Aku mau untuk ke depannya kamu jangan pernah kasar lagi sama aku," ucap Adel
"Aku janji sayang," jawab Joe dengan lembut lalu mencium ujung kepala Adel