Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Pagi Yang Indah


__ADS_3

Adit menyambut pagi hari dengan kepala yang terasa sedikit berat karena kurang istirahat, dia pun melihat ke arah sang istri masih terlelap di alam mimpi. Adit memindahkan tangan Rara secara perlahan dan turun dari tempat tidur, dia pun langsung ke arah kamar mandi dan membersihkan diri


Saat Adit sudah keluar dari ruang ganti dan berpakaian rapi Rara masih terlelap di alam mimpi, Adit pun tersenyum bahagia melihat wajah Rara yang tampak damai lalu mendekat ke arah Rara dan mencium kening Rara dengan lembut


"Sayang bangun yuk, sudah pagi." ucap Adit dengan lembut


Rara yang baru membuka kedua bola matanya bisa melihat bahwa Adit sudah berpakaian rapi, dengan cepat dia pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna


"Aku bangun kesiangan ya mas?" tanya Rara dengan wajah bersalah


Adit pun mencium kening Rara dengan lembut sekali lagi dan Rara langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna


"Kenapa kamu cium aku mas?" tanya Rara dengan polosnya sambil memegang keningnya


"Itu balasan untuk kamu atas perbuatan kamu tadi malam Ra," ucap Adit di dalam hatinya sambil tersenyum hangat


"Itu ciuman selamat pagi untuk istri aku," jawab Adit dengan lembut


Rara yang masih benar-benar polos harus merona di pagi hari karena ulah Adit tersebut


"Mas Adit boleh ga biasakan diri untuk panggil kamu dengan sebutan sayang Ra?"


Rara pun memajukan sedikit bibirnya dan membuat Adit tersenyum


"Kenapa Ra?"


"Urutan yang benar itu tanya dulu sebelum berbuat mas, kamu sih berbuat dulu baru bertanya." jawab Rara dengan sinis


Adit langsung mendudukkan tubuhnya tepat di samping Rara


"Tapi boleh kan sayang?" tanya Adit dengan lembut lalu tersenyum hangat


Rara yang mendapatkan serangan pagi hari tiba-tiba saja langsung bangkit dengan wajah tegang, melihat hal tersebut Adit pun. langsung memegang tangan Rara dengan wajah cemas


"Kamu kenapa Ra?"


"Aku ga apa mas, aku cuma mau mandi." jawab Rara dengan gugup


"Tapi boleh kan Ra kalau mas Adit panggil kamu dengan sebutan sayang? mas Adit cuma mau semakin lama kamu semakin yakin dengan perasaan mas Adit untuk kamu Ra"


"Terserah kamu aja mas"


Rara pun memilih untuk melarikan diri ke dalam kamar mandi, cukup lama dia hanya berdiam diri di dalam sana untuk mengendalikan detak jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat

__ADS_1


"Kamu curang mas!! kamu benar-benar curang!! lagi pula kenapa sih hati aku terlalu lemah?" gerutu Rara di dalam hatinya


Tak lama dari itu terdengar suara Adit mengetuk pintu kamar mandi


"Ra..."


"Ya mas, aku belum selesai"


"Mas Adit cuma mau kasih tau, semua keperluan kamu sudah ada di rumah ganti ya"


"Ya mas"


"Semua keperluan aku dia bilang, memang dia pernah tau tentang apa aja yang aku perlukan selama ini?" gumam Rara sambil mengerucutkan bibirnya


Rara pun memilih untuk tidak berlama-lama karena dia sadar bahwa tadi Adit sudah terlihat rapi, saat dia masuk ke dalam ganti terlihat seperti sebuah ruangan yang di kelilingi oleh lemari besar. Dan pada salah satu sisi hanya berisi sepatu-sepatu pria dan wanita


"Apa ini yang mas Adit bilang kalau dia sudah menyiapkan semua keperluan aku di sini?"


Rasa penasaran Rara membuat dia membuka semua lemari tersebut dan terlihat banyak sekali pakaian pria yang tersusun rapi, begitu juga pakaian wanita yang tidak terhitung jumlahnya. Tanpa sadar Rara sampai membuka mulutnya karena melihat itu semua


"Apa mas Adit memborong semua baju di beberapa toko sekaligus?"


Rara pun segera memilih salah satu pakaian yang dia anggap pantas untuk dia gunakan di rumah, dia pun segera keluar dari ruang ganti dan melihat Adit sedang menghubungi seseorang


Setelah mendengar jawaban dari seberang sana Adit pun mengarahkan ponselnya ke arah Rara


"Aku mas?" tanya Rara dengan suara pelan


Adit pun menganggukkan kepalanya, tanpa tau siapa yang sedang berbicara di seberang sana Rara meraih ponsel Adit


"Halo"


"Bagus kamu ya Ra!! sejak kapan mas Dirga ajari kamu untuk lari dari masalah?" tanya Dirga penuh penekanan


"Maafin Rara ya mas"


Adit pun segera bangkit dari duduknya dan memberikan kode kepada Rara bahwa dia akan keluar dari dalam kamar tersebut, Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya dan mendudukkan tubuhnya di atas sofa. Adit pun segera keluar dari dalam kamar tersebut


"Apa kamu sudah ga anggap mas Dirga ini sebagai kakak kamu lagi Ra?"


"Maafin Rara ya mas, pasti Rara sudah membuat semua orang jadi pusing." ucap Rara dengan lirih


Dirga pun membuang nafasnya dengan kasar

__ADS_1


"Tapi keadaan kamu baik-baik aja kan Ra?"


Jauh di dalam lubuk hati Rara pada saat itu merasakan sebuah kehangatan, karena dia yakin bahwa Dirga sangat menyayangi dirinya walaupun Dirga sempat memarahi dirinya


"Aku baik mas, kamu sendiri gimana keadaan kamu mas?"


"Mas Dirga sampai stres sendiri mikirin keadaan kamu di luar sana Ra," jawab Dirga lirih


"Maaf ya mas"


Dirga saat itu memilih untuk tidak berbicara terlalu banyak, karena bagaimana pun juga itu masih terlalu pagi dan Dirga takut menganggu waktu mereka. Dirga akhirnya mengatakan bahwa dia akan datang ke rumah tersebut setelah dia selesai bekerja untuk melihat keadaan sang adik


Saat Rara menyelesaikan panggilan telepon tersebut, Adit pun kembali ke dalam kamar dengan di ikuti dua orang pekerja yang membawa sarapan mereka ke dalam kamar. Adit langsung memerintahkan mereka untuk meletakkan makanan tersebut di atas meja, setelah meletakkan makanan para pekerja itu langsung meninggalkan kamar tersebut


"Kok di bawa ke dalam kamar sih mas?"


"Ga apa dong sayang, kita kan belum pernah melakukan ini selama kita menikah." jawab Adit dengan lembut


Dan lagi-lagi Rara harus berusaha untuk mengendalikan detak jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat


"Oh ya hampir aja mas Adit lupa kasih ini sama kamu"


Adit memberikan sebuah paper bag kepada Rara


"Apa ini mas?" tanya Rara dengan wajah bingung


"Buka aja," jawab Adit lalu tersenyum


Rara melihat ada sebuah handphone yang sudah berada di luar kotaknya


"Handphone mas?"


Adit pun menganggukkan kepalanya


"Buat apa mas?" tanya Rara dengan polosnya


"Biar mas Adit bisa lebih mudah untuk menghubungi kamu Ra, mas Adit juga sudah masukin nomor mas Adit dan saudara kamu ke handphone itu." jelas Adit dengan lembut


"Makasih ya mas"


"Kamu salah Ra, mas Adit memberikan itu untuk diri mas Adit sendiri. Mas Adit hampir gila waktu kamu ga bisa di hubungi sama sekali," ucap Adit sambil tersenyum menggoda


Rara pun hanya memasang wajah malas pada saat itu dan Adit pun tertawa kecil, Adit mulai mendudukkan tubuhnya di samping Rara dan memulai ritual sarapan mereka. Mereka sama-sama merasakan pagi yang indah di hari itu

__ADS_1


__ADS_2