Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Mencari Tau Kebenaran


__ADS_3

Pagi pun mulai menyapa kehidupan di muka bumi ini dan pagi itu Dirga Dirga berinisiatif untuk menyiapkan sarapan bagi Rara, dia tau bahwa Rara sedang merasa terpukul pada saat itu. Dia hanya tidak ingin sang adik semakin larut dengan perasaan yang sedang dia rasakan


Setelah semua siap Dirga pun mulai melangkahkan kakinya ke arah kamar Rara dan mengetuk pintu kamar Rara


"Ra.. Ini mas Dirga Ra, buka pintunya Ra"


Tidak butuh waktu yang lama pintu kamar tersebut sudah di buka oleh Rara, hati Dirga terasa sakit saat melihat keadaan Rara pada saat itu. Yang pasti kedua mata Rara sudah membengkak akibat tangisan yang hebat


"Kita sarapan dulu yuk Ra," ucap Dirga dengan lembut


"Maaf mas aku ga usah ikut sarapan ya, aku cuma mau istirahat aja"


"Ra kamu ga boleh bersikap seperti ini, apa kamu sudah lupa semua pesan ibu sama kita? ibu sering bilang apapun yang terjadi kita tetap harus bertahan, semua rasa sakit yang kita lalui pasti akan menghilang kalau kita tetap bertahan"


Kata-kata yang Dirga ucapkan dengan lembut membuat Rara tidak pernah bisa menolak dengan semua permintaan dari Dirga, dia pun mulai keluar dari dalam kamarnya dan mengikuti langkah kaki Dirga ke arah meja makan


"Maaf ya mas karena aku jadi merepotkan kamu"


"Kamu ngomong apa sih Ra? apapun yang terjadi ga akan bisa merubah kenyataan kalau kamu adik kesayangan mas Dirga"


"Makasih ya mas," ucap Rara dengan tulus


"Ya udah kita sarapan dulu ya Ra"


Selama mereka sarapan Dirga tak henti-hentinya mengajak Rara berbincang agar suasana yang tercipta di antara mereka bisa mencair, selesai sarapan Rara pun langsung merapikan semua yang tersisa. Setalah itu Dirga memanggil Rara untuk menemani dirinya di ruang tamu


"Bagaimana keadaan kamu sekarang Ra?"


"Aku sudah lebih baik mas" jawab Rara lalu memaksakan bibirnya untuk tersenyum


"Mas Dirga ga akan paksa kamu kalau kamu memang ga bersedia untuk cerita Ra tapi kalau kamu sudah merasa lebih tenang, mas pikir ga ada salahnya kalau kamu juga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi Ra?"

__ADS_1


Rara pun langsung menundukkan kepalanya


"Apa mas Dirga bisa percaya sama omongan aku mas?" tanya Rara lirih


"Mas Dirga kan udah bilang sama kamu Ra, apapun yang terjadi ga akan merubah kenyataan kalau kamu tetap adik mas Dirga. Jadi kamu bisa cerita sama mas Dirga tanpa beban apapun," jawab Dirga dengan lembut


Rara pun mulai berani untuk mengangkat wajahnya dan menatap ke arah sang kakak


"Aku yakin cerita aku ga akan mudah untuk di percaya mas, tapi aku ga bohong mas aku benar-benar ga tau kenapa itu semua bisa terjadi." ucap Rara lirih dengan kedua bola matanya yang mulai berkaca-kaca


"Terus kenapa kamu bisa ada di sana Ra?"


"Malam itu mbak Adel minta bantuan aku antar sesuatu ke apartemen mas Adit, terakhir yang aku ingat cuma aku turun dari taksi dan ga lama dari itu ada orang yang membuat aku ga sadarkan diri mas. Waktu aku bangun aku sudah ada di samping mas Adit dalam keadaan seperti itu mas," jawab Rara dengan air matanya yang mulai mengalir


"Sebaiknya nanti aku ceritakan tentang ini ke mbak Adel dan mas Adit, karena kalau cerita Rara ini benar berarti ada orang yang sengaja untuk melakukan itu semua." ucap Dirga di dalam hatinya


"Apa kamu ingat orangnya Ra?"


"Apa masih ada yang lain yang kamu ingat dari kejadian itu Ra?" tanya Dirga dengan wajah serius


Rara pun menggelengkan kepalanya


"Aku ga bohong mas, tapi memang itu yang terjadi malam itu. Aku benar-benar ga tau apapun mas," ucap Rara dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan


"Kalau cuma bermodalkan ucapan dari Rara ga bisa menjadi bukti yang kuat di mata orang lain, walaupun aku yakin Rara bukan anak yang bisa berbohong. Aku cuma bisa berharap mas Adit dan mbak Adel bisa percaya dengan penjelasan Rara," ucap Dirga di dalam hatinya


"Kalau menurut mas Dirga untuk sementara kamu istirahat aja dulu ya Ra, sebaiknya kamu juga ga perlu ke kampus dulu sampai kamu benar-benar merasa tenang." ucap Dirga dengan lembut


"Ya mas, sekali lagi Rara ucapkan terima kasih ya mas. Rara ga tau bagaimana nasib Rara saat ini kalau ga ada mas Dirga?"


"Kamu ngomong apa sih Ra? mas Dirga yakin kamu ga salah kok Ra, tapi kita memang ga bisa berbuat banyak kalau kita ga bisa menunjukkan bukti yang nyata." ucap Dirga dengan serius

__ADS_1


Rara pun hanya bisa terdiam karena semua ucapan Dirga benar adanya


"Sekarang yang terpenting kamu menenangkan diri kamu dulu Ra, ga usah pikirin apa-apa dulu ya. Mas Dirga akan selalu ada di samping kamu untuk menjaga kamu Ra," lanjut Dirga


"Terima kasih ya mas," ucap Rara dengan tulus


"Mas Dirga berangkat kerja dulu ya Ra"


Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya, sedangkan di luar sana Adit masih berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya. Yang membuat Adit merasa berat untuk menyerah begitu saja karena memikirkan keadaan sang buah hati


Ternyata di malam itu Adit langsung menghubungi asisten pribadinya setelah kepergian Adel dan Rara dari apartemen tersebut, dia memerintahkan sang asisten pribadi untuk mencari tau tentang kebenaran yang terjadi di malam itu


Saat itu orang yang di pilih oleh sang asisten pribadi sudah duduk tepat di hadapan Adit dengan membawa semua bukti yang berhasil dia dapatkan


"Bagaimana hasilnya?" tanya Adit penuh penekanan


"Saya rasa semua ini bisa terjadi karena perempuan itu pak," jawab orang tersebut penuh keyakinan


"Jadi maksud dia semua itu terjadi karena rencana Rara!!" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya


Adit pun mulai menatap ke arah orang tersebut dengan lekat


"Dari mana kamu bisa menyimpulkan hal tersebut?"


Orang di hadapan Adit pun mulai mengeluarkan sebuah amplop kecil berwarna coklat dan meletakkan amplop tersebut di atas meja kerja Adit


"Apa itu?" tanya Adit dengan tegas


"Di dalam situ ada rekaman cctv dari apartemen anda pak, di situ bisa terlihat dengan jelas dari pertama wanita itu tiba di area apartemen anda sampai dia masuk ke dalam apartemen anda. Semua terlihat karena keinginan dia sendiri, tanpa ada sebuah pemaksaan sama sekali dari pihak manapun pak." ucap orang tersebut dengan yakin


"Kamu benar-benar perempuan gila Ra!!" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya

__ADS_1


__ADS_2