Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Perubahan Sikap Haikal


__ADS_3

Di dalam rumah tangga Adit dan Rara hanya ada kata bahagia yang tercipta, mereka berdua selalu menemukan cara-cara sederhana untuk menciptakan kemesraan di antara mereka berdua


Semakin lama baik Adit maupun Rara semakin menemukan banyak kesamaan di antara mereka berdua, mereka belajar untuk membuat perbedaan dan kekurangan yang ada di antara mereka menjadi saling melengkapi. Bahkan kini kedua orang tersebut merasa bahwa hati mereka benar-benar sudah saling menyatu


Kebahagiaan dan kemesraan di dalam rumah tangga Rara tidak bisa di rasakan di dalam rumah tangga Adel, bahkan Adel merasa bahwa semakin lama hubungan asrama antara dirinya dan sang suami terasa sedikit hambar


Adel adalah sosok seorang wanita yang mementingkan karier di dalam hidupnya, menjadi seorang istri dari Jonathan Perkasa tidak bisa membuat dia melepaskan semua yang telah dia bangun selama ini begitu saja


Sedangkan Jonathan adalah tipe laki-laki yang berbeda jauh dengan sosok seorang Aditya Putra Erlangga, Adit adalah tipe laki-laki yang selalu memikirkan keinginan pasangan hidupnya terlebih dahulu sebelum keinginan dirinya sendiri


Adel yang selama ini sudah terbiasa bekerja keras dengan bebas tidak sadar bahwa laki-laki yang menjadi suaminya kini adalah orang yang berbeda, dia tetap melakukan semua rutinitasnya seperti biasa tanpa mempertanyakan kepada sang suami tentang keinginan sang suami


Lambat laun pertengkaran kecil pun sering terjadi di antara Adel dan Jonathan, bahkan terkadang hal-hal yang sepele pun bisa menjadi sebuah perdebatan di antara mereka berdua. Dan yang lebih parah lagi mereka tidak melihat tempat untuk melakukan hal tersebut


Semakin lama hal tersebut membuat beban hati tersendiri bagi seorang Haikal yang hanya seorang anak kecil, Haikal hanya tau bahwa selama ini dia belum pernah melihat hal tersebut terjadi di antara Adit dan Adel . Semakin lama Haikal pun merasa semakin tertekan dengan keadaan yang tercipta di dalam rumah mewah tersebut


Haikal mencoba mendewasakan dirinya dengan menghibur Adel di saat sang mama terlihat sedang bersedih, dia juga tidak pernah mengatakan kepada siapapun tentang keadaan di dalam rumah mewah tersebut


Adel benar-benar merasa bersyukur memiliki Haikal di samping dirinya, tetapi dia tidak bisa menyadari bahwa semakin lama sang buah hati berubah menjadi anak yang lebih pendiam dari yang biasanya


Saat akhir pekan tiba adalah saat yang paling indah dan damai bagi seorang Haikal, anak tersebut akan merasa bahagia dan tenang saat berada di tengah-tengah Adit dan Rara


Pada awalnya Rara juga tidak menyadari perubahan sikap Haikal karena anak tersebut selalu berusaha untuk terlihat seperti biasanya, tetapi semakin lama akhirnya Rara pun menyadari bahwa Haikal menjadi lebih pendiam dan terlihat sering merenung. Hal tersebut membuat hati kecil Rara menjadi sedikit tidak tenang


Rara pun belum memiliki kesempatan untuk mengajak Haikal berbicara dari hati ke hati, dia hanya tidak ingin membahas hal tersebut di hadapan Adit dan sudah pasti dia sedikit sulit untuk menemukan waktu yang tepat


Hingga pada suatu hari waktu yang di inginkan oleh Rara pun tiba, karena pada hari itu tiba-tiba saja Adit harus pergi keluar rumah untuk bertemu dengan seorang klien penting yang berasal dari luar kota


"Maaf ya sayang karena hari ini papa ga bisa temani kamu main seharian tapi papa janji setelah selesai papa akan langsung pulang, jadi kita bisa pergi bertiga ke tempat yang kamu mau." ucap Adit dengan wajah sedikit bersalah

__ADS_1


"Ga masalah kok pah, lagi pula ada mama Rara di sini." jawab Haikal lalu tersenyum tipis


Adit yang sudah mendapatkan restu dari sang anak segera meninggalkan rumah mewah tersebut, sedangkan Haikal memilih untuk masuk ke dalam kamar yang telah di sediakan untuk dirinya di rumah mewah tersebut


Rara yang merasa kesempatan telah datang tidak mau menyia-nyiakan itu semua, dia pun segera pergi ke dapur dan menyiapkan roti bakar dengan isi yang di sukai oleh Haikal


Setelah semua siap Rara pun segera menuju ke arah kamar Haikal karena dia sudah memutuskan untuk mengetahui alasan perubahan sikap anak tersebut


Tok.. Tok.. Tok..


"Ical ini mama Rara, mama boleh masuk ga sayang?"


"Ya mah, masuk aja"


Rara pun masuk ke dalam kamar tersebut dengan senyuman yang hangat menghiasi bibirnya


"Mama bikin roti bakar kesukaan kamu nih sayang"


"Makasih ya mah," jawab Haikal lalu tersenyum tipis


Mereka berdua memilih untuk duduk di balkon kamar tersebut, Rara memutuskan untuk membiarkan anak tersebut mengabiskan roti bakar yang telah dia siapkan terlebih dahulu sebelum dia melancarkan aksinya


Setelah Haikal menghabiskan roti bakar yang telah Rara sediakan, Rara pun mulai menatap ke arah Haikal dengan intens


"Ical anggap mama Rara seperti mama kamu sendiri kan sayang?" tanya Rara dengan lembut


Haikal pun menganggukkan kepalanya


"Kalau begitu mama Rara mau tanya sesuatu sama kamu sayang, tapi kamu harus jawab mama Rara dengan jujur ya sayang"

__ADS_1


"Mama Rara mau tanya ke aku mah?"


"Mama Rara merasa belakangan ini sikap kamu sedikit berubah sayang, apa ada yang lagi kamu pikirkan? atau kamu ada masalah di sekolah kamu sayang?" tanya Rara dengan lembut


Haikal yang semula menatap ke arah Rara langsung menundukkan kepalanya dengan guratan kesedihan menghiasi wajahnya, entah mengapa hati Rara ikut terasa sakit melihat ekspresi wajah Haikal pada saat itu


"Kamu sebenarnya kenapa sayang? jangan bikin mama takut dengan ekspresi wajah kamu saat ini," batin Rara


"Aku baik-baik aja kok mah," jawab Haikal lirih


Rara yang tidak bisa mempercayai jawaban dari Haikal langsung bangkit dari duduknya lalu berlutut tepat di hadapan Haikal untuk mensejahterakan tubuh mereka


"Kamu lihat mama sayang," ucap Rara dengan lembut


Haikal pun mulai mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Rara sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum


"Kamu memang ga terlahir dari rahim mama Rara sayang tapi sampai kapan pun kamu akan selalu menjadi anak pertama mama, jadi mama harap kamu mau berbagi kesedihan kamu sama mama. Mama benar-benar sedih melihat perubahan sikap kamu belakangan ini sayang," ucap Rara dengan tulus


"Apa aku boleh peluk mama Rara?" tanya Haikal lirih


Rara tidak menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Haikal pada saat itu, tetapi dia langsung memeluk tubuh mungil anak tersebut dengan sangat erat


"Kamu ga perlu meminta izin untuk memeluk mama sayang karena kamu itu anak mama," jawab Rara dengan lembut


Haikal pun membalas pelukan hangat Rara dengan sangat erat dan entah mengapa tiba-tiba saja Haikal mulai menangis dengan hebatnya


"Kamu sebenarnya kenapa sih sayang? mama mungkin bukan mama kandung kamu tapi mama benar-benar sayang sama kamu, melihat kamu menangis seperti ini membuat hati mama ikut terasa sakit." batin Rara


Dengan setia Rara terus memeluk tubuh mungil Haikal dan mulai melepaskan pelukannya saat Haikal mulai terlihat tenang

__ADS_1


"Apa sekarang kamu sudah mau cerita ke mama Rara tentang masalah kamu sayang?" tanya Rara dengan lembut


__ADS_2