Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Merubah Sikap


__ADS_3

Adit pun termenung memikirkan semua ucapan sang asisten pribadi yang juga sahabatnya tersebut, karena bagaimana pun juga semua yang di ucapkan oleh Harun benar adanya


"Kenapa omongan anak ini benar semua sih? aku memang sudah ga berharap apapun dari Adel, bahkan sisa perasaan yang aku miliki untuk Adel sudah ga ada sama sekali. Tapi masa harus sama Rara? selama ini kan aku selalu ngomong kasar sama dia," ucap Adit di dalam hatinya


Melihat Adit yang sudah seperti itu membuat Harun menjadi tertawa geli dan Adit pun langsung menatap ke arah Harun dengan wajah bingung


"Apa lagi sekarang?"


"Baru mikir ya Dit? kalau lu pilih untuk memulai itu semua gampang Dit, gimana juga kalian udah menikah. Akan ada banyak cara buat lu mendapatkan hati dia," ucap Harun dengan santai


"Bingung gw sama anak satu ini!! kenapa dia selalu bisa baca pikiran gw?" ucap Adit di dalam hatinya sambil memasang wajah malas


"Ga usah kelamaan Dit mikirnya, gw berani taruhan setelah ini mereka pasti akan lanjut ke tempat lain lagi." ucap Harun sambil lalu tersenyum meledek


Tiba-tiba saja Adit langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, ternyata orang yang Adit hubungi pada saat itu adalah Rara


"Halo mas"


Adit memilih untuk berpura-pura tidak mengetahui keberadaan Rara pada saat itu


"Kamu ada di mana?"


"Aku baru selesai makan mas"


"Habis itu apa kamu ada rencana lain?"


"Rencananya sih habis ini kami mau pergi nonton mas"


Adit pun menatap tajam ke arah Harun dan Harun hanya menampilkan sebuah senyuman yang terlihat meledek


"Mau pergi nonton dia bilang? berarti nanti mereka bisa melakukan apapun dong di sana, di dalam bioskop kan gelap." ucap Adit di dalam hatinya


"Ada apa ya mas?" tanya Rara karena Adit hanya diam di seberang sana


"Apa kamu bisa pulang ke apartemen sekarang juga?" tanya Adit dengan nada suara yang serius


"Sekarang juga mas?"


"Iya, ada sesuatu yang harus saya bahas sama kamu sekarang juga. Bisa kan?"


Harun yang melihat ekspresi wajah Adit saat itu hanya bisa berusaha untuk menahan tawanya

__ADS_1


"Oh ya mas, biar aku pamitan sama yang lain dulu ya mas"


"Berarti sekarang kamu langsung pulang kan? kamu ga ikut mereka untuk nonton kan?"


"Ya mas"


"Oke, aku tunggu kamu di apartemen sekarang juga ya"


"Ya mas"


Adit pun langsung memutuskan sambungan teleponnya, dia mulai menatap ke arah Harun untuk memberitahukan bahwa dia akan pulang ke apartemennya dan tidak kembali ke kantor. Tetapi belum sempat Adit membuka suara Harun sudah lebih dulu membuka suara


"Dari tadi sudah putar balik ke arah apartemen kamu bos," ucap Harun lalu tersenyum meledek


Adit hanya bisa memasang wajah malas pada saat itu tetapi dia tidak bisa memungkiri bahwa tanpa dorongan dari Harun dia tidak akan pernah berani untuk mengambil sikap


Di tempat yang berbeda Rara segera berpamitan untuk undur diri dengan alasan ada sesuatu yang harus segera dia kerjakan, sedangkan Adit di sepanjang perjalanan terus memikirkan alasan yang tepat yang akan dia gunakan saat bertemu Rara. Yang pasti Adit pada saat itu Adit sudah merasa yakin bahwa tidak suka melihat Rara dekat dengan laki-laki lain


Saat tiba di lobby apartemen Adit langsung bersiap untuk turun dari dan Harun pun langsung membuka suara


"Dit"


"Ingat selama ini lu udah banyak berbuat salah sama anak itu, jadi jangan gunakan cara kasar untuk dapetin anak itu." ucap Harun dengan serius


"Gw ga pernah kasar sama perempuan," jawab Adit dengan tegas


"Tangan lu memang ga main, tapi mulut lu suka ga bisa lu tahan"


"Iya gw ngerti maksud lu"


"Satu lagi Dit"


"Apa lagi sih?" tanya Adit dengan wajah serius


"Anak itu terpaut umur cukup jauh sama lu, jadi lu harus pikirin cara terbaik buat dapetin dia"


"Hem..."


Adit pun langsung turun dari mobil Harun dan melangkahkan kakinya ke apartemen mereka, ternyata Adit tiba lebih dulu di tempat itu dia pun memilih untuk mengganti pakaian terlebih dahulu lalu mendudukkan tubuhnya di ruang tamu


Tak lama kemudian Rara pun tiba di tempat itu, dia pun langsung melangkahkan kakinya dan menghampiri Adit

__ADS_1


"Duduk"


Rara pun dengan patuh mengikuti arahan dari Adit


"Ada apa ya mas?" tanya Rara sambil menatap ke arah Adit


"Kok tumben anak ini berani ngomong sambil menatap aku? biasanya kalau di ajak ngomong dia pasti menunduk," ucap Adit di dalam hatinya


Adit sempat di buat sedikit bingung dengan perubahan sikap yang Rara tunjukkan pada saat itu, sedangkan Rara melakukan hal tersebut karena dia tidak mau lagi hanya bisa tunduk dan takut kepada orang yang ada di hadapannya tersebut


"Apa kamu sudah puas untuk berontak Ra?"


Rara hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya karena dia belum mengerti arah ucapan Adit pada saat itu


"Kita sudah sepakat untuk menjalankan peran kita dengan baik, tapi belakangan ini kamu selalu kasih saya sesuatu yang ga saya suka Ra." jelas Adit


"Maksud kamu gimana ya mas?"


"Kamu harus tau kalau saya ga suka minum teh yang sudah dingin, tapi belakangan ini kamu paksa saya untuk minum teh yang sudah dingin"


Adit memilih menjadikan hal tersebut sebagai sebuah alasan untuk memperbaiki hubungan di antara mereka


"Tapi kan kamu yang minta supaya aku ga lihatin wajah aku di depan kamu mas, jadi mana mungkin aku bisa siapin teh yang masih hangat untuk kamu mas." jelas Rara


Adit merasa bahwa saat itu dirinya sedang mendapatkan sebuah tamparan halus dari jawaban yang Rara berikan, tetapi entah mengapa hatinya merasa senang melihat sikap Rara yang seperti itu. Dia senang melihat sosok Rara yang kini terlihat lebih kuat dan berani


Sesungguhnya hati kecil Adit sudah merasa bersalah atas semua sikap dirinya kepada Rara selama ini, tetapi bagaimana pun juga dia tetap harus menjaga sikap di hadapan Rara


"Apa ini contoh kelakuan istri yang baik? aku sampaikan ke kamu kalau aku ga suka minum teh yang sudah dingin, tapi kamu malah kasih aku jawaban yang menyudutkan aku." ucap Adit berpura-pura untuk tegas


Rara pun membuang nafasnya dengan kasar


"Aku minta maaf kalau aku salah mas dan mulai besok teh kamu akan ada dalam keadaan hangat"


"Berarti itu awal yang baik, karena mulai besok dia ga akan menghilang dari apartemen ini pagi-pagi buta." ucap Adit di dalam hatinya sambil tersenyum


"Ya sudah kalau gitu aku mau ke kamar dulu ya"


"Ya mas"


Saat itu Rara belum menyadari bahwa untuk pertama kalinya Adit bersikap lain dari biasanya, Adit sudah membulatkan hatinya untuk merubah sikapnya terhadap Rara dan akan dia mulai dari hari itu

__ADS_1


__ADS_2