Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Cinta Pertama Rara


__ADS_3

"Kamu tau kan kalau mbak kamu itu perempuan yang hebat dalam bekerja?"


Rara pun menganggukkan kepalanya


"Semenjak karier dia makin menanjak hubungan di antara kami juga mulai terasa berbeda Ra, dan tanpa sadar akhirnya kamu menjadi semakin terasa jauh dengan sendirinya. Kamu bisa lihat sendiri dulu kadang kami bisa sampai beberapa hari ga saling ketemu karena urusan pekerjaan kami yang bentrok"


"Itu memang benar, itu juga alasan aku dulu mendekatkan diri aku ke Ical. Karena sebenarnya aku merasa kasihan sama Ical kalau kedua orang tua dia lagi sama-sama sibuk bekerja," ucap Rara di dalam hatinya


"Tapi mas Adit juga ga bisa melarang mbak kamu untuk berhenti bekerja, karena mas Adit harus menghormati keinginan mbak kamu. Tapi mas Adit tetap berusaha untuk menjaga sebisa mungkin agar keluarga kami tetap utuh, sampai suatu waktu mas Adit benar-benar kehilangan semua rasa yang ada di dalam hati mas Adit untuk mbak kamu." jelas Adit dengan serius


Rara hanya bisa terdiam karena merasa bingung harus memberi tanggapan seperti apa


"Apa kamu tau alasan mas Adit memutuskan untuk menghapus semua kenangan di antara kami Ra?"


Rara pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"Karena ga lama setelah kami cerai dia sudah berpaling dengan laki-laki lain dan membuat mas sadar kalau mas juga harus melangkah maju, mas Adit memutuskan untuk memulai lembaran yang baru dengan kamu." lanjut Adit dengan yakin


"Aku?"


Adit mengangguk kecil sambil tersenyum


"Kamu mau tau kapan itu di mulai Ra?"


Rara menganggukkan kepalanya


"Saat kamu melakukan kekerasan di rumah tangga kita Ra," jawab Adit sambil tersenyum meledek


Rara membulatkan matanya dengan sempurna mendengar hal tersebut


"Jadi maksud kamu waktu itu...?"


Adit menganggukkan kepalanya


"Mas Adit sebenarnya cuma ingin memperbaiki hubungan kita aja, tapi siapa yang sangka ternyata kamu yang lagi ngamuk bisa sampai bikin dapur kita jadi berantakan Ra." jawab Adit sambil tertawa kecil

__ADS_1


Rara pun langsung memasang wajah malas melihat Adit yang sedang mengejek dirinya


Adit juga menjelaskan alasan dia melakukan hal tersebut pada malam itu karena hatinya sudah di kuasai oleh perasaan cemburu kepada Rara


"Itu juga alasan mas Adit senang waktu kamu bilang cita-cita kamu ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik Ra, setidaknya dengan begitu kita bisa punya waktu yang lebih banyak untuk saling menjaga perasaan yang kita punya Ra." lanjut Adit


"Aku ga percaya tenyata dari awal cinta aku ga bertepuk sebelah tangan sama kamu mas," batin Rara sambil tersenyum tipis


"Mas Adit ga mau tanya siapa cinta pertama aku?" tanya Rara dengan polosnya


Adit pun memberikan sebuah senyuman yang penuh arti


"Kenapa kamu senyum begitu mas?" tanya Rara dengan wajah bingung


"Mas Adit tau siapa cinta pertama kamu Ra"


"Ga mungkin dong mas Adit tau kalau dia itu cinta pertama aku," batin Rara sambil menatap dengan lekat


"Mas Adit kan cinta pertama kamu Ra," lanjut Adit dengan yakin


Dalam sekejap wajah Rara pun berubah menjadi panik dan sekuat tenaga dia berusaha menutupi rasa terkejut yang sedang dia rasakan


Rara pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum canggung dan Adit memberikan sebuah senyuman yang penuh arti


"Kamu memang ga pandai untuk berbohong Ra," batin Adit


"Kalau bukan mas Adit jadi siapa cinta pertama kamu Ra?"


"Mas Dirga," jawab Rara dengan cepat


Rara menepuk jidatnya sendiri karena menyadari kebodohan yang baru saja dia lakukan


"Astaga ini otak isinya apa sih? kalau mau bohong ya kasih nama yang sedikit meyakinkan dong," gerutu Rara di dalam hatinya


Adit terlihat membuka salah satu laci yang berada di samping tempat tidurnya dan mengeluarkan buku diary Rara, Rara pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna saat melihat buku tersebut dan langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna. Wajah Rara saat itu sudah bersemu merah karena perasaan malu bercampur jengkel

__ADS_1


"Jadi kamu yang ambil buku itu ya mas? pantas waktu aku mau pergi aku cari-cari buku itu tapi ga ada"


Adit pun ikut mendudukkan tubuhnya dengan sempurna


"Mas Adit ga ambil buku ini kok Ra, mas cuma nemuin buku ini di bawah tempat tidur kamu jadi mas ambil aja"


"Ya itu sama aja dong mas, masa kamu ambil sesuatu yang bukan milik kamu. Padahal aku sendiri sampai pusing cari-cari buku itu," ucap Rara dengan tegas


"Mas Adit temuin buku ini setalah kamu pergi Ra, jadi bukan mas Adit sengaja ambil buku ini dari dalam kamar kamu"


"Tadi mas Adit bilang kalau mas Adit cinta pertama aku, berarti mas Adit sudah baca semua dong." ucap Rara di dalam hatinya


Rara yang merasa malu pun hanya bisa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, sedangkan Adit tersenyum bahagia melihat tingkah Rara pada saat itu. Dia pun berniat untuk mengerjai Rara lebih jauh lagi


"Mas Adit sudah baca semua loh Ra," ucap Adit dengan suara menggoda


Rara pun langsung menatap tajam dengan wajah yang sudah merah padam


"Yah walaupun di beberapa bagian kamu sempat tulis mas Adit jahat, tapi mas benar-benar bahagia waktu baca bagian-bagian akhir tulisan kamu Ra." ucap Adit lalu tersenyum tipis


"Akh!! ini sih namanya gila!! mana ada perempuan yang menyatakan cintanya duluan mana dengan cara seperti itu lagi," gerutu Rara di dalam hatinya


Rara yang merasa sedikit panik berusaha untuk merebut buku diary miliknya dari tangan Adit, tetapi dengan cepat Adit langsung menjauhkan tangannya dari jangkauan tangan Rara


"Balikin dong mas!! itu kan punya aku." ucap Rara dengan tegas


"Maaf ya Ra mas Adit ga bisa kasih buku ini sama kamu, soalnya buku ini penting untuk mas Adit"


Rara yang merasa semakin panik terus mencoba untuk merebut buku tersebut, tetapi Adit pun selalu menjauhkan tangannya dari Rara hingga tiba-tiba saja Adit mulai keseimbangan tubuhnya


Bruk....


Semua adegan mereka berakhir dengan Rara terjatuh tepat di atas tubuh Adit, Adit merasa detak jantungnya berdetak dengan sangat cepat saat dia bisa melihat wajah cantik sang istri dari jarak sedekat itu


"Bangun dong Ra, kalau posisi kamu seperti ini bisa membuat mas Adit jadi gila sendiri"

__ADS_1


Rara yang tersadar dengan posisi mereka saat itu langsung beranjak dari atas tubuh Adit, saat itu wajah Rara sudah seperti kepiting rebus pada saat itu karena merasa malu


"Ya ampun sudah berapa kali aku melakukan kebodohan malam ini? rasanya malu banget!!"


__ADS_2