Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Keinginan Untuk Bercerai


__ADS_3

Pada saat itu Rara hanya bisa menangis di dalam diam, sedangkan di tempat yang berbeda Adel mulai terbuai dengan suasana yang tercipta di acara tersebut. Adel yang semula sedikit merasa jengkel karena ulah Adit berhasil melupakan itu semua, bahkan dia juga melupakan semua ucapan Adit tentang buah hati mereka


Acara jamuan makan malam tersebut di lakukan di rumah pribadi sang investor untuk merayakan kontrak kerja sama mereka, saat itu Adel benar-benar sedang merasa berbangga diri. Dia bagaikan bintang utama dari acara tersebut


Satu persatu rekan kerja Adel menghampiri dirinya dan mengucapkan kata selamat atas kerja sama yang telah dia raih, sanjungan demi sanjungan membuat dia benar-benar terlena sampai lupa diri di tempat itu. Tanpa dia sadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikan dirinya sambil tersenyum puas


Orang yang memperhatikan Adel sedari tadi adalah Jonathan Perkasa atau biasa di sapa Joe, seorang CEO muda yang sangat tampan di sebuah perusahaan dan dia juga adalah investor yang membuat kontrak kerja sama dengan perusahaan tempat Adel bekerja


"Yang itu kan orangnya?" tanya sahabat Joe sambil menatap ke arah Adel


Jonathan pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum puas


"Hebat kan gw bisa tau yang mana orangnya?"


"Karena cuma dia yang paling cantik di sana, tapi selain cantik dia juga perempuan yang pintar." ucap Joe lalu tersenyum


"Memang selera lu dari dulu ga pernah rendah Joe"


Jonathan pun tersenyum bangga


"Karena yang namanya Jonathan Perkasa akan selalu memilih yang terbaik di antara para yang terbaik," ucap Joe dengan yakin


Jonathan pun mendapatkan sebuah senyuman yang terlihat meledek dari sang sahabat


"Gw tau kalau lu akan selalu memilih yang terbaik di antara yang terbaik, tapi sayangnya lu akan selalu menemukan yang lebih baik lagi dari yang sebelumnya." ucap sahabat Joe dengan nada sinis


Jonathan dan sahabatnya pun tertawa lepas


"Tapi kalau gw perhatiin dari tadi sepertinya dia bukan cewek gampangan Joe, karena dari tadi saat ada laki-laki yang mendekat dia pasti langsung menjaga sedikit jarak"


Jonathan menganggukkan kepalanya


"Itu yang membuat dia menjadi lebih menarik di mata gw, karena dia ga tergiur sama semua yang gw tunjukkan ke dia. Lu tau sendiri bahkan gw harus melakukan hal yang sedikit gila untuk perempuan yang satu ini," ucap Joe dengan santai


"Harus gw akui kalau sekali ini perjuangan lu sedikit berat untuk dapetin perempuan ini, tapi apa dia mau sama lu walau pun posisi dia udah seperti itu?"


Jonathan pun menatap ke arah sang sahabat dengan senyuman terbaik yang dia punya

__ADS_1


"Apa lu pernah lihat gw gagal untuk menaklukkan seorang perempuan?"


"Jangan-jangan lu udah merencanakan sesuatu untuk menaklukkan perempuan itu?"


"Sia-sia dong lu udah lama dekat sama gw kalau lu belum bisa baca jalan pikiran gw"


Sahabat Jonathan hanya terdiam sambil menatap ke arah laki-laki tersebut dengan lekat dan Jonathan pun memperlihatkan sesuatu yang berasal dari dalam sakunya


"Sial!! kalau gitu ngapain lu minta gw datang ke sini?"


"Sebagai pelengkap untuk rencana gw, perusahaan lu kan juga terlibat di proyek ini. Kalau lu sampai ga ada nanti dia bisa curiga dong," jawab Joe dengan santai


Sahabat Jonathan yang juga seorang pengusaha tertawa lepas setelah mengetahui semua jalan pikiran laki-laki tersebut, sedangkan Jonathan menatap ke arah Adel yang saat itu sedang menjadi pusat perhatian di acara tersebut


"Tunggu ya sayang, sebentar lagi saya pasti akan membuat kamu berteriak sepanjang malam. Dan selama ini saya belum pernah gagal untuk memuaskan seorang wanita," ucap Joe di dalam hatinya sambil menyeringai


Di saat sang kakak sedang menjadi incaran empuk dari seorang pria tampan, di tempat yang berbeda Rara baru saja selesai membersihkan semua kekacauan akibat perbuatan Adit. Rara pun segera berlari kecil ke arah meja makan karena mendengar ponselnya berdering


Orang yang menghubungi Rara saat itu adalah Dirga, sebesar apapun kesalahan yang telah di lakukan Rara di mata orang lain tidak akan bisa merubah perasaan sayang Dirga terhadap adik bungsunya tersebut


"Halo Ra"


"Ada apa ya mas?"


"Ga ada apa-apa kok Ra, mas Dirga sengaja telepon kamu mau tanya keadaan kamu aja. Gimana keadaan kamu di sana Ra?" tanya Dirga dengan lembut


"Memang cuma kamu yang dari dulu selalu perhatian sama aku mas, di saat semua orang ga ada yang percaya sama aku kamu tetap percaya dan perduli sama aku." ucap Rara di dalam hatinya sambil tersenyum tipis


"Rara baik-baik aja kok di sini mas"


"Syukur deh kalau kamu baik-baik aja Ra, soalnya mas Dirga agak kepikiran tentang kamu"


"Mas Dirga ga usah khawatir ya"


"Oh ya, apa kamu masih berencana untuk melanjutkan kuliah kamu Ra?"


"Sepertinya iya mas, aku juga mau mewujudkan keinginan terbesar ibu"

__ADS_1


"Syukur deh Ra kalau kamu tetap semangat, tadinya mas Dirga sempat takut kalau kamu jadi terlalu memikirkan masalah kemarin"


"Rara ga mungkin menyerah dengan mudah untuk hidup Rara mas, jadi mulai sekarang mas Dirga jangan terlalu khawatir ya." ucap Rara dengan tulus


"Ga mungkin mas Dirga ga mikirin tentang kamu Ra kamu itu adik mas satu-satunya, mas Dirga minta kalau kamu ada masalah tentang apapun jangan pernah ragu untuk cerita ya." ucap Dirga penuh keyakinan


Rara pun tampak terdiam untuk sejenak, karena sedari dulu hanya Dirga lah tempat dia untuk mengadu. Tetapi Rara sedikit ragu untuk mengatakan apa yang sedang terjadi kepada dirinya, sedangkan di seberang sana Dirga langsung mengetahui bahwa keadaan sang adik tidak baik-baik saja


"Ra..."


"Ya mas"


"Kenapa kamu jadi diam Ra?"


"Ga ada apa-apa kok mas," jawab Rara dengan cepat


"Sejak kapan kamu belajar bohong sama mas Dirga Ra?"


"Itu mas"


"Ada apa Ra? kamu bisa cerita apapun sama mas Dirga Ra," ucap Dirga dengan lembut


"Boleh aku minta tolong sesuatu sama kamu mas?" tanya Rara dengan suara lirih


"Kamu mau minta tolong apa Ra? kalau mas Dirga bisa bantu pasti mas akan bantu kamu"


"Tolong mas Dirga tanyain ke mbak Adel ya, soalnya sampai sekarang aku masih belum berani untuk komunikasi sama mbak Adel mas"


"Kamu mau mas Dirga tanya apa sama mbak mu Ra?"


"Kemarin kan mbak Adel cuma minta supaya aku nikah sama mas Adit"


"Iya, terus kenapa Ra?"


"Tolong tanyain sama mbak Adel, apa aku boleh minta cerai dari mas Adit?" tanya Rara lirih


Di seberang sana Dirga di buat terkejut bukan main mendengar ucapan Rara pada saat itu, bagaimana bisa seorang istri membahas sebuah perceraian sedangkan mereka baru menikah pada hari itu

__ADS_1


__ADS_2