Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Malam Pertama


__ADS_3

Rara pun memalingkan wajahnya karena merasa malu tetapi dia menganggukkan kepalanya tanda setuju, hati Adit benar-benar merasa bahagia karena kini dia bisa meminta haknya sebagai seorang suami


Adit pun mulai memutar wajah Rara dan mencium bibir Rara dengan sangat lembut, untuk sesaat Rara sempat merasa tegang mengingat ciuman kasar yang pernah Adit lakukan. Tetapi kelembutan Adit saat itu membuat Rara langsung melupakan semua perasaan takut yang ada di dalam hatinya


Adit pun mulai memegang tengkuk leher Rara agar ciuman mereka semakin dalam, dia mulai melepaskan ciumannya saat merasa Rara mulai kehabisan nafas. Adit mencium kening Rara dengan lembut


"Terima kasih ya Ra karena kamu sudah memberi mas Adit kesempatan kedua untuk mas Adit, apa mas Adit akan menjadi yang pertama untuk kamu Ra?"


Rara hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya, dia bahkan tidak mempunyai keberanian untuk menatap Adit karena perasaan malu yang sedang dia rasakan. Sedangkan Adit benar-benar merasa bahagia mengetahui hal tersebut


"Mas Adit akan berusaha untuk melakukannya secara perlahan Ra," ucap Adit dengan serius


Adit pun mulai menuntun Rara menuju ke tempat tidur, dia mulai membaringkan tubuh Rara secara perlahan di atas tempat tidur. Adit yang masih dalam posisi berdiri memandang Rara dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya


"Setelah hari ini kamu akan jadi istri mas Adit seutuhnya Ra, mas Adit berharap ga akan ada yang bisa memisahkan kita sampai maut menjemput salah satu dari kita." ucap Adit di dalam hatinya


"Kamu ngapain ngeliatin aku begitu sih mas?" tanya Rara dengan wajah malu


Adit pun tersenyum dengan hangat


"Mas Adit cuma mau melihat kamu secara puas Ra karena setelah ini kamu cuma milik mas Adit seutuhnya," jawab Adit dengan lembut


Adit pun mulai naik ke atas tidur dan kini dia berada tepat di atas tubuh Rara dengan menggunakan kedua tangan dan kedua kakinya sebagai penopang berat tubuhnya, Rara pun memalingkan wajahnya karena perasaan malu yang semakin besar


Adit mulai memutar wajah Rara agar menghadap ke arah dirinya, dia pun mulai mencium kening Rara dengan lembut dan mulai turun ke kedua bola mata Rara yang di cium secara bergantian. Dan hampir sebuah bagian wajah Rara di cium dengan lembut oleh suaminya tersebut


Rara pun merasakan ada sebuah desiran hebat di dalam aliran darahnya pada saat itu, bagaimana pun juga itu pengalaman pertama dirinya melakukan itu secara baik. Dia mulai menutup kedua bola matanya saat Adit mulai mencium bibir Rara dengan lembut

__ADS_1


Ciuman yang semula lembut semakin lama menjadi semakin panas, Adit tidak mau melakukan hal tersebut dengan terburu-buru. Adit hanya ingin Rara benar-benar merasakan semua kelembutan yang akan dia berikan pada malam itu


Adit mulai turun ke leher Rara dan Rara pun semakin merasakan gejolak di dalam darahnya yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, Adit menghentikan aksinya sejenak lalu menatap ke arah Rara dengan mata yang mulai sayu


"Apa mas Adit boleh tinggalkan tanda kepemilikan mas di sini Ra?" tanya Adit dengan suara yang mulai berat sambil menunjuk leher Rara


Pada saat itu suara Rara seperti sulit untuk keluar dari bibirnya karena semua perasaan yang baru pertama kali dia rasakan, tapi ekspresi wajah Rara saat itu bisa menunjukkan dengan jelas apa yang dia inginkan


"Kalau di tempat yang ga terlihat, boleh kan Ra?"


Adit pun tersenyum puas karena Rara terlihat menganggukkan kepalanya walaupun setelah memalingkan wajahnya, Adit mulai melanjutkan kembali aksinya hingga kini mereka sudah dalam keadaan sama-sama polos. Adit melakukan semuanya dengan sangat lembut agar Rara juga bisa menikmati semua yang dia lakukan


Sebelum menuju ke bagian inti Adit mulai menatap ke arah Rara dengan nafas yang sudah memburu, sedangkan Rara hanya bisa memalingkan wajahnya karena merasa malu


"Ini pasti akan terasa sakit Ra, kalau kamu memang ga kuat kamu bilang ya Ra"


Rara mencengkram sprei dengan kedua tangannya untuk menahan rasa sakit yang sedang dia rasakan, bahkan air mata Rara terjatuh dengan sendirinya. Adit yang melihat hal tersebut langsung menghentikan semua gerakan yang sedang dia lakukan. Adit tak sampai hati untuk melanjutkan itu semua


"Sakit ya Ra? apa kita sudahi saja semuanya?" tanya Adit lirih


Rara langsung menatap ke arah Adit sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum


"Sumpah mas ini benar-benar sakit tapi aku ga mau kamu berhenti sekarang mas, karena aku mau menjadi istri kamu seutuhnya mas." jawab Rara penuh keyakinan


Adit pun membulatkan kedua bola matanya mendengar jawaban Rara yang penuh keyakinan


"Apa kamu yakin Ra?"

__ADS_1


Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Aku yakin rumah tangga aku sekali ini akan berbeda karena kamu benar-benar berbeda dengan dia sayang," batin Adit sambil tersenyum tipis


Adit mulai mencium bibir Rara untuk membuat Rara menjadi lebih tenang dan dia pun melanjutkan bagian inti yang sempat tertunda, Adit melakukan itu semua dengan sangat perlahan agar Rara tidak merasakan sakit yang berlebihan


Di sepanjang permainan tersebut Adit tak henti-hentinya membisikkan kata cinta terhadap Rara, itu semua membuat Rara benar-benar merasa yakin dengan perasaan yang Adit miliki untuk dirinya


Setelah mencapai pelepasan Adit pun menjatuhkan tubuhnya yang lemas tepat di samping Rara dan langsung memeluk tubuh Rara dengan sangat erat, dia berusaha untuk mengatur nafasnya terlebih dahulu sambil terus menatap ke arah Rara


Rara yang tidak menyangka bahwa dirinya bisa bersikap seliar tadi hanya bisa merasa malu dan membuang wajahnya ke arah yang berlawanan, setelah nafas Adit mulai teratur dia pun mulai menarik wajah Rara dan mencium kening Rara dengan sangat lembut


"Terima kasih ya sayang, terima kasih karena kamu menjadikan mas Adit laki-laki pertama untuk kamu." ucap Adit dengan lembut


Rara hanya bisa terdiam dan membenamkan wajahnya di dada bidang Adit, sedangkan Adit langsung mencium ujung kepala Rara dengan sangat lembut sambil tersenyum bahagia


"Apa sekarang kamu sudah percaya sama mas Adit Ra?"


Rara pun mulai mengangkat wajahnya agar kedua mata mereka dapat saling bertemu


"Maaf ya mas, seharusnya aku ga boleh punya pikiran buruk sama kamu." jawab Rara dengan wajah sedikit menyesal


Adit pun tersenyum tipis lalu mencium kening Rara dengan lembut


"Kamu ga perlu meminta maaf Ra karena saat ini mas Adit merasa bahagia, dengan kamu bersikap seperti itu mas Adit semakin yakin dengan perasaan yang kamu punya untuk mas Adit." ucap Adit dengan yakin


Setelah melalui berbagai jalan berliku di dalam hubungan mereka akhirnya mereka bisa melakukan malam pertama mereka dengan lancar

__ADS_1


__ADS_2