Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Mewujudkan Keinginan Rara


__ADS_3

Malam itu Rara pun berhias tipis untuk membuat penampilan dirinya semakin sempurna, dia hanya tidak ingin penilaian pertama di hadapan keluarga sang suami mendapatkan penilaian yang kurang baik


Adit yang melihat penampilan Rara saat itu benar-benar tidak ikhlas membiarkan Rara untuk pergi malam itu, dia pun langsung memeluk tubuh Rara dari belakang saat Rara masih di depan meja rias


"Kita ga usah pergi ya sayang"


Rara pun langsung memutar tubuhnya dan menatap ke arah Adit dengan wajah bingung


"Kenapa mas?"


"Habis kamu jadi dandan secantik ini cuma untuk ketemu Meraka, aku rasanya ga ikhlas kalau ada orang lain yang lihat kamu secantik ini." jawab Adit dengan wajah memelas


Rara pun tertawa kecil melihat Adit yang seperti itu


"Kok jadi kamu yang begini sih mas? seharusnya aku yang merengek supaya kamu membatalkan acara ini"


"Berarti kamu setuju dong sama usulan aku?" tanya Adit dengan wajah serius


Rara pun langsung menggelengkan kepalanya


"Ga boleh begitu mas, bagaimana pandangan keluarga besar kamu kalau kita sampai ga datang ke sana malam ini? apa kamu mau membuat aku nama aku jadi jelek di depan keluarga kamu?" tanya Rara dengan serius


"Lagian kamu kenapa harus dandan secantik ini sih sayang? aku jadi cemburu walaupun itu keluarga aku sendiri!!" gerutu Adit di dalam hatinya


Dengan sedikit berat hati Adit hadir ke kediaman orang tuanya dan di sana sudah berkumpul seluruh keluarga besar mereka yang berada di kota itu, satu persatu orang yang berada di sana benar-benar tidak menyangka bahwa Rara bisa terlihat secantik itu dengan dandanan yang seadanya


"Ini sih namanya curang tante," ucap salah satu sepupu Adit sambil menatap ke arah mamanya Adit


"Kenapa kamu bilang begitu?"

__ADS_1


"Kalau begini ceritanya mas Adit bisa lebih awet muda dong tante"


Semua orang yang berada di tempat itu tertawa lepas, sedangkan Adit tersenyum bangga melihat reaksi orang-orang terhadap istri kecilnya tersebut


"Sudah.. Berhenti menggoda menantu tante"


Rara hanya bisa terdiam dan merasa sedikit malu dengan semua candaan yang mereka lemparkan, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya dia benar-benar merasa bahagia karena dia di sambut dengan baik di tengah-tengah keluarga besar Erlangga


Setelah makan malam mereka kembali ke ruang keluarga dan berbincang ringan di sana, tiba-tiba saja sang mama menatap ke arah Adit dengan wajah serius


"Kata Wulan kamu sudah bilang ke Ical kalau kamu sudah berpisah sama Adel?" tanya sang mama


"Ya mah"


"Jadi semua masalah sudah clear dong, terus kapan kalian berdua mau mengumumkan tentang pernikahan kalian berdua? jangan bilang kalau kalian berencana menutupi kabar bahagia ini dari orang-orang," ucap sang mama dengan serius


Pada saat itu Rara hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya karena merasa bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut, dia bahkan tidak memiliki keberanian sama sekali untuk menatap wajah kedua orang tua Adit. Tetapi tiba-tiba saja Adit menggenggam tangan Rara, dia seolah mengingatkan Rara untuk tidak perlu cemas karena dia berada di sana


"Bagus itu sayang, mama pasti akan bantu sebisa mama. Jadi kapan kalian mau mulai merencanakan hal itu? lebih cepat lebih baik sayang"


"Sepertinya ga bisa dalam waktu dekat mah," ucap Adit dengan yakin


Jawaban yang Adit berikan membuat semua mata yang berada di dekat mereka langsung menatap ke arah Adit dengan wajah bingung, tetapi Rara menatap ke arah sang suami dengan tatapan mata haru karena sang suami telah menyelamatkan dirinya di hadapan keluarga besar Erlangga


"Kok jangan aneh-aneh Adit!! apa alasannya kamu memilih untuk menunda sesuatu yang baik?" tanya sang mama dengan tegas


Rara bisa merasakan bahwa aura di tempat itu menjadi sedikit tegang karena sang mama mertua terlihat tidak suka dengan hal tersebut, bahkan dia sedikit takut melihat ekspresi wajah sang mama mertua pada saat itu. Rara pun merasa sedikit bersalah karena telah menempatkan Adit berada di posisi tersebut


"Gimana ini? sepertinya mamanya mas Adit ga mau menunda hal ini, apa sebaiknya aku ikuti aja keinginan mamanya mas Adit? aku juga ga bisa biarin mas Adit berada di posisi yang serba salah karena mengikuti keinginan aku," batin Rara

__ADS_1


Rara pun mengeratkan genggaman tangannya dan membuat Adit menatap ke arah dirinya, ekspresi wajah Rara saat itu bisa menunjukkan dengan jelas apa yang ada di dalam benaknya pada saat itu. Tiba-tiba saja Adit tersenyum dengan hangat seolah dia sedang berkata bahwa Rara tidak perlu merasa cemas karena dia akan melindungi Rara


"Apa maksud senyuman kamu itu mas? jangan bilang kamu mau melawan keinginan mama kamu demi mengabulkan keinginan aku mas," batin Rara sambil mengerutkan keningnya


"Adit tau kalau niat mama terhadap kami berdua itu baik mah, tapi Adit benar-benar harus menunda hal ini untuk sementara waktu mah"


"Apa alasan kamu yang sebenarnya Dit?" tanya sang mama dengan tegas


"Karena aku mau membuat acara itu dengan sempurna mah jadi aku ga mau terburu-buru, aku masih harus mempersiapkan dan mempertimbangkan semuanya dengan baik." ucap Adit dengan yakin


"Alasan kamu itu terdengar aneh di telinga mama Dit, kalau cuma masalah persiapan mama bisa membantu kamu sepenuhnya. Bahkan kamu ga perlu melakukan persiapan apapun untuk acara itu"


Saat itu detak jantung Rara semakin terasa tak menentu mendengar perdebatan tersebut, dia bahkan sudah memberikan kode beberapa kali kepada Adit agar Adit mengalah untuk hal tersebut


"Ga perlu merepotkan mama, Adit masih bisa menyelesaikan semuanya dengan baik mah"


"Kalau begitu apa lagi yang menjadi pertimbangan kamu Dit?" tanya sang mama dengan tegas


"Salah satunya masalah Ical mah"


"Ical? tapi kan dia sudah tau kalau kamu sudah berpisah sama Adel dan mama dengar sebentar lagi mantan istri kamu sudah mau menikah lagi, seharusnya sudah ga ada masalah dengan Ical." ucap sang mama penuh penekanan


Adit pun tersenyum tipis


"Tapi Ical belum tau kalau Rara yang jadi istri aku saat ini mah, jadi aku harus pelan-pelan menyampaikan tentang ini sama Ical mah"


Alasan yang Adit berikan bisa di terima dengan baik oleh sang mama dan sang mama terlihat menganggukkan sedikit kepalanya


"Ya juga sih, bagaimana pun juga Rara adalah adik dari perempuan itu. Jadi Adit memang harus memberitahukan hal tersebut kepada Ical secara perlahan supaya Ical bisa mengerti," batin sang mama

__ADS_1


Adit pun bisa bernafas dengan lega karena dia merasa telah berhasil memenangkan perdebatan dengan sang mama dan mewujudkan keinginan sang istri kecilnya


__ADS_2