Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Perubahan Sikap Rara


__ADS_3

Adit benar-benar merasa bahagia dengan perubahan sikap Rara saat itu, Rara yang bersikap manja benar-benar terlihat sangat imut di mata seorang Aditya Putra Erlangga


Saat menjelang waktu makan siang tiba Adit pun mulai bersiap untuk menemui seseorang, tiba-tiba saja Rara mulai memegang ujung kemeja yang Adit gunakan pada saat itu


"Kenapa sayang?" tanya Adit dengan lembut


"Aku boleh ikut ga sayang?" tanya Rara dengan senyuman yang terlihat sangat manis


Adit membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna melihat sikap Rara yang seperti itu


"Ga boleh ya mas?" tanya Rara lirih dengan wajah yang bersedih


"Bukan ga boleh ikut sayang, tapi kamu sebenarnya kamu lagi kenapa sih sayang?"


Rara pun mulai melepaskan ujung kemeja Adit dan menundukkan kepalanya dengan wajah yang semakin bersedih


"Maaf ya mas aku pasti bikin kamu kesal, aku juga ga tau aku kenapa tapi aku cuma merasa kalau aku ga mau jauh-jauh dari kamu"


Melihat Rara yang sudah seperti itu membuat Adit langsung meletakkan tangannya di ujung kepala Rara dengan lembut


"Ayo siap-siap, tapi nanti kamu tunggu mas Adit di mobil aja ya sayang. Soalnya mas Adit mau membahas masalah perkejaan"


Rara pun mendongakkan kepalanya


"Aku beneran boleh ikut kamu mas?"


Adit pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat, tanpa menunda waktu Rara langsung bersiap-siap dengan hati yang berbunga-bunga


Sesuatu yang aneh kembali terjadi saat mereka sudah berada di dalam perjalanan karena tiba-tiba saja Rara merapatkan tubuhnya ke arah Adit, Adit pun langsung melebarkan tangannya agar Rara bisa masuk ke dalam pelukannya lalu mencium ujung kepala Rara dengan lembut


Ulah Rara tidak berhenti sampai di situ karena tiba-tiba saja dia mulai mengangkat wajahnya dan mendekatkan wajahnya ke arah leher sang suami, Adit bahkan bisa merasakan nafas Rara menyentuh kulitnya


"Kamu ngapain sih sayang?" tanya Adit dengan wajah panik


Rara pun memberikan senyuman terbaik yang dia punya


"Kamu pakai parfum apa sih mas?"

__ADS_1


"Parfum yang biasa aku pakai kok, memang kenapa sayang?"


"Wanginya enak, aku rasanya pengen cium seluruh tubuh kamu mas." jawab Rara lalu tersenyum


Adit seperti sulit untuk menelan salivanya sendiri mendengar hal tersebut, pikiran kotor pun langsung menyerang pikiran Adit saat mendengar ucapan istrinya. Tanpa rasa bersalah sama sekali Rara terlihat seperti akan melakukan hal tersebut sekali lagi, dengan cepat Adit langsung memegang kedua pipi Rara


"Jangan melakukan itu lagi sayang, apa kamu lupa kalau di depan ada orang lain? kalau kamu melakukan itu sekali lagi mas, Adit pasti ga bisa menahan diri dan langsung membawa kamu pulang. Mas Adit akan membiarkan kamu mencium seluruh tubuh mas Adit dengan bebas." bisik Adit


Rara yang merasa mendapatkan penolakan langsung mencebikkan bibirnya dan memindahkan posisi duduknya, Adit pun menatap ke arah Rara dengan perasaan yang semakin bingung. Tiba-tiba saja senyuman langsung mengembang di bibir seorang Aditya Putra Erlangga, dia pun langsung memeluk tubuh Rara dengan erat


"Jauh-jauh dari aku mas," ucap Rara dengan sinis


"Ga mau sayang"


Rara pun langsung menatap tajam ke arah sang suami


"Sehabis pertemuan ini nanti kita langsung ke rumah sakit ya sayang"


"Untuk apa mas?"


Rara pun semakin tajam menatap sang suami


"Maksud kamu apa sih mas? apa kamu mau bilang aku ga waras karena aku cium kamu?" tanya Rara dengan tegas


Adit pun tersenyum hangat


"Kamu ngomong apa sih sayang?"


"Terus apa maksud kamu?" tanya Rara dengan tegas


"Kita harus periksa karena kemungkinan besar perubahan sikap kamu ini di sebabkan kamu sedang hamil anak mas Adit sayang," jawab Adit dengan lembut


Rara pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna sambil memikirkan ucapan Adit


"Apa aku sudah hamil anak mas Adit? terus bagaimana dengan kuliah aku? masalah Ical juga belum selesai, gimana ini?" batin Rara dengan wajah cemas


Adit pun langsung mencium kening Rara dengan lembut

__ADS_1


"Ga perlu memikirkan tentang apapun sayang, mas Adit yang akan menyelesaikan semua permasalahan yang sedang kamu pikirkan." ucap Adit dengan lembut


Rara hanya bisa terdiam dan menatap ke arah Adit dengan lekat


"Apa kamu benar-benar tau apa yang sedang aku pikirkan mas? kalau aku benar-benar hamil aku bisa ambil cuti untuk kuliah aku, tapi untuk masalah Ical aku ga bisa cerita tentang itu ke kamu mas." batin Rara


Adit pun memberikan senyuman yang penuh arti dan entah mengapa Rara seolah merasa bahwa Adit benar-benar mengetahui apa yang sedang dia pikirkan pada saat itu, sedangkan tempat yang berbeda Jonathan yang berada di atas bangku kebesarannya sedang membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh Adel


"Sampai kapan kamu mau bersikap seperti ini? lebih baik kita bicarakan semuanya baik-baik, kalau kamu terus-menerus bersikap seperti ini lebih baik kita akhiri rumah tangga kita, aku ga bisa terima sikap kamu yang seperti ini"


"Kurang ajar!! berani sekali perempuan ini mengancam aku dengan perceraian!! aku ga bisa membiarkan hal tersebut sampai terjadi, karena papa tidak pernah main-main dengan ucapannya." batin Joe sambil mengeraskan rahangnya


"Kamu ada di mana? sekarang juga aku akan menemui kamu untuk membahas masalah ini"


Adel pun memberitahukan bahwa dia berada di kediaman mereka, Jonathan pun langsung bangkit dari duduknya dan menuju ke kediamannya. Jonathan memaksa otaknya untuk memikirkan jalan keluar terbaik


Sedangkan Adit sedang berada di dalam sebuah ruangan VVIP untuk membahas sebuah pekerjaan yang sangat penting, dengan setia Rara menunggu Adit di dalam mobil dan memainkan ponselnya


Saat Jonathan tiba di kediamannya dia pun langsung mencari keberadaan Adel dan Adel sedang berada di dalam kamar mereka, Jonathan pun berdiri di ambang pintu dengan tatapan mata yang tajam


"Apa maksud pesan yang kamu kirim? apa kamu pikir sebuah pernikahan hanya sebuah permainan yang bisa di akhiri dengan mudah?"


Adel pun tersenyum dengan sinis


"Seharusnya aku yang bilang seperti itu sama kamu, apa kamu bisa berbuat sesuka hati kamu setelah kamu memiliki aku?"


"Kamu bilang aku berbuat sesuka hati aku, kamu ga tau apa yang sudah aku pertaruhkan untuk mendapatkan izin menikah sama kamu." ucap Joe dengan tegas


"Apa maksud kamu Joe?"


"Aku akan kehilangan posisi aku sebagai pemimpin keluarga Perkasa kalau rumah tangga kita ga berhasil, dan aku menyetujui hal itu karena aku benar-benar mau membina rumah tangga sama kamu." jawab Joe dengan tegas


Adel hanya bisa terdiam mendengar hal tersebut


"Jadi itu alasan keluarga besar Joe bisa menerima keberadaan aku dengan baik? tapi apa yang sudah aku lakukan dengan laki-laki yang sudah berbuat sebanyak itu untuk aku?" batin Adel


Jonathan tersenyum puas di dalam hatinya melihat Adel yang sudah seperti itu, sedangkan Adel lagi-lagi bisa di bohongi laki-laki tersebut dengan mudahnya

__ADS_1


__ADS_2