
Cukup lama juga Adit hanya terdiam karena ucapan Rara saat itu menjadi sebuah tamparan yang sangat keras bagi seorang Aditya Putra Erlangga
"Mas Adit minta maaf sama kamu ya Ra karena selama kita menikah mas Adit belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu," ucap Adit lalu tersenyum
Rara pun hanya bisa tersenyum getir
"Tapi paling ga selama ini mas Adit ga pernah pakai kekerasan sama kamu Ra, kalau yang kamu lakukan sama mas Adit barusan udah penganiayaan Ra." ucap Adit dengan hati-hati
"Akh!!" teriak Rara
Rara mendudukkan tubuhnya kembali di atas lantai dengan posisi seperti tadi, dia pun mulai menangis dengan sangat hebat tanpa harus menahan suara tangisannya. Beban di dalam hatinya sudah terlalu banyak dan dia butuh untuk meluapkan itu semua
Saat itu hati Adit ikut terasa sakit saat melihat Rara menangis dengan hebat, ingin sekali rasanya dia memeluk tubuh mungil sang istri pada saat itu. Tetapi Adit belum memiliki keberanian sebesar itu, dia pun memilih untuk mendudukkan tubuhnya tepat di samping Rara
"Mas Adit minta maaf sama kamu ya Ra, mungkin selama kita menikah sikap mas Adit sudah keterlaluan sama kamu. Tanpa sadar mas Adit melimpahkan semua kemarahan mas Adit sama kamu," ucap Adit dengan lembut
Mendengar permintaan maaf dari Adit membuat Rara menangis semakin hebat
"Apa aku harus menangis seperti ini dulu mas baru kamu mau minta maaf? kenapa semua orang ga ada yang mau mendengarkan penjelasan aku? aku memang ga melakukan kesalahan apapun malam itu," ucap Rara di dalam hatinya
Adit yang benar-benar merasa bersalah memilih untuk setia terus menemani di samping Rara, dia terus menatap ke arah Rara dengan wajah penuh penyesalan
"Maafin semua kesalahan mas Adit selama ini ya Ra, pasti semua yang mas Adit lakukan selama ini membuat kamu harus memendam perasaan sakit yang teramat dalam. Mas Adit benar-benar minta maaf sama kamu ya Ra, mas Adit janji akan mulai merubah sikap mas Adit ke kamu Ra." ucap Adit di dalam hatinya
__ADS_1
Kedua orang tersebut hanya bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan di dalam hati mereka masing-masing, tetapi yang pasti Adit sudah merasa yakin bahwa dia tidak ingin lagi melihat Rara bersedih hingga menangis seperti itu. Adit sudah membulatkan tekadnya untuk memperbaiki hubungan antara dirinya dan Rara
Rara masih setia dengan posisi yang sama dan tangisannya, sedangkan Adit akhirnya menyadari bahwa saat itu dapurnya sudah berubah menjadi berantakan akibat ulah Rara
"Aku ga sangka ternyata Rara kalau lagi ngamuk mengerikan juga, dapur aku sekarang udah seperti kapal pecah karena ulah Rara." ucap Adit di dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya
Adit pun menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu mulai memunguti satu persatu bahan makanan yang tercecer di lantai, dia pun membuang itu semua ke dalam tempat sampah
Setelah cukup lama akhirnya Rara pun mulai merasa tenang dan saat dia mengangkat wajahnya, dia melihat Adit masih merapikan barang-barang yang berserakan
"Sebaiknya kamu masuk ke dalam kamar kamu aja mas, biar aku yang bersihin semuanya." ucap Rara masih dengan suara yang terputus-putus
Adit pun menatap ke arah Rara sambil tersenyum
"Memang kamu sudah selesai nangisnya Ra?"
"Maaf Ra, mas Adit cuma bercanda kok. Ya udah mas Adit bantuin bersihin biar cepat selesai, jadi kamu juga bisa cepat mulai masak. Apa kamu tega lihat mas Adit berangkat kerja dengan perut yang kosong?" ucap Adit dengan lembut lalu tersenyum
Pada saat itu dia mungkin saja baru menangis hebat karena ulah Adit, tapi dia tidak bisa berbohong bahwa suasana yang tercipta di antara mereka berdua menjadi jauh lebih baik. Bahkan pada saat itu Rara seperti bisa melihat sosok Adit yang dulu kala
"Apa cuma perasaan aku aja ya? kelihatannya masa Adit jadi merubah sikapnya, atau mungkin karena mas Adit merasa bersalah karena aku habis nangis di depan dia." ucap Rara di dalam hatinya
Mereka mulai merapikan semua barang-barang yang berantakan secara bersamaan, setelah selesai Rara pun mulai memasak untuk sarapan sang suami. Sedangkan Adit memilih untuk mendudukkan tubuhnya di ruang tamu
__ADS_1
Adit tak henti-hentinya mencuri pandang ke arah Rara yang sedang serius dengan semua yang sedang dia lakukan, senyuman tipis selalu hadir dengan sendirinya di bibir Adit pada saat itu
"Apa aku benar-benar harus membuka lembaran baru sama anak kecil ini? tapi sepertinya akan terasa seru kalau jalani hidup sama dia, sebaiknya nanti aku ajak dia bicara baik-baik. Kalau Rara ga merasa keberatan, maka aku juga akan mulai belajar menjadikan dia sebagai seorang istri yang sesungguhnya." ucap Adit di dalam hatinya
Sisa waktu di pagi itu di lalui dengan damai tanpa ada keributan selanjutnya, Adit juga meminta Rara untuk menemani dirinya sarapan seperti di waktu awal mereka tinggal bersama. Di sela makan mereka Adit pun mulai membuka suara
"Selesai sarapan kita ngobrol dulu sebentar ya Ra, ada yang harus kita perjelas dulu." ucap Adit dengan lembut
Rara pun hanya menjawab dengan anggukan kepalanya walau pun dia sendiri belum bisa membaca arah pikiran Adit pada saat itu
"Sebenarnya apa yang mau di bahas sama mas Adit ya? jangan-jangan dia mau marahin aku masalah tadi, ya udah lah berani berbuat harus berani bertanggung jawab." ucap Rara di dalam hatinya
Selesai sarapan Adit pun langsung mengajak Rara untuk duduk di ruang tamu
"Sekali lagi mas Adit mau minta maaf kalau seandainya selama ini tanpa sadar membuat kamu sakit hati"
Rara pun hanya bisa terdiam sambil menatap ke arah Adit dengan wajah serius
"Apa kamu mau memaafkan semua kesalahan masa Adit Ra?" tanya Adit dengan serius
"Rara sudah maafin kok mas, gimana juga Rara ga bisa salahin mas Adit sepenuhnya." ucap Rara dengan tulus
"Dia bilang dia udah maafin aku dan ga menyalahkan aku sepenuhnya atas semua perbuatan aku selama ini, berarti aku memang punya kesempatan untuk memulai semuanya sama anak ini." ucap Adit sambil tersenyum tipis
__ADS_1
"Jadi kamu ga menaruh dendam untuk semua ucapan mas Adit selama ini sama kamu kan Ra?"
Rara pun tersenyum dengan tulus dan menganggukkan kepalanya, saat itu Adit di buat melambung tinggi karena merasa dirinya masih memiliki sebuah kesempatan untuk menjadikan Rara sebagai seorang istri yang sesungguhnya