
Setelah hari itu Rara bisa menjalani hari-harinya dengan sangat baik, Adit pun mulai aktif untuk mengirimkan kabar tentang apapun yang sedang dia lakukan di luar rumah. Hal tersebut dia lakukan agar hubungan mereka bisa menjadi semakin dekat dengan sendirinya
Adit menyadari bahwa saat itu Rara sudah memiliki sedikit hati kepada dirinya, tetapi dia tidak mengetahui bahwa istrinya sudah mulai memberikan seluruh hatinya untuk sang suami. Detik demi detik terus berlalu hingga hari weekend sudah berada di depan mata, Adit pun segera menghubungi sang buah hati
"Halo pah"
"Halo sayang, gimana kabar kamu?"
"Aku baik pah, papa sendiri gimana kabarnya?"
"Papa ga baik sayang"
"Apa papa lagi sakit?" tanya Haikal dengan nada suara yang terdengar cemas
Adit pun tersenyum tipis mendengar ucapan sang buah hati
"Papa ga sakit kok sayang, cuma papa kangen banget sama kamu." ucap Adit dengan lembut
"Aduh!! papa bikin aku takut aja," protes Haikal dari seberang sana
"Maaf ya sayang tapi papa ga bohong kok, papa beneran kangen sama kamu"
"Papa selalu bilang kangen sama aku kalau di telepon, tapi papa ga pernah mau pulang ke rumah." jawab Haikal dengan suara lirih
"Maafin papa ya sayang, kalau gitu apa besok kamu mau keluar sama papa? kita liburan yuk sayang"
"Liburan kemana pah?" tanya Haikal dengan bersemangat
Haikal hanyalah seorang anak kecil yang masih polos, dengan sangat mudahnya seorang Aditya Putra Erlangga bisa mengalihkan suasana hati anak tersebut
"Kamu maunya kita liburan kemana sayang? papa pasti ikut mau kamu"
Untuk sesaat Haikal terlihat terdiam karena memikirkan hal tersebut
"Kita nginap di vila papa aja yuk"
"Kamu mau kita nginap di sana sayang?"
"Iya pah, Ical udah lama ga ke sana." jawab Haikal bersemangat
"Boleh sayang, berarti besok kita nginap di sana ya"
"Asik!!" teriak Haikal di seberang sana
__ADS_1
Adit pun tersenyum tipis mendengar sang buah hati berbahagia
"Biasanya aku pasti tinggalin Rara sendirian kalau aku lagi jalan sama Ical, apa sebaiknya aku mulai mendekatkan mereka dari sekarang ya?" ucap Adit di dalam hatinya
"Ical papa boleh tanya sesuatu sama kamu ga sayang?"
"Papa mau tanya apa pah?"
"Kamu kangen sama tante Rara ga sayang?"
"Kangen sih pah, tapi mama bilang aku ga boleh ganggu tante Rara soalnya tante Rara lagi sibuk sama sekolahnya. Jadi aku ga berani mau telepon tante Rara terus tante Rara juga ga pernah telepon aku pah." jawab Haikal dengan polosnya
"Gimana kalau liburan ini kita coba ajak tante Rara juga sayang?"
"Aku sih mau banget pah, tapi apa tante Rara mau ikut sama kita pah?"
"Nanti coba biar papa yang ngomong sama tante Rara ya"
"Wah!! pasti jadi makin seru liburan kita kalau tante Rara mau ikut juga pah," ucap Haikal dengan bersemangat
"Kalau makin ramai pasti makin seru dong sayang"
"Kalau begitu kita ajak mama juga ya pah," ucap Haikal dengan polosnya
"Kalau untuk mama kamu papa kurang tau sayang, papa takutnya mama kamu ada kerjaan. Gimana kalau kamu aja yang tanya ke mama kamu sayang?"
Adit memilih untuk membiarkan sang buah hati yang bertanya hal tersebut kepada Adel, karena dia tidak ingin mematahkan semangat sang buah hati karena dia yakin bila Adel pasti akan menolak untuk bergabung bersama mereka
Cukup lama Adit berbincang bersama sang buah hati dan terus bercanda ringan agar sang buah hati bisa tertawa dan merasa bahagia, setelah cukup puas Adit pun mengakhiri percakapan mereka dan langsung menghubungi Rara
"Halo mas"
"Kamu ada di mana Ra?"
"Aku baru aja sampai apartemen mas, ada apa ya mas?"
"Apa kamu mau ikut aku sama Ical main ke villa yang dulu kita pernah datangi itu Ra?"
Mendengar pertanyaan dari Adit membuat Rara langsung terdiam karena perasaan bingung
"Ra..."
"Ya mas"
__ADS_1
"Gimana? kamu mau ga ikut liburan sama kami?"
"Aku bukan ga mau ikut liburan sama kalian mas, tapi apa mbak Adel kasih ijin aku ketemu sama Ical?" tanya Rara lirih
"Apapun alasannya Adel ga berhak untuk melarang kamu dekat sama Ical Ra, karena kamu sekarang sudah menjadi istri aku yang berarti Ical juga sudah menjadi anak kamu Ra. Tapi aku ga bisa bilang itu ke kamu, karena kamu pasti memikirkan perasaan kakak kamu itu." ucap Adit di dalam hatinya
"Kalau untuk masalah Adel kamu ga usah pikirin ya Ra, nanti biar mas Adit yang ngomong sama Adel." ucap Adit dengan yakin
"Ya mas"
"Kamu sendiri mau ikut liburan sama kami ga Ra?" tanya Adit dengan lembut
"Kalau mbak Adel kasih ijin aku mau ikut mas, aku juga udah kangen banget sama Ical." ucap Rara bersemangat
Adit pun tersenyum puas mendengar hal tersebut
"Sepertinya pilihan aku untuk membuka lembaran baru bersama kamu memang ga salah Ra," ucap Adit di dalam hatinya sambil tersenyum tipis
Setelah memutuskan sambungan teleponnya Adit pun langsung menghubungi Adel dan memberitahukan tentang hal tersebut, tetapi bagi seorang Adel apapun yang akan di lakukan oleh Adit sudah tidak ada urusan dengan dirinya sama sekali
Saat Adel tiba di kediamannya tentu saja Haikal langsung menghampiri dirinya dan mengatakan tentang rencana liburan mereka, dengan polosnya anak tersebut meminta sang ibu untuk ikut bergabung bersama mereka. Tetapi Adel menolak ajakan sang anak dengan alasan pekerjaan
Di tempat yang berbeda Adit baru saja tiba di apartemennya dan langsung di sambut oleh Rara dengan wajah cemas, melihat Rara yang seperti itu membuat seorang Adit langsung menjadi panik
"Kamu kenapa Ra? apa kamu lagi ada masalah?"
Rara pun menggelengkan kepalanya dengan perasaan bingung melihat sikap Adit yang seperti itu
"Apa kamu sakit?" tanya Adit lalu meletakkan tangannya di kening Rara
"Tapi badan kamu ga panas Ra," lanjut Adit dengan wajah bingung
"Ga mungkin panas mas, orang aku ga sakit sama sekali." jawab Rara dengan tegas
"Terus kenapa muka kamu tadi kelihatan begitu?" tanya Adit sambil mengerutkan keningnya karena merasa bingung
"Aku cuma mau tanya, apa mbak Adel kasih ijin aku ketemu sama Ical mas?"
Adit benar-benar tidak bisa percaya mendengar ucapan Rara pada saat itu dan dia semakin yakin bahwa Rara menyayangi buah hatinya
"Jadi kamu sampai kelihatan seperti tadi cuma karena memikirkan masalah ini?"
Rara pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali
__ADS_1
"Kamu benar-benar perempuan baik Ra, aku benar-benar menyesal kemarin sempat bersikap seperti itu sama kamu." ucap Adit di dalam hatinya sambil tersenyum
"Maaf ya Ra," ucap Adit dengan tulus