
Adel menatap ke arah suaminya dengan perasaan bersalah dan Jonathan terus memainkan perannya dengan baik
"Kamu bohong kan sayang?" tanya Adel lirih
"Aku bisa ajak kamu ketemu papa untuk menanyakan tentang hal ini, jadi coba kamu bayangkan perasaan aku saat aku menerima kenyataan yang sudah kamu lakukan di belakang aku"
"Tapi kamu membuat aku berada di posisi yang sulit sayang"
Jonathan pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Tapi sekarang keadaannya sudah berbeda Adel, kamu ga bisa meminta aku tetap menerima anak kamu dengan baik setelah apa yang kamu lakukan itu." ucap Joe dengan tegas
Adel pun hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya, kedua orang itu tidak menyadari bahwa anak yang sedang mereka bahas sudah kembali ke rumah mewah tersebut dan mendengar percakapan mereka dengan jelas
"Apa kamu ga bisa kasih aku pilihan lain sayang?" tanya Adel lirih
"Sekarang terserah kamu Adel, kamu mau memilih kita tetap bersama tanpa anak itu atau kita akhiri rumah tangga sampai di sini. Aku sudah ga perduli kalau aku harus kehilangan posisi aku saat ini," ucap Joe dengan tegas
Haikal yang mendengar itu semua memilih untuk segera melarikan diri ke dalam kamarnya, dia hanya lah seorang anak kecil yang berniat untuk menjaga sang mama. Tetapi kini dia mengetahui bahwa keberadaan dirinya di samping sang mama membuat sang mama berada di posisi yang sulit
Adel pun menjatuhkan air matanya karena tidak sanggup untuk memilih salah satu dari mereka, di satu sisi dia merasa bersalah jika harus berpisah dengan Jonathan tetapi di sisi lain dia juga tidak sanggup melepaskan Haikal
"Kenapa kamu harus bersikap seperti ini sayang? kamu harus bisa memahami posisi aku sebagai seorang ibu, kenapa kamu memaksa aku melepaskan anak aku?" tanya Adel lirih
Jonathan yang merasa sudah menang pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Adel dan memeluk tubuh Adel dengan sangat erat
"Aku ga ada niat sedikit pun untuk menyakiti hati kamu sayang, tapi kamu yang memaksa aku berada di posisi seperti itu"
Adel pun mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah sang suami
"Tolong jangan paksa aku memilih sayang, aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan rumah tangga kita. Tapi aku mohon jangan meminta aku untuk melepaskan Ical"
Jonathan melanjutkan aktingnya dengan sangat baik, dia pun seolah menerima permintaan yang Adel berikan dengan baik. Sikap Jonathan yang seperti itu membuat Adel semakin mencintai laki-laki licik tersebut
__ADS_1
Di saat Adel sedang merasa bahagia karena merasa sang suami sudah menyetujui keinginan dirinya, di dalam kamarnya Haikal meraih ponselnya dan menghubungi Rara
"Halo sayang"
"Apa mama bisa jemput aku mah?"
"Jemput kamu dari mana sayang?" tanya Rara dengan serius
"Jemput dari rumah mama Adel, aku mau tinggal sama papa dan mama Rara aja. Apa aku boleh tinggal di sana mah?" tanya Haikal lirih
"Apa kamu baik-baik aja sayang?"
"Aku baik mah, mama Rara bisa kan jemput aku sekarang juga?"
"Iya sayang, sekarang juga mama ke sana untuk menjemput kamu ya"
"Terima kasih ya mah"
"Apa ga sebaiknya kita menunggu pak Adit terlebih dahulu bu?"
"Biar saya yang kirim pesan ke pak Adit," jawab Rara dengan tegas
"Baik bu"
Beberapa pengawal pribadi mendampingi Rara ke arah kediaman Jonathan, sedangkan yang tersisa di tempat itu langsung memberitahukan hal tersebut kepada sang pemimpin pengawal pribadi yang berada di dekat Adit. Orang tersebut pun langsung membisikkan tentang yang Rara lakukan kepada Adit
Adit yang mendengar hal tersebut hanya bisa memerintahkan untuk menjaga Rara dengan baik, rasanya Adit ingin mengakhiri pertemuan tersebut jika saat itu dia tidak sedang melakukan penanda tanganan sebuah perjanjian kerja sama yang sangat penting
Adit berusaha sekuat mungkin agar dia bisa segera mengakhiri pertemuan tersebut, tetapi di tempat yang berbeda Rara sudah tiba di kediaman Jonathan. Rara pun mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Adel
Adel pun segera menemui Rara yang sudah berada di ruang tamu, sudah pasti Jonathan ikut mendampingi Rara karena dia ingin melihat wajah cantik Rara
"Ada apa kamu mau ketemu sama mbak?"
__ADS_1
"Aku cuma mau meminta izin untuk membawa Ical dari sini mbak," jawab Rara dengan tegas
Mendengar hal tersebut membuat Adel langsung naik darah dan menatap Rara dengan tatapan membunuhnya
"Apa maksud kamu Ra? kenapa semakin lama kamu semakin melebihi batas?" tanya Adel sedikit berteriak
"Aku rasa aku ga melebihi batasan aku mbak, untuk menghormati kamu aku masih meminta izin sebelum membawa Ical pergi dari sini." jawab Rara dengan tegas
Adel yang biasanya terlihat tenang tidak bisa mengendalikan emosinya melihat sikap Rara, dia pun langsung bangkit dan menerjang tubuh Rara. Sontak saja hal tersebut membuat para pengawal pribadi dan Jonathan langsung menarik tubuh Adel, Jonathan pun langsung memeluk tubuh Adel dengan erat
"Lepasin aku sayang, anak ini semakin lama semakin kurang ajar!! dia pikir dia siapa? apa hak dia melakukan hal itu!!" teriak Adel
"Kamu harus bisa bersikap tenang Adel, semua bisa di bicarakan dengan baik-baik. Jangan membuat malu dengan sikap kamu yang seperti itu." ucap Joe dengan penuh penekanan
Adel yang tersadar pun langsung mendudukkan tubuhnya dan menatap ke arah Rara dengan tatapan membunuhnya, sedangkan para pengawal pribadi terlihat khawatir melihat ada sebuah cakaran di pipi Rara
"Anda baik-baik saja bu?"
"Saya baik-baik saja," jawab Rara lalu tersenyum
Para pengawal pribadi tersebut merasa menyesal telah gagal melindungi Rara dengan baik
" Apa sebaiknya kita langsung membawa den Haikal aja bu? saya rasa perempuan ini tidak bisa di ajak bicara baik-baik"
"Bagaimana pun juga perempuan ini adalah kakak saya, itu alasannya saya tetap ingin menghargai dia dengan meminta izin." jawab Rara dengan tegas
"Baik bu"
Para pengawal pribadi yang mengikuti Rara kini berdiri siaga tepat di samping Rara, mereka hanya tidak mau lagi kecolongan dan akan berada di posisi yang salah di mata seorang Aditya Putra Erlangga
"Apa kamu sudah puas melampiaskan amarah kamu mbak? aku datang untuk menjemput Ical karena permintaan Ical, aku menemui kamu hanya untuk menghargai kamu karena kamu adalah kakak aku. Tapi kalau kamu bersikap berlebihan seperti tadi, maka aku juga tidak akan bersikap segan lagi terhadap kamu mbak." ucap Rara dengan tegas
Pada saat itu Rara menunjukkan sikap yang berani tanpa ada terselip perasaan takut sama sekali dari tatapan matanya
__ADS_1