
Setelah selesai bekerja Dirga langsung menuju ke rumah mewah tersebut, dia benar-benar tidak menyangka sang adik bisa tinggal di tempat yang sangat mewah seperti itu. Sedangkan semua orang di tempat itu terlihat hormat kepada Dirga karena Adit sudah mengatakan tentang kehadiran dia di tempat itu
"Astaga Ra rumah kamu sudah seperti istana, mas Dirga rasa ini adalah bayaran yang setimpal untuk rasa sakit kamu selama ini." batin Dirga sambil tersenyum
Dirga pun langsung di arahkan ke ruang tamu dan tak lama kemudian Rara sudah berada di hadapannya dengan senyuman yang terlihat canggung
"Mas..."
Jauh di dalam lubuk hati Rara tersimpan sedikit perasaan takut karena untuk pertama kalinya dia melihat ekspresi wajah Dirga yang seperti itu
"Aku minta maaf ya mas," ucap Rara lirih dengan wajah bersalah
"Apa kamu tau kesalahan yang sudah kamu perbuat Ra?" tanya Dirga penuh penekanan
"Ya mas," jawab Rara sambil menundukkan kepalanya
"Apa kamu sudah ga anggap mas Dirga ini sebagai kakak kamu Ra? kenapa kamu ga pulang ke rumah mas Dirga aja? kenapa kamu memilih untuk menghilang begitu aja?"
"Maaf ya mas"
Rentetan pertanyaan dari Dirga membuat Rara tidak bisa memberikan jawaban apapun pada saat itu, hanya kata maaf yang bisa keluar dari mulut Rara pada saat itu
"Sebenarnya kamu pergi ke mana saat itu Ra? kamu juga matiin handphone kamu, mas Dirga jadi sulit untuk mendapatkan kabar kamu"
Suara Dirga yang mulai melemah membuat Rara Bernai untuk mengangkat wajahnya
"Waktu itu aku cuma banyak pikiran karena kuliah mas, jadi aku putuskan pergi karena aku butuh waktu untuk tenang"
Pada saat itu Rara berniat untuk menyembunyikan tentang apa yang telah terjadi, dia hanya tidak ingin mengumbar keburukan sang suami kepada orang lain. Tetapi Dirga langsung menatap Rara dengan tajam
"Kamu tau Ra kalau kamu ga pintar untuk berbohong, lagi pula ngapain kamu harus bohong sama Dirga?"
"Maksud kamu apa ya mas?" tanya Rara dengan senyuman canggung
"Apa kamu pikir mas Adit ga mengakui yang sudah dia lakukan sama kamu?"
__ADS_1
"Jadi mas Adit cerita sama mas Dirga? tapi sejauh apa dia cerita ke mas Dirga? ga mungkin kan mas Adit mengakui kesalahan mas Adit malam itu, itu sama aja mas Adit membuka keburukan dia sendiri." ucap Rara di dalam hatinya
"Kenapa diam? kenapa kamu bohong Ra? apa mas Dirga harus bilang sejauh apa mas Adit mengakui kesalahan dia?"
"Bukan begitu mas, tapi..."
"Mas Adit sudah cerita semua kesalahan sudah dia lakukan sama kamu Ra, termasuk alasan kamu akhirnya memilih untuk pergi." ucap Dirga dengan lirih
"Maaf ya mas aku ga bermaksud untuk berbohong sama kamu, tapi aku..."
"Mas Dirga paham kok Ra, itu memang yang harus kamu lakukan sebagai seorang istri." ucap Dirga dengan yakin
"Maaf ya mas"
Dirga pun tersenyum dengan hangat karena dia yakin bahwa sang adik sudah bisa menjadi sosok seorang istri yang baik
"Apa kamu tau apa aja mas Adit lakukan selama kamu menghilang Ra?"
Rara pun menggelengkan kepalanya
"Hal paling besar yang dia lakukan supaya bisa cepat menemukan kamu adalah kembali ke keluarga besar Erlangga, dia memilih untuk melepaskan perusahaan yang selama ini sudah dia rintis Ra"
"Kamu ga bohong mas? bukannya mas Adit membangun perusahaan itu dari nol"
"Ya, tapi dia ga bisa menemukan kamu kekuatan dia saat itu. Mas Adit terpaksa kembali ke keluarga besarnya cuma untuk mencari kamu." ucap Dirga penuh keyakinan
"Pantas sekarang mas Adit pergi ke mana-mana di kawal orang banyak," ucap Rara di dalam hatinya
"Asal kamu tau ya Ra, karena kepergian kamu mas Dirga juga kena imbasnya." ucap Dirga lirih
Rara pun langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena merasa salah paham, Rara berpikir bahwa Adit tetap tidak melepaskan keluarganya setelah kepergian dirinya
"Apa yang mas Adit lakukan sama kamu mas?" tanya Rara penuh penekanan
"Apa kamu ga bisa lihat penampilan mas Dirga yang sekarang?"
__ADS_1
Rara pun mulai memperhatikan penampilan Dirga pada saat itu yang terlihat jauh lebih rapi, bahkan terlihat sangat berbeda dengan penampilan Dirga yang biasanya
"Kamu sekarang kelihatan lebih rapi ya mas, ya ampun aku baru sadar kamu pakai dasi segala." ucap Rara lalu tertawa kecil
Dirga pun langsung memasang wajah malas
"Karena sekarang mas Dirga yang mengelola perusahaan mas Adit Ra"
Rara pun hanya bisa terdiam karena merasa terkejut
"Terkadang mas Dirga suka merasa takut karena tanggung jawabnya besar Ra, ini sebuah perusahaan bukan warung di pinggir jalan." lanjut Dirga lirih
"Maksud kamu apa sih mas? kenapa kamu jadi mengelola perusahaan mas Adit?"
"Ya semua karena ulah kamu Ra, mas Adit meminta mas Dirga untuk mengelola perusahaan dia karena dia harus memegang perusahaan keluarganya." jelas Dirga
Rara hanya bisa terdiam dengan wajah tidak percaya
"Astaga!! aku ga menyangka ternyata kepergian aku membuat banyak masalah untuk banyak orang," batin Rara
"Mas Dirga harap kamu ga mengulangi kesalahan kamu yang kemarin Ra, kalau ada masalah apapun di bicarakan baik-baik. Kalau seandainya kamu memang menyerah, masih ada mas Dirga yang akan selalu menyambut kamu dengan baik Ra." ucap Dirga dengan wajah serius
Rara hanya bisa terdiam mendengar itu semua
"Apa kamu tau yang paling membuat mas Dirga salut sama mas Adit Ra?"
Rara pun menggelengkan kepalanya
"Karena mas Adit berani untuk mengakui semua kesalahannya dia sama kamu Ra, termasuk kesalahan mas Adit di malam itu"
Rara sama sekali tak bisa berkata apapun pada saat itu, dia benar-benar tidak menyangka bahwa seorang Aditya Putra Erlangga bisa berbuat sampai sejauh itu
"Mas Dirga yakin kalau mas Adit laki-laki yang baik untuk kamu, tapi jangan kamu pikir mas Dirga sedang membela mas Adit ya Ra. Itu karena mas Dirga bisa melihat ketulusan di mata mas Adit," lanjut Dirga
Dirga terus menasehati sang adik agar tidak pernah mengulangi apa yang telah dia lakukan, kalau pun ternyata Adit bukanlah orang tepat bagi sang adik dia berharap agar sang adik kembali ke dirinya
__ADS_1
Sedangkan Rara benar-benar merasa bahagia karena kini dia tau bukan hanya Dirga yang perduli dengan dirinya, ternyata masih ada Adit yang sangat perduli dengan dirinya
"Sekarang aku bisa merasa lebih tenang karena ada dua orang laki-laki yang akan selalu menjaga aku," batin Rara sambil tersenyum