Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Hanya Sebatas Kakak


__ADS_3

Adit menatap ke arah Rara dengan tatapan mata yang terlihat lembut


"Apa ada sesuatu yang mau kamu minta dari mas Adit Ra?"


Mendengar pertanyaan dari Adit pada saat itu membuat Rara langsung memasang wajah bingung


"Ayo Ra bilang kalau kamu mau mas Adit bersikap layaknya seperti seorang suami," ucap Adit di dalam hatinya dengan penuh harap


Entah apa yang ada di dalam pikiran Adit pada saat itu karena dia berharap agar Rara mengatakan hal tersebut, itu adalah sesuatu yang mustahil terjadi karena tidak mungkin Rara mempunyai keberanian sebesar itu


"Maksud kamu gimana ya mas?"


"Ya siapa tau ada yang mau kamu minta dari mas Adit, entah mas Adit merubah sikap mas Adit atau apapun lah"


"Apa aku beneran boleh bilang mas?" tanya Rara dengan ragu-ragu


Adit pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Aku cuma berharap mas Adit bersikap seperti dulu lagi mas, mas Adit yang dulu ga pernah berkata kasar dan aku benar-benar suka melihat mas Adit yang dulu." ucap Rara dengan yakin


"Pasti Ra mas Adit janji akan mulai belajar untuk bersikap seperti dulu lagi sama kamu Ra, mas Adit bahkan akan memberikan semua yang terbaik untuk kamu Ra. Karena kamu istri mas Adit yang sah saat ini," ucap Adit di dalam hatinya dengan menggebu-gebu


Pada saat itu Adit benar-benar sudah merasa menang di atas angin, dia yakin bahwa selanjutnya kehidupan mereka berdua akan jauh lebih baik


"Karena aku melihat sosok mas Adit yang dulu sama persis dengan sosok mas Dirga, kadang aku sampai lupa kalau mas Adit itu cuma kakak ipar. Aku benar-benar merasa mas Adit seperti kakak kandung aku sendiri dan aku mau mas Adit yang seperti itu," lanjut Rara


Dan dalam sekejap mata Rara berhasil membuat hati seorang Aditya Putra Erlangga yang sedang terbang bebas menjadi jatuh hingga ke titik terendah

__ADS_1


"Jadi maksudnya dia cuma anggap aku sebagai seorang kakak dan ga lebih, jadi cuma aku yang berharap bisa menjalani kehidupan sebagai sepasang suami istri." lirih Adit di dalam hatinya


Adit pun membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap Rara dengan lembut


"Mas Adit janji mulai sekarang mas Adit akan mulai merubah sikap mas Adit ke kamu Ra, tapi gimana juga saat ini kita sudah terikat status pernikahan Ra. Jadi mas Adit minta selama kamu masih menjadi istri mas Adit, kamu tetap tau batasan-batasan kamu di luar sana ya." ucap Adit dengan lembut


"Ya mas," jawab m Rara dengan tulus


"Untuk ke depannya kita harus belajar untuk jalankan peran kita dengan baik tanpa harus saling menyakiti Ra, jadi saat nanti kita berpisah karena alasan apapun kita bisa berpisah dengan cara baik-baik. Apa kamu setuju Ra?" lanjut Adit


Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya, karena dia pikir setidaknya dengan seperti itu akan jauh lebih baik dari pada sikap yang Adit tunjukkan selama ini


"Apa masih ada hal lain yang mau kamu minta dari mas Adit Ra?" tanya Adit dengan serius


Rara pun menggelengkan kepalanya


"Mas Adit mau minta apa sama aku mas?"


"Mas Adit minta kamu harus pintar untuk menjaga diri karena kamu seorang perempuan Ra, mas Adit harap kamu ga membiarkan laki-laki lain untuk menyentuh kamu walaupun hanya sebatas memegang kepala kamu"


"Maksud kamu gimana ya mas?" tanya Rara dengan polosnya


"Maksud mas Adit sebelum kamu yakin laki-laki yang sedang dekat sama kamu akan menjadi pasangan hidup kamu, jangan biarkan laki-laki manapun memegang tubuh kamu walau cuma sebatas kepala kamu yang di pegang." ucap Adit dengan tegas


Pada saat itu sesungguhnya Rara belum memahami arah ucapan Adit, tetapi dia lebih memilih untuk mengiyakan ucapan Adit karena dia yakin dia juga tidak akan membiarkan tubuhnya di sentuh oleh laki-laki secara sembarangan


"Ya sudah kalau begitu mas Adit berangkat kerja dulu ya Ra"

__ADS_1


Adit pun segera bangkit dari duduknya dan bersiap untuk berangkat kerja, tetapi yang Rara lakukan pada saat itu hanya terdiam di tempat yang sama


Pasa saat itu Rara masih belum bisa percaya bahwa kehidupan yang dia jalani akan berubah menjadi lebih baik dalam waktu yang secepat itu, Adit pun tersenyum tipis melihat istri kecilnya yang sedang melamun


"Apa sebagai seorang istri yang baik kamu ga mau antar suaminya berangkat kerja Ra?" tanya Adit dengan lembut


Rara yang tersadar pun segera bangkit dari duduknya dan mengantarkan Adit hingga ke pintu, saat di depan pintu Adit langsung memberikan tangan kanannya tanda dia meminta Rara untuk mencium punggung tangannya. Rara pun mengikuti keinginan Adit dan mencium punggung tangan Adit dengan tulus


"Mas berangkat ya," ucap Adit dengan lembut lalu tersenyum hangat


"Hati-hati di jalan ya mas"


Adit pun tersenyum hangat lalu mulai meninggalkan apartemen tersebut, sedangkan Rara hanya terdiam dan terus memandangi punggung Adit dengan tatapan mata yang lekat


"Seharusnya aku merasa bahagia karena mas Adit janji untuk mulai merubah sikapnya, tapi kenapa aku merasa ada yang sakit di dalam sini?" ucap Rara di dalam hatinya sambil memegang dadanya


Pada hari itu Adit berangkat ke kantor di jemput oleh Harun karena di hari kemarin dia pulang di antar oleh Harun, di sepanjang perjalanan Adit terlihat lebih banyak terdiam dan melamun. Harun pun sudah beberapa kali melirik ke arah Adit tanpa di sadari oleh Adit sama sekali


"Kenapa lagi sih anak ini? seharusnya kan dia lagi bahagia karena sudah menemukan apa yang dia mau, tapi kenapa anak ini malah kelihatan sedikit tertekan?" tanya Harun di dalam hatinya


Ternyata pada saat itu Adit terus memikirkan tentang nasib dirinya, di satu sisi dia benar-benar ingin membuka lembaran baru bersama Rara tapi di sisi lain dia tidak mau memaksakan kehendak dirinya terhadap Rara


Semakin lama Harun pun semakin tidak tahan melihat Adit yang terus-menerus melamun dan beberapa kali menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia pun berdehem untuk mendapatkan perhatian dari Adit. Sudah pasti Adit pun langsung menatap malas ke arah orang yang berada di sebelahnya tersebut


"Kenapa?" tanya Adit dengan nada suara sinis


"Gw kenapa? apa sekarang tenggorokan gw sudah dapat larangan untuk terasa gatal?" ucap Harun dengan santai

__ADS_1


Adit pun langsung memasang wajah malas karena dia tau dengan pasti bahwa dia tidak pernah bisa berbohong di hadapan seorang Harun


__ADS_2