Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Istri Kecilku


__ADS_3

Pada saat itu Adit langsung menutup kedua bola matanya untuk mengendalikan perasaan yang sedang menyerang hatinya


"Mungkin aku memang harus melepaskan Rara seperti keinginan dia, dengan begitu aku bisa menebus sedikit perasaan bersalah aku terhadap Rara." ucap Adit di dalam hatinya


Cukup lama Adit hanya berdiam diri di tempat itu, setelah dia berhasil mengendalikan perasaannya dia pun mulai bangkit dan hendak meninggalkan kamar tersebut. Tetapi tiba-tiba kaki Adit menyentuh sesuatu di bawah tempat tidur tersebut


Adit pun mengambil benda tersebut dan ternyata adalah buku diary milik Rara, sang pemilik pun lupa bahwa dia meletakkan buku tersebut di tempat itu


"Sepertinya buku diary, berarti ini punya Rara." gumam Adit


Adit sudah meletakkan buku tersebut di atas meja rias, saat dia ingin meninggalkan kamar tersebut tiba-tiba saja hatinya merasa sedikit penasaran dengan yang Rara tulis di buku tersebut


"Tapi aku penasaran kira-kira apa aja yang di tulis Rara di buku itu?"


Adit pun mengambil kembali buku tersebut dan membawanya ke ruang tamu dan mulai mendudukkan tubuhnya di atas sofa


"Maafin mas Adit ya Ra mas bukan berniat untuk melangkahi privasi kamu, tapi dengan begini setidaknya mas Adit bisa tau sebesar apa kesalahan mas Adit di mata kamu selama ini"


Pada lembar pertama dari buku tersebut terdapat sebuah foto saat mereka pergi berlibur


"Ternyata kamu simpan foto ini ya Ra," ucap Adit lirih


Di foto tersebut terdapat keluarga kecil Adit saat masih lengkap dan di foto tersebut ada Rara juga Dirga

__ADS_1


"Aku ingat dulu aku yang mengusulkan sama Adel untuk mengajak mereka berlibur, waktu itu aku cuma berpikiran untuk memberikan sedikit waktu yang tenang dan hiburan sama mereka berdua"


Adit ingat dengan jelas liburan mereka yang satu itu saat itu dia melakukan itu untuk menghibur Rara dan Dirga yang baru saja kehilangan sosok sang ibu


Di lembar pertama tersebut Rara seolah sedang memberitahukan kepada sang ibu yang sudah berpulang bahwa keadaan dirinya baik-baik saja, Rara bahkan menuliskan bahwa sosok Adit di mata Rara adalah sosok laki-laki yang sangat baik dan lembut


"Ternyata mas Adit yang dulu sosok yang baik di mata kamu ya"


Tanpa sadar Adit pun tersenyum tipis membaca lembar pertama dari buku diary Rara, dia pun terus membaca lembar demi lembar buku tersebut. Semuanya hanya berisi tentang kebahagiaan Rara berada di tengah keluarga kecil Adit, dia juga menuliskan berkali-kali bahwa dia sangat menghormati sosok Adit


Adit terus membaca semua yang Rara tuliskan di dalam buku tersebut, seolah dia bisa merasakan dan mengetahui semua isi hati Rara dari buku tersebut


Adit mulai mengerutkan keningnya saat dia membaca lembar di mana Rara menceritakan tentang kejadian di malam itu, di situ Rara menuliskan sama persis dengan yang dia jelaskan di dalam suratnya


Yang membuat hati Adit semakin merasa bersalah dan tak karuan adalah saat dia membaca di mana Rara menceritakan tentang apa yang dia rasakan pada saat itu, Rara menuliskan bahwa hatinya seperti hancur lebur di saat semua orang di sekeliling dirinya tidak mau mendengarkan atau percaya dengan penjelasan yang dia berikan


Di lembar selanjutnya Rara mulai menuliskan bahwa dia akan tetap bertahan dan melanjutkan hidupnya dengan baik karena seorang Dirga, sosok Dirga yang memilih untuk percaya terhadap Rara memberikan dia sebuah kekuatan yang sangat besar di dalam hatinya


"Kenapa saat itu aku ga bisa berpikir dengan lebih logis? sikap aku saat itu pasti membuat dia semakin sedih"


Hati Adit semakin merasa bersalah karena di lembar-lembar selanjutnya Rara mulai menuliskan semua sikap kasar Adit terhadap dirinya, jika saja Rara berada di tempat itu Adit yakin dia akan langsung berlari dan rela bersimpuh untuk mendapatkan kata maaf dari Rara


"Mas Adit ga tau, dengan cara apa mas Adit bisa mendapatkan kata maaf dari kamu Ra?"

__ADS_1


Untuk sejenak Adit berhenti membaca untuk mengendalikan gejolak yang sedang dia rasakan, setelah merasa lebih baik dia pun melanjutkan kembali membaca buku tersebut


Setelah perasaan bersalah yang teramat besar tiba-tiba saja Adit membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna, dia benar-benar merasa terkejut dengan apa yang mulai tertulis di lembar selanjutnya. Karena di lembar-lembar terakhir Rara menuliskan bahwa dia mulai memiliki sebuah perasaan yang berbeda terhadap Adit


Rara menuliskan bagaimana dia tidak bisa mengendalikan detak jantungnya saat dia melihat senyuman hangat dari seorang Aditya Putra Erlangga, dia juga menuliskan hatinya benar-benar merasa bahagia saat dia bisa menghabiskan waktu bersama Adit walaupun hanya untuk melakukan hal-hal kecil


"Jadi kamu juga sudah suka sama aku ya Ra?" batin Adit sambil tersenyum tipis


Adit pun tiba di lembar terakhir Rara menuliskan curahan hatinya di buku tersebut, Rara menulis itu saat dia sedang sakit dan Rara menuliskan itu sesaat sebelum Adit masuk ke dalam kamarnya. Itu juga alasan buku tersebut bisa berada di bawah tempat tidur Rara


Di lembar itu Rara menuliskan bahwa dia benar-benar sudah jatuh hati terhadap laki-laki yang dulu kala adalah kakak iparnya sendiri, dia menuliskan bahwa kini dia sudah menemukan suami yang lembut seperti sosok Dirga


Rara menuliskan dengan jelas bahwa dia akan selalu mencintai Adit di dalam diam, dia akan selalu berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Adit dan berharap Adit tidak berbuat kasar lagi kepada dirinya. Yang membuat Adit melayang bebas adalah Rara menuliskan bahwa Adit adalah cinta pertama yang hadir di dalam hidupnya


"Ini benar-benar gila!! kamu benar-benar bodoh Dit!! kamu berusaha untuk mendapatkan hati Rara, tapi kamu juga menghancurkan seluruh hati dia dengan tangan kamu sendiri cuma karena perasaan cemburu!!"


Hati Adit semakin terasa tak karuan setelah dia membaca itu semua, dengan hati yang berantakan dia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang biasa Rara pakai. Setidaknya dia masih bisa menemukan jejak-jejak yang Rara tinggalkan di tempat itu


"Apa yang harus aku lakukan saat ini? apa aku benar-benar harus melepaskan Rara begitu aja? tapi gimana dengan hati kami? apalagi sekarang aku juga tau kalau aku cinta pertama Rara," batin Adit sambil tersenyum tipis


Setelah cukup lama berpikir dengan banyak hal yang di pertimbangkan tiba-tiba saja Adit mendudukkan tubuhnya dengan sempurna sambil tersenyum tipis


"Doa kamu supaya mas Adit bahagia ga akan bisa terkabul dengan cara seperti ini Ra, karena yang bisa membuat mas Adit bahagia kalau kamu ada di sini dan menemani mas Adit istri kecilku." gumam Adit

__ADS_1


__ADS_2