
FLASH BACK
Hati Rendi tidak bisa merasa tenang semenjak dia mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Jonathan
"Aku jadi kepikiran terus sama anak itu!! selama ini Joe selalu melakukan apa yang dia katakan, tapi ini sudah urusan yang berbeda ini sudah menyangkut nyawa seseorang. Ga mungkin aku harus diam aja!!"
Rendi pun mulai memerintahkan seseorang untuk selalu mengikuti kemana pun Adel pergi, dan orang tersebut mengabarkan kepada Rendi bahwa dia melihat ada seseorang yang melakukan sesuatu dengan mobil Adel
"Di mana posisi kamu saat ini?" tanya Rendi
Orang tersebut menyebutkan sebuah tempat dan secara kebetulan ternyata Rendi juga berada di tempat itu, Rendi sedang mewakili sang kakak yang mendapatkan undangan dari acara Adit dan Rara
Rendi pun mulai melepaskan pandangan matanya menyapu bersih seluruh orang yang berada yang berada di sana untuk mencari keberadaan Adel
"Sial!! di mana sih perempuan itu?" batin Rendi
Rendi pun terus berusaha dan akhirnya dia bisa menemukan sosok Adel yang berada di atas pelaminan untuk berpamitan, sedangkan Adel mulai melangkahkan kakinya keluar dari gedung tersebut dan dengan cepat Rendi segera menyusul langkah kaki Adel
Saat itu yang ada di dalam pikiran Rendi adalah dia harus menyelamatkan sebuah nyawa, walaupun Jonathan adalah sahabatnya dia tidak mau hidup di dalam bayang-bayang perasaan bersalah
Sesaat setelah Adel keluar dari dalam gedung tersebut Rendi pun memegang salah satu tangan Adel, Adel yang merasa tangannya di pegang oleh seseorang pun langsung menatap ke arah orang tersebut
"Kamu teman Joe kan?" tanya Adel
Rendi pun menganggukkan kepalanya
"Ada apa? kalau kamu mau tanya tentang Joe dia lagi ada di luar kota"
"Aku tau tentang itu," ucap Rendi dengan cepat
"Terus kamu mau apa?" tanya Adel dengan wajah sedikit bingung
"Kalau kamu masih sayang dengan nyawa kamu jangan pulang menggunakan mobil kamu," ucap Rendi dengan wajah serius
Adel pun langsung menatap ke arah Rendi dengan serius
__ADS_1
"Apa maksud ucapan kamu itu?" tanya Adel dengan serius sambil menarik tangannya
"Kamu ga perlu tanya apa maksud aku, intinya kalau kamu memang mau selamat jangan pulang menggunakan mobil kamu"
"Apa kamu sudah gila?" tanya Adel dengan sinis
Adel yang merasa sedang di permainkan oleh Rendi memilih untuk mengabaikan Rendi dan pergi meninggalkan Rendi begitu saja
"Apa aku biarin aja perempuan itu pergi? salah dia sendiri ga mau mendengarkan ucapan aku," batin Rendi
Rendi pun hendak masuk kembali ke dalam gedung tersebut dan membiarkan semuanya terjadi
"Tapi kalau aku biarkan dia pergi itu sama aja aku membiarkan sebuah kejahatan terjadi, akh!! bisa gila sendiri aku gara-gara Joe!!" batin Rendi sambil mengusap wajahnya dengan kasar
Tanpa menunda waktu lagi Rendi pun segera berlari ke arah parkiran dan mencari keberadaan Adel, dia pun menemukan Adel yang baru saja membuka pintu mobilnya. Dengan cepat Rendi langsung menutup pintu mobil Adel
"Kenapa kamu harus kepala? apa kamu mau nyawa kamu terancam dalam bahaya?!!" teriak Rendi
Adel yang semakin merasa tidak nyaman dengan sikap Rendi langsung mendorong tubuh Rendi untuk menjauh, Adel yang akan naik ke dalam mobilnya lagi-lagi di gagalkan oleh Rendi
"Apa kamu tuli?!! mobil kamu ini bermasalah dan nyawa kamu bis berada di dalam bahaya kalau pergi menggunakan mobil ini!!" teriak Rendi dengan wajah serius
Kedua orang tersebut saling beradu argument dan sudah pasti hal tersebut merebut perhatian dari para pengawal Adit yang berjaga di tempat itu, para pengawal Adit langsung menghampiri mereka dan menanyakan apa yang sedang terjadi
Rendi yang tidak ingin membuat masalah semakin panjang terpaksa berbohong bahwa mereka hanya sedang bercanda, tetapi lain hal dengan Adel kerena dia menceritakan semua yang Rendi katakan dengan sangat sempurna tanpa ada yang terlewati
Mendengar cerita Adel para pengawal Adit mengajukan diri untuk memeriksa mobil Adel terlebih dahulu, Adel pun hanya bisa menyetujui tentang hal tersebut. Sedangkan Rendi hanya bisa terdiam membeku di tempat itu
"Sial!! kalau begini ceritanya aku yang jadi terjebak di posisi yang sulit!!" batin Rendi
Para pengawal Adit menemukan bahwa rem mobil tersebut memang dalam keadaan tidak benar, mereka bisa melihat bahwa rem mobil tersebut di rusak secara sengaja oleh seseorang. Adel pun langsung menatap tajam ke arah Rendi setelah mengetahui hal tersebut
"Bilang ke aku sekarang juga siapa yang melakukan ini?" tanya Adel penuh penekanan
Sudah pasti salah satu pengawal Adit menyampaikan hal tersebut kepada sang pemimpin, Adit bisa melihat hal tersebut dari kejauhan dan memanggil sang pemimpin pengawal untuk mengetahui apa yang sedang terjadi
__ADS_1
Adit pun memerintahkan mereka untuk membawa Adel dan Rendi ke sebuah ruangan di tempat itu, Rendi pun menatap ke arah Adel dengan perasaan yang jengkel
"Dasar perempuan ga tau terima kasih!! sekarang kamu membuat aku berada di posisi yang serba salah!! kalau seorang Aditya turun tangan ga mungkin aku ga bilang semuanya dengan jujur!!" gerutu Rendi di dalam hatinya
"Kenapa kamu lihat saya?"
Rendi pun membuang pandangan matanya dengan wajah malas, setelah keadaan cukup sepi Adit pun berpamitan untuk pergi ke belakang. Dengan alasan itu Adit menemui Adel dan Rendi di ruangan tersebut
Adit masuk ke dalam ruangan tersebut dengan aura yang dingin, karena bagaimana pun juga dia merasa bahwa Adel dan Rendi hampir saja menganggu acara penting di dalam hidupnya
"Apa maksud kalian?" tanya Adit dengan tegas
"Aku berbuat apa mas? dia yang tiba-tiba aja melarang aku naik mobil aku dan ternyata benar kalau ada orang yang merusak rem mobil aku"
Adit pun langsung menatap ke arah Rendi dengan tajam, tatapan mata Adit saat itu membuat Rendi seperti kesulitan untuk bernafas
"Siapa orangnya?"
Rendi yang tidak bisa lagi berkutik terpaksa mengatakan semua yang dia ketahui dan apa yang sudah dia lakukan selama ini, Adit pun hanya terdiam mendengar semua cerita Rendi. Sedangkan Adel menjatuhkan air matanya karena perasaan kecewa terhadap Jonathan
"Apa rencana kamu Adel? sebagai adik ipar kamu akan berusaha untuk membantu kamu sebisa mungkin"
Adel pun mulai menatap ke arah Adit dengan perasaan yang hancur lebur
"Apa kamu masih berniat untuk melindungi laki-laki itu?" tanya Adit dengan tegas
Adel pun menghapus air matanya lalu menggelengkan kepalanya
"Tolong bantu aku agar aku bisa berpisah sama dia dan tolong bantu aku supaya dia bisa mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan dia." jawab Adel penuh keyakinan
Adit pun menganggukkan sedikit kepalanya tanda dia mengerti, sedangkan Adel langsung menatap ke arah Rendi
"Terima kasih untuk bantuan kamu malam ini, aku tau pasti itu bukan hal yang mudah untuk kamu karena Joe teman baik kamu. Sekali lagi aku ucapakan terima kasih sama kamu," ucap Adel dengan tulus
Rendi hanya membalas dengan anggukan kepalanya tetapi jauh di dalam lubuk hatinya dia merasakan sebuah perasaan lega yang teramat besar, Adel pun merasa bersyukur karena peran seorang Rendi telah menyelamatkan dirinya pada malam itu
__ADS_1
Dalam waktu yang sangat cepat mereka sudah mengantongi semua bukti yang akan memberatkan seorang Jonathan Perkasa, Dengan nama besar keluarga Erlangga di belakang masalah tersebut semuanya bisa bergerak dengan sangat cepat
FLASH OFF