Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Niat Untuk Rujuk


__ADS_3

Adel yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi langsung di sambut oleh senyuman hangat dari seorang Jonathan Perkasa, Jonathan sudah duduk di sofa yang berada di dalam kamar tersebut dan di hadapan laki-laki tersebut sudah tersedia sarapan untuk mereka berdua


"Sebelum kamu pulang kita sarapan dulu ya"


Dengan patuh Adel langsung melangkahkan kakinya ke arah laki-laki tersebut berada dan mendudukkan tubuhnya tepat di samping laki-laki tersebut


"Karena saya belum tau makanan kesukaan kamu jadi saya minta untuk siapkan beberapa menu, jadi kamu tinggal pilih mau sarapan apa." ucap Joe dengan lembut


"Terima kasih pak," jawab Adel lalu tersenyum tipis


Mereka pun memulai ritual mereka dengan menu yang telah mereka pilih, di sela acara makan tersebut Jonathan mulai membuka suara


"Hari ini kamu istirahat aja ya, kamu ga perlu memaksakan diri untuk pergi ke kantor." ucap Joe dengan lembut


Adel hanya terdiam dan menatap ke arah Jonathan dengan lekat


"Apa maksud dia bilang begitu? Aku kepala tim perencanaan jadi rasanya ga enak kalau aku sampai ga datang ke kantor, tapi aku berencana untuk izin datang agak siang setelah Ical pulang sekolah." ucap Adel di dalam hatinya


"Saya sudah kirim pesan ke orang kantor kamu kalau hari ini kamu izin untuk ga datang ke kantor, apapun yang terjadi kamu ga boleh terlalu memaksakan tubuh kamu untuk bekerja. Saya ga mau nanti kamu jadi sakit," lanjut Joe dengan tegas


Adel pun menganggukkan kepalanya tanda dia setuju, karena bagaimana pun juga dia merasa bahwa tubuhnya saat itu benar-benar butuh untuk beristirahat


"Nanti habis sarapan biar saya yang antar kamu pulang ya," ucap Joe sambil menatap ke arah Adel


"Saya bisa pulang sendiri pak, kebetulan tadi malam saya bawa kendaraan ke sini"


Jonathan pun langsung menggelengkan kepalanya, sedangkan Adel menatap laki-laki tersebut dengan wajah bingung


"Saya sudah bilang kalau saya akan bertanggung jawab sama kamu, jadi biarkan saya yang mengantarkan kamu pulang. Kalau untuk masalah mobil kamu, nanti saya minta orang untuk antar mobil kamu ke rumah kamu." jelas Joe dengan lembut


"Tapi pak saya ras...."


Ucapan Adel harus terhenti karena Jonathan langsung meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Adel

__ADS_1


"Untuk yang satu ini kamu ga boleh menolak sayang, saya sudah bilang kalau saya akan bertanggung jawab sama kamu. Dan ini salah satu bukti kalau saya benar-benar akan menjalin hubungan yang serius sama kamu," ucap Joe dengan lembut


Semua yang Jonathan lakukan membuat hati Adel benar-benar melambung tinggi jauh ke lapisan langit ke tujuh, dia merasa sangat di cintai dah di hargai oleh laki-laki yang berada di hadapannya tersebut


Entah tidak tahu atau Adel memang tergolong sebagai perempuan yang bodoh sampai dia tidak menyadari sebuah kenyataan, bahwa seseorang yang terlalu lihai untuk memainkan sesuatu adalah orang yang telah melakukan hal tersebut secara berulang kali di dalam hidupnya


Di tempat yang berbeda Adit seperti tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaan yang sedang menanti dirinya, di satu sisi dia sedang memikirkan tentang Rara dan di sisi lain dia masih mempertimbangkan untuk rujuk dengan Adel demi si buah hati


"Biasanya jam segini Ical lagi istirahat, aku coba telepon dia aja deh" gumam Adit lalu tersenyum


Adit pun langsung meraih ponselnya dan menghubungi sang buah hati


"Halo jagoan papa," sapa Adit sambil tersenyum hangat


"Halo pah"


"Aduh, kenapa suara jagoan papa lemas begini sih?"


"Soalnya aku kangen papa," jawab Ical terdengar lirih


"Semoga aja Adel mau rujuk sama aku demi Ical, untuk Rara sepertinya ga akan ada masalah. Aku juga ga ada sentuh Rara setelah kami menikah." ucap Adit di dalam hatinya


"Papa minta maaf sama kamu ya sayang, semalam kan papa sudah jelaskan sama kamu kalau saat ini pekerjaan papa ga bisa di tinggal sayang." jelas Adit dengan lembut


"Iya Ical ngerti kok pah, tapi Ical kangen pakai banget sama papa." ucap Haikal manja


Adit pun tertawa kecil mendengar celoteh sang anak


"Gini aja, untuk menebus kesalahan papa sama kamu. Gimana kalau akhir pekan nanti papa ajak Ical jalan-jalan? kita bisa main bareng seharian di luar, kamu mau ga sayang?"


"Aku mau pah, benar ya papa harus temani Ical main seharian." ucap Haikal bersemangat


"Ya sayang, papa janji sama kamu"

__ADS_1


"Ehm... Tapi pah...."


"Kenapa sayang?"


"Papa ga akan bohong sama Ical kan? Ical ga suka kalau di bohongi pah"


"Ga mungkin ada yang berani bohong sama kamu sayang," jawab Adit dengan lembut


"Tapi mama bohong sama aku pah"


Ucapan dari Haikal membuat hati Adit langsung terasa tidak tenang dan sudah pasti dia ingin tau lebih jauh lagi maksud ucapan sang buah hati


"Memang mama bohong apa sama kamu sayang?"


"Mama bilang mama ga akan lama pergi kerjanya, tapi mama malah ga pulang"


"Mama kamu ga pulang tadi malam sayang?"


"Iya pah, tadi pagi waktu aku bangun tidur aku langsung ke kamar mama tapi mama ga ada. Waktu aku lihat ke depan mobil mama juga ga ada berarti kan mama ga pulang pah." jawab Haikal dengan polosnya


Haikal hanyalah seorang anak kecil yang masih polos dan belum mengerti perasaan para orang dewasa, dia tidak mengerti bahwa yang dia katakan pada saat itu bisa berubah menjadi sebuah bom yang siap meledak di dalam hati Adit


"Keterlaluan!! apa maksud Adel berbuat seperti itu? dia melarang aku untuk temani Ical di rumah tapi dia sendiri malah sampai tidak pulang!!" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya


"Jadi papa harus janji sama aku kalau papa ga akan bohong ya"


Adit pun menepis semua perasaan yang sedang dia rasakan, dia hanya tidak ingin sang buah hati mengetahui apa yang sedang dia rasakan pada saat itu


"Papa janji sama kamu sayang," ucap Adit penuh keyakinan


Setelah puas berbincang Adit pun memutuskan sambungan teleponnya, hati Adit pada saat itu terasa panas terbakar oleh api amarah


"Kamu benar-benar sudah keterlaluan Adel!! saat dulu kita masih hidup bersama aku ga pernah melarang kamu untuk mengejar mimpi kamu, tapi saat itu ada aku yang selalu menggantikan posisi kamu menemani Ical. Sebaiknya aku melihat dengan mata dan kepala aku sendiri perbuatan Adel saat ini"

__ADS_1


Adit pun segera bangkit dari bangku kebesarannya untuk memastikan perbuatan yang sudah di lakukan oleh sang mantan istri, karena bagaimana pun juga dia masih berniat untuk mengajak Adel untuk rujuk


__ADS_2