
Rara yang merasa sedikit kecewa dengan sikap sang kakak pun tersenyum getir
"Kalau begitu biarin aku yang minta maaf sama kamu mbak," ucap Rara lirih
Adel pun langsung menatap ke arah Rara sambil mengerutkan keningnya
"Kamu mau meminta maaf untuk apa?"
"Aku mau minta maaf karena saat ini pandangan aku terhadap kamu benar-benar sudah berubah mbak, di mata aku saat ini kamu ga lebih dari seorang pengecut yang tidak berani untuk mengakui kesalahan yang telah di lakukan." jawab Rara dengan tegas
Adel yang memiliki harga diri tinggi merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Rara pada saat itu, dia pun langsung menatap Rara dengan tajam
"Kamu bilang apa tentang mbak Ra? apa kamu sudah benar-benar gila?" tanya Adel penuh penekanan
Rara hanya terdiam mendengar pertanyaan dari sang kakak sedangkan Adel menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit sinis
"Atau karena sekarang kamu sudah menjadi istri mas Adit jadi kamu bisa bersikap sombong seperti ini Ra? apa kamu lupa siapa yang sudah menanggung semua biaya hidup kamu selama ini Ra?" lanjut Adel
"Ini dua hal yang berbeda mbak, kalau karena itu mbak mau aku berterima kasih maka aku akan berterima kasih dengan sepenuh hati. Tapi aku tetap mau minta mbak Adel meminta maaf sama aku," jawab Rara dengan tegas
Adel hanya terdiam dengan senyuman yang terlihat sombong, jauh di dalam lubuk hatinya dia tidak memiliki keinginan sedikit pun untuk meminta maaf terhadap Rara
Jonathan yang sudah mulai merasa pusing berada di perdebatkan kedua wanita tersebut memilih untuk mengambil jalan tengah, dia berinisiatif untuk meminta maaf kepada Rara atas nama Adel agar permasalahan tersebut segera selesai. Jonathan baru saja akan membuka suara tetapi tiba-tiba suara Adit bisa terdengar dengan jelas di antara mereka
"Kamu ga perlu menunggu dia untuk meminta maaf sama kamu sayang, kamu percaya sama aku perempuan hebat seperti dia tidak akan pernah merasa bahwa dirinya berada di posisi yang salah." ucap Adit dengan lembut
Ternyata Adit sudah berada tidak jauh dari mereka semua, Rara pun langsung menatap ke arah sang suami dengan tatapan mata penuh kekecewaan. Adit pun langsung menghampiri Rara dan mencium ujung kepala Rara dengan lembut
"Kamu ga perlu merasa sedih untuk masalah sepele seperti ini sayang, karena sekarang sudah ada mas Adit di samping kamu dan mas Adit ga suka melihat kamu sedih sayang." ucap Adit dengan lembut
__ADS_1
Rara pun hanya menjawab dengan anggukan kepalanya, sedangkan Adel tersenyum sinis melihat mereka berdua mengumbar kemesraan. Tetapi lain hal dengan Jonathan karena dia memberikan senyuman yang penuh arti
"Sikap laki-laki ini menunjukkan kalau dia sudah sepenuhnya melupakan Adel, atau jangan-jangan permainan perempuan polos ini jauh lebih hebat dari Adel. Kalau begini aku jadi semakin penasaran dengan perempuan ini," batin Joe
Tiba-tiba saja Adit menatap ke arah Jonathan dengan tajam seolah dia mengetahui apa yang ada di dalam benak laki-laki tersebut, menyadari hal tersebut membuat Jonathan langsung menghilangkan senyuman di bibirnya
"Apa urusan kalian berdua dengan istri saya sudah selesai?" tanya Adit dengan tegas
"Saya rasa sudah selesai, karena saya sudah mengakui kesalahan saya dan meminta maaf terhadap istri anda." jawab Joe dengan sopan
"Berarti kami sudah bisa pergi dari sini?"
"Silahkan," jawab Joe lalu tersenyum
Adit pun langsung menatap ke arah Rara dengan lembut
Rara hanya menjawab dengan anggukan kepalanya dan mulai bangkit dari duduknya, saat Rara sudah mulai berjalan meninggalkan meja tersebut tiba-tiba saja Adit mengitari meja tersebut. Adit berdiri tepat di samping Jonathan dan mendekatkan bibirnya ke telinga laki-laki tersebut
"Berhenti untuk memiliki pemikiran kotor terhadap istri saya karena dia perempuan baik-baik, jangan memaksa saya untuk membuat perhitungan terhadap kamu untuk semua perbuatan kamu selama ini. Karena saya yakin kamu akan menyesal jika saya membalas kamu," bisik Adit penuh penekanan
Adit mulai memutar tubuhnya dan melihat Rara sedang menatap ke arah dirinya dengan wajah sedikit bingung, dia pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat hangat dan mulai menghampiri sang istri
"Ayo sayang"
Entah mengapa hati Adit berkata bahwa Jonathan memiliki ketertarikan terhadap Rara, sudah pasti dia tidak akan mengizinkan laki-laki penuh tipu muslihat seperti Jonathan bisa berdekatan dengan Rara yang polos. Secepat mungkin Adit membawa Rara pergi dari tempat itu
Di sepanjang perjalanan Rara lebih banyak terlihat diam, dia tidak bisa menutupi perasaan kecewa yang dia rasakan terhadap sang kakak
"Apa Rara masih kepikiran tentang masalah tadi? aku yakin perempuan seperti Rara hanya berharap permintaan maaf dari Adel saat itu, tapi aku juga yakin perempuan seperti Adel tidak akan bersedia melakukan hal tersebut." batin Adit
__ADS_1
Adit pun langsung menggenggam tangan Rara dengan lembut dan membuat Rara langsung menatap ke arah sang suami
"Kamu baik-baik aja Ra?"
Rara hanya menjawab dengan anggukan kepalanya sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum, tetapi dengan mudahnya Adit bisa mengetahui perasaan sedih yang Rara rasakan pada saat itu
"Apa kamu masih kepikiran karena Adel ga mau meminta maaf sama kamu Ra?" tanya Adit dengan lembut
"Apa aku salah mengharapkan itu mas?" tanya Rara lirih
"Kamu ga salah kok sayang, mas Adit bisa mengerti apa yang kamu inginkan. Tapi ga semua orang bisa punya keberanian untuk melakukan itu sayang," jawab Adit dengan lembut
"Aku tau kalau posisi mbak Adel saat itu cuma korban bahkan mbak Adel harus kehilangan keluarga kecilnya, apa sulitnya mbak Adel mengucapkan kata maaf untuk sikap mbak Adel saat itu?"
Adit meletakkan tangan di ujung kepala Rara dengan lembut
"Mas Adit yakin kalau Adel sadar kalau dia sudah melakukan kesalahan, yang pasti harga diri dia yang memaksa untuk tidak mengatakan hal itu"
Rara pun terlihat menundukkan kepalanya dengan wajah yang terlihat sedikit kecewa
"Apa mbak Adel sudah lupa bagaimana sikap mbak Adel sama aku? apa mbak Adel lupa cara dia menatap aku? yang membuat lebih sakit adalah saat itu mbak Adel ga mau mendengar penjelasan aku sama sekali mas," ucap Rara lirih
"Mas Adit minta maaf sama kamu ya"
Mendengar hal tersebut secara spontan Rara langsung menatap ke arah Adit dan saat itu Adit menampilkan ekspresi wajah yang terlihat penuh penyesalan
"Mas Adit minta maaf untuk semua perbuatan yang sudah mas lakukan sama kamu ya Ra, saat itu mas Adit juga ga mau mendengar penjelasan apapun dari kamu. Bahkan mas Adit beberapa kali bersikap kasar sama kamu," ucap Adit lirih
Rara benar-benar tidak menyangka kalau dia bisa menyaksikan seorang Adit yang hebat di matanya selama ini bisa mengeluarkan ekspresi wajah seperti itu
__ADS_1