Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Perempuan Yang Pernah Singgah


__ADS_3

Adit yang melihat ekspresi sang kakak sudah seperti itu langsung memasang senyuman terbaik yang dia punya untuk merayu sang kakak


"Mbak..."


Wulan pun tersenyum tipis


"Mbak bingung Dit, bagaimana nasib perusahaan keluarga kita kalau ada di bawah kepemimpinan kamu?"


Adit pun hanya cengengesan di hadapan sang kakak, sedangkan Wulan membuang nafasnya dengan kasar


"Apa yang mau kamu tau?"


"Apa di sini terlihat kalau Rara juga hanya sebagai korban?" tanya Adit dengan wajah serius


Wulan pun menganggukkan kepalanya dengan yakin


"Apa yang terlihat di sini mbak?"


"Di situ terlihat Rara datang ke apartemen kamu menggunakan taksi, saat dia sampai di lobby apartemen sedang ramai karena ada sebuah ambulance jadi penjaga meminta dia untuk turun di parkiran"


"Terus kenapa dia bisa tidur di samping aku mbak?"


"Karena ada seseorang yang membuat dia sampai tak sadarkan diri saat dia berada di parkiran apartemen kamu, orang-orang itu membawa Rara yang sudah tidak sadarkan diri masuk ke dalam apartemen kamu"


Adit pun langsung mengeraskan rahangnya mendengar hal tersebut, hatinya benar-benar terasa terbakar mendengar hal tersebut


"Kurang ajar!! aku ga perduli kalau mereka menggunakan trik untuk menjebak aku!! tapi kenapa mereka harus melibatkan Rara?"


"Lalu bagaimana dengan rekaman cctv yang menunjukkan Rara masuk sendiri ke dalam apartemen aku mbak? aku dan Harun sama-sama melihat rekaman itu dan kami merasa sepertinya rekaman itu asli"


"Rekaman yang ada di tangan kamu asli Dit tapi perempuan itu bukan Rara," jawab Wulan dengan yakin


"Maksud kamu mbak?"


"Setelah mereka membawa Rara masuk ke dalam apartemen kamu, orang-orang itu membawa pakaian yang Rara gunakan malam itu. Apa kamu tau apa alasannya?"


Adit hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"Karena mereka meminta seorang perempuan menggunakan pakaian Rara dan masuk ke dalam apartemen kamu, mungkin itu rekaman cctv yang ada di tangan kamu Dit. Sejauh ini, kesimpulan apa yang bisa kamu ambil?"

__ADS_1


"Aku yakin hanya orang hebat yang bisa merencanakan semua ini dengan sangat rapi, bahkan orang itu sampai menyiapkan sebuah rekaman yang bisa membuat posisi aku dan Rara menjadi salah." jawab Adit dengan yakin


"Bagus kalau kamu sudah sadar sampai ke bagian itu"


"Tapi gimana sama aku mbak? aku masih ingat kalau aku sampai di apartemen aku dengan selamat"


"Kamu memesan makanan malam itu Dit"


"Maksud mbak aku ga sadarkan diri karena makanan malam itu?" tanya Adit dengan wajah serius


Wulan pun menganggukkan kepalanya tanda membenarkan tebakan dari Adit


"Mbak rasa masalah kamu ada di makanan itu karena pengantar makanan hanya menitipkan makanan tersebut di lobby, di situ terlihat jelas bahwa ada jeda waktu makanan untuk kamu di bawa ke suatu tempat sebelum di antar ke apartemen kamu"


Potongan demi potongan kejadian di malam itu mulai terbuka secara jelas, penjelasan yang Wulan berikan membuat Adit merasakan perasaan marah dan bersalah secara bersamaan


"Kurang ajar!! siapa orang yang berani berbuat sampai sejauh itu? kenapa saat itu aku terlalu bodoh untuk menyadari semua keanehan itu? hal terbodoh yang aku lakukan saat itu adalah melampiaskan semua amarah aku terhadap Rara"


Untuk sesaat Adit terlihat terdiam karena memikirkan semua yang telah dia lakukan terhadap Rara, rasa penyesalan yang teramat besar sedang menyelimuti hatinya pada saat itu


"Bagaimana pun caranya aku harus secepatnya bisa menemukan Rara dan mendapatkan kata maaf dari dia, aku akan berusaha untuk menjadikan dia sebagai seorang istri seutuhnya"


"Kamu lagi mikirin apa sih Dit?"


"Ga ada mbak," jawab Adit berbohong lalu tersenyum


"Apa kamu ga merasa penasaran tentang siapa otak dari semua itu?" tanya Wulan dengan serius


"Astaga!! karena terlalu memikirkan Rara aku sampai lupa tentang hal itu"


Adit pun langsung menatap ke arah Wulan dengan wajah serius


"Apa mbak juga sudah tau orang merencanakan ini semua?"


Wulan menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Siapa mbak?"


"Jonathan Perkasa," jawab Wulan penuh keyakinan

__ADS_1


Adit langsung mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat tentang nama tersebut, tetapi dia sama sekali tidak berhasil menemukan nama tersebut di memori otaknya. Wulan pun langsung merasa bingung dengan ekspresi yang Adit tunjukkan pada saat itu


"Kamu ga kenal dengan nama itu?" tanya Wulan dengan serius


Adit hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"Laki-laki yang saat ini menjalin hubungan dengan mantan istri kamu, apa kamu ga pernah mencari tau tentang dia?"


"Untuk apa aku cari tau tentang dia mbak?" tanya Adit dengan wajah biasa


Wulan pun membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap Adit dengan tajam


"Bagaimana pun juga dia memiliki hubungan dengan mantan istri kamu ga lama setelah kamu berpisah, apa kamu sama sekali ga merasa khawatir?" tanya Wulan dengan tegas


"Itu jalan hidup yang sudah di pilih sama Adel mbak, aku ga punya hak untuk mencampuri hal tersebut." jawab Adit dengan yakin


"Apa kamu ga ada niat untuk rujuk sama mantan istri kamu? karena dengan bukti yang ada di tangan kamu saat ini bisa merubah keadaan dengan mudah"


Tiba-tiba saja Adit langsung memberikan ekspresi wajah malas mendengar ucapan Wulan pada saat itu, hal tersebut membuat Wulan menatap Adit dengan wajah bingung


"Kenapa? apa kamu ga ada niat untuk rujuk sama Adel?"


"Dulu aku sudah pernah mencoba hal itu mbak, aku membujuk Adel untuk rujuk karena memikirkan tentang perasaan Ical. Tapi untuk saat ini aku rasa aku ga bisa lagi melakukan hal itu mbak, karena bagi aku Adel hanya perempuan yang pernah singgah di masa lalu aku." jawab Adit dengan yakin


"Apa kamu yakin Dit? apa kamu ga mau memikirkan tentang perasaan Ical?"


"Aku bukan ga mau memikirkan tentang perasaan Ical mbak, tapi untuk apa aku rujuk dengan perempuan yang menunjukkan dengan bangga kalau dia sudah berpaling ke laki-laki lain?" jawab Adit dengan yakin


Wulan pun tersenyum tipis mendengar hal tersebut karena jauh di dalam lubuk hatinya dia juga mengharapkan hal tersebut, dia tidak ingin sang adik di rendahkan oleh orang lain


"Tapi aku masih bingung akan sesuatu mbak"


"Apa Dit?"


"Aku ga merasa pernah kenal sama laki-laki itu apalagi sampai bermusuhan sama dia, tapi kenapa dia melakukan semua itu sama aku?"


"Mungkin aja dia memang mau melihat kamu berpisah sama Adel, buktinya sekarang dia sudah berada di samping mantan istri kamu itu." ucap Wulan lalu tersenyum mengejek


Adit pun hanya bisa terdiam dengan wajah malas dan berhasil membuat Wulan tertawa kecil

__ADS_1


__ADS_2