Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Masih Ada Yang Terlewat


__ADS_3

Wulan pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna mendengar penjelasan dari sang adik


"Apa maksud kamu dengan kalian susah bercerai Dit?" tanya Wulan sambil mengerutkan keningnya


Adit pun membuang nafasnya dengan kasar


"Ya memang itu kenyataan yang ada mbak kami memang sudah lumayan lama bercerai, jadi apapun yang Adel lakukan saat ini tidak ada hubungannya dengan keluarga Erlangga." jawab Adit dengan tegas


Wulan seperti tidak ingin mempercayai apa yang baru saja dia dengar, tetapi dia juga yakin bahwa kedua bola mata Adit tidak menunjukkan kebohongan


"Kenapa mbak sama sekali ga tau kalau kalian berdua sudah bercerai?"


"Karena kami berdua sudah sepakat menutupi perceraian kami untuk sementara waktu"


"Kamu sudah ga waras Dit!! apa kamu tau dampak yang akan terjadi dengan kalian melakukan hal itu?" tanya Wulan penuh penekanan


"Karena kami memikirkan tentang perasaan Ical mbak, kami akan menyampaikan masalah ini secara perlahan ke Ical mbak"


"Tapi apa yang di lakukan sama mantan istri kamu itu sudah keterlaluan Dit, kalau kalian sudah sepakat untuk menutupi hal tersebut seharusnya dia ga boleh melakukan ini." ucap Wulan dengan tegas


"Bagaimana pun juga dia kehidupan sendiri mbak, untuk saat ini aku sudah ga memiliki hak untuk melarang dia melakukan apapun yang dia mau"


"Lalu bagaimana dengan kehidupan kamu sekarang Dit?"


"Udah ya mbak, untuk saat ini kita ga usah bahas apapun tentang itu. Kalau Ical sudah siap aku pasti akan cerita semuanya," jawab Adit dengan wajah memelas


"Ga bisa Aditya Putra Erlangga, untuk yang satu ini kamu harus menjelaskan semuanya sama mbak sekarang juga." ucap Wulan dengan tegas


"Jangan begitu dong mbak, intinya kami berdua sudah bercerai." jawab Adit dengan wajah memelas

__ADS_1


"Oke, kalau kamu ga mau cerita sama mbak ga masalah Dit. Tapi mbak akan sampaikan masalah ini sama papa, karena apa yang di lakukan mantan istri kamu itu sama saja sudah mencoreng nama baik keluarga kita." ucap Wulan dengan tegas


"Jangan bawa-bawa papa dong mbak," jawab Adit dengan cepat


"Kalau begitu ceritakan semuanya tanpa ada yang terlewati sedikit pun, walau pun kamu bilang kalian sudah bercerai tetap saja tidak ada orang yang mengetahui tentang itu. Jadi kamu bisa bayangkan bagaimana pandangan orang-orang yang mengetahui tentang pernikahan kalian saat melihat dia seperti itu"


"Maaf ya Del, aku terpaksa harus cerita semuanya ke mbak Wulan. Tapi aku melakukan ini karena ulah kamu sendiri!!" ucap Adit di dalam hatinya


Adit pun membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap ke arah Wulan dengan serius


"Mbak benar-benar mau tau yang sudah terjadi selama ini?"


"Dan ingat satu hal Aditya Putra Erlangga!! mbak ga mau ada kebohongan sedikit pun di dalam cerita kamu," jawab Wulan dengan tegas


Dengan berat hati Adit terpaksa menceritakan semua kejadian yang telah terjadi selama ini tanpa ada satu pun yang terlewatkan, dia memilih untuk menceritakan hal tersebut kepada sang kakak dari pada dia harus berurusan dengan sang papa. Sedangkan Wulan tak henti-hentinya di buat terkejut dan merasa aneh dengan semua cerita Adit saat itu


"Sekarang mbak sudah tau semuanya dan ga ada satu pun yang aku tutupi dari mbak, jadi mbak harus janji untuk ga bilang masalah ini ke papa." ucap Adit dengan serius


"Aku tau mbak, aku sendiri merasa semuanya terasa aneh. Tapi aku bisa berbuat apa mbak?"


"Apa kamu sudah mencari tau lebih jauh? minimal kami harus tau semua kejadiannya dengan jelas, kamu ga bisa diam aja"


"Aku ga mungkin diam aja mbak, aku juga sudah coba untuk cari tau. Aku bahkan sudah menyewa seseorang untuk mencari tau," jawab Adit dengan yakin


"Jadi apa yang kamu dapatkan dari orang itu?"


Adit pun menceritakan tentang bukti yang dia dapat dari orang yang telah dia sewa, tetapi dia juga mengatakan bahwa dia mulai merasa ragu tentang keterlibatan Rara di malam itu


"Ga!! ini semua sudah ga benar!! aku yakin ada sesuatu yang salah di antara itu semua, tapi di mana letak kesalahannya?" ucap Wulan di dalam hatinya

__ADS_1


"Kalau kamu masih merasa ragu berarti masih ada yang terlewat Dit, jadi kamu harus temukan bukti-bukti yang lain"


"Untuk masalah itu aku pikirkan nanti aja mbak, yang menjadi prioritas untuk aku saat ini cuma Ical." jawab Adit dengan yakin


"Apa kamu sudah ga waras Dit? kenapa kamu biarin masalah itu begitu aja?"


Pada saat itu Wulan sudah menunjukkan wajah tidak suka dengan keputusan yang Adit ambil, tetapi Adit menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis


"Aku pasti akan mencari tau semuanya dengan jelas mbak, tapi bukan untuk saat ini. Saat ini aku cuma mau mencari waktu yang tepat untuk mengatakan kepada Ical tentang perceraian aku," jawab Adit dengan serius


"Tapi apa kamu ga merasa marah melihat mantan istri kamu berbuat seperti itu Dit?"


"Di mata aku Adel hanya perempuan yang pernah singgah di dalam hidup aku mbak"


Pada saat itu Wulan terlihat terdiam dan seolah setuju dengan semua yang Adit inginkan, dia hanya tidak ingin sang adik merasa semakin terbebani. Tetapi Wulan juga tidak mungkin berdiam diri saat ada orang lain berniat buruk kepada sang adik, entah mengapa dia yakin bahwa ada seseorang yang telah merencanakan itu semua


"Kalau kamu belum berniat untuk mencari tau semuanya dengan jelas biar mbak yang bantu kamu Dit, karena mbak ga mungkin berdiam diri saat ada orang lain berusaha untuk bermain gila dengan anggota keluarga Erlangga. Apalagi yang sedang dia ajak bermain adalah kamu Dit, pemimpin keluarga Erlangga yang sebenarnya." ucap Wulan di dalam hatinya


Acara tersebut terus berlangsung dengan sangat meriah, setelah cukup lama akhirnya Jonathan menyadari tentang keberadaan Adit di tempat tersebut


"Ternyata orang seperti kamu bisa hadir juga di acara ini, saya baru ingat kalau saya belum memberikan balasan atas tindakan kamu tempo hari. Ini adalah kesempatan emas untuk membalas kamu," ucap Joe di dalam hatinya sambil tersenyum tipis


Jonathan pun mendekatkan bibirnya di telinga Adel sambil tersenyum


"Bagaimana kalau mantan suami kamu juga hadir di acara ini sayang?" bisik Joe dengan lembut


"Apa dia ada di sini sayang?"


Jonathan pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat

__ADS_1


"Bagi aku ada atau ga ada dia di tempat ga ada bedanya sayang," jawab Adel dengan yakin


"Kalau seperti ini saya bisa semakin leluasa untuk membalas kamu," ucap joe di dalam hatinya sambil tersenyum penuh kemenangan


__ADS_2