
Adit membuang jauh semua pemikiran yang ada di dalam benaknya, dia pun menyelesaikan tugasnya di tempat itu dengan sangat baik. Selesai pertemuan Adit pun kembali ke kantor dan menghabiskan waktunya di sana
Detik demi detik terus berlalu Adit yang merasa enggan untuk pulang lebih cepat dan bertemu dengan Rara masih berada di ruangannya, dia tidak menyadari bahwa saat itu sudah hampir menjelang tengah malam
"Ternyata sudah mau tengah malam, pantas aja badan aku sudah mulai terasa capek. Jam segini pasti dia sudah masuk ke dalam kamarnya, aku takut kepancing emosi kalau lihat muka dia karena yang dia lakukan lebih parah dari kakaknya. Minimal Adel melakukan hal itu secara terang-terangan setelah kami bercerai," gerutu Adit di dalam hatinya
Adit pun segera bangkit dari bangku kebesarannya dan meninggalkan tempat itu, tetapi saat dia tiba di apartemennya dia melihat Rara yang sedang tertidur di ruang tamu
"Astaga!! apa sih yang anak ini mau? seandainya dia ga tidur di samping aku dengan keadaan begitu pasti rumah tangga aku akan baik-baik aja, Adel juga ga mungkin berpaling sama laki-laki lain dengan mudah. Sedangkan dia sendiri lebih parah dari Adel,"
Hal di takutkan oleh Adit pun terjadi, semua beban di dalam hatinya membuat hatinya dengan mudah di selimuti perasaan marah
"Rara!! teriak Adit dengan wajah penuh amarah
Rara yang merasa terkejut pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna
"Kenapa muka mas Adit seperti ini lagi? tadi pagi mas Adit sudah mulai bersikap lebih baik, apa mas Adit ada masalah di luar sana?" tanya Rara di dalam hatinya
Rara sempat melirik ke arah jam dinding dan saat itu sudah melewati jam dua belas malam
"Kamu baru pulang ya mas?" tanya Rara hati-hati
Bukannya menjawab pertanyaan Rara tetapi Adit
"Apa maksud kamu tidur di situ?"
"Maaf ya mas, aku ketiduran waktu lagi tunggu kamu pulang." jelas Rara
__ADS_1
"Tolong hentikan semua permainan kamu di depan saya Ra, di mata saya kamu dan kakak kamu itu sama saja. Kalian berdua benar-benar perempuan yang sangat hebat untuk mempermainkan hati saya," ucap Adit dengan sinis sambil bertepuk tangan
Rara yang tidak tau apapun hanya bisa terdiam pada saat itu
"Dengerin saya baik-baik Ra, saya sudah merasa muak dengan permainan kalian berdua. Saya minta kamu jangan pernah keluar dari dalam kamar kamu selama saya ada di sini, jangan melakukan apapun yang bisa membuat saya melihat wajah kamu." lanjut Adit dengan tegas
Setelah merasa puas Adit pun meninggalkan Rara begitu saja, sedangkan Rara memilih untuk mengikuti ucapan Adit dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Tetapi ada sesuatu yang sedikit aneh pada saat itu karena Rara sama sekali tidak menjatuhkan air matanya
"Terserah kamu mau berpikiran aku ini seperti apa mas, aku cuma akan mengikuti semua keinginan kamu sampai batas kesabaran aku benar-benar habis. Dan bila itu terjadi aku benar-benar akan pergi dari sisi kamu untuk selamanya mas," gumam Rara
FLASH BACK
Dirga yang merasa tidak tenang karena ucapan Rara pada malam hari mendatangi Rara di kampusnya, Dirga pun menemui Rara di sela waktu istirahat kelasnya. Dan kini mereka sudah duduk saling berhadapan di kantin kampus
"Ada apa ya mas?"
"Ga ada masalah kok Ra, mas Dirga cuma kepikiran sama ucapan kamu Ra. Sebenarnya apa yang membuat kamu merasa takut ada di dekat mas Adit?"
Dirga pun membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap serius ke arah Rara
"Mas Dirga tau kamu bukan perempuan yang kuat seperti mbak Adel, tapi mas juga tau kalau kamu bukan perempuan yang lemah Ra. Kalau kamu sampai bilang kamu takut sama mas Adit, apa mas Adit sudah bersikap sedikit berlebihan Ra?" tanya Dirga dengan wajah serius
Rara pun berusaha untuk tersenyum tetapi Rara tidak pernah bisa berbohong di hadapan seorang Dirga
"Tolong kamu bilang ke mas Dirga, apa aja yang sudah mas Adit lakukan sama kamu?" tanya Dirga penuh penekanan
Rara pun mulai menceritakan semua yang telah terjadi antara dirinya dan Adit, Rara tau dengan pasti bahwa Dirga saat itu sedang merasakan perasaan marah yang teramat besar
__ADS_1
"Tadi pagi mas Adit sudah bersikap lebih baik kok mas, dia bahkan kasih aku kartu untuk beli apapun yang aku mau"
"Jawab dengan jujur Ra!! apa mas Adit sempat main tangan sama kamu?"
"Ga kok mas, mas Adit ga sampai main tangan sama aku." jawab Rara dengan cepat
"Kamu ga lagi bohong sama mas Dirga kan Ra?
Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, Dirga pun membuang nafasnya dengan kasar untuk mengurangi perasaan amarah yang sedang dia rasakan
"Jujur mas Dirga juga bingung harus berbuat apa saat ini Ra? di satu sisi mas Dirga ga rela kamu di perlakukan seperti itu, tapi di sisi lain mas Dirga ga bisa berbuat banyak karena kalian sudah menikah"
"Rara ngerti kok posisi kamu mas, Rara akan berusaha untuk bertahan." jawab Rara lalu tersenyum
"Untuk sementara itu memang pilihan terbaik Ra, kamu coba lakukan semua tugas kamu sebagai seorang istri dengan baik dan ikuti semua ucapan suami kamu Ra"
"Ya mas"
"Tapi mas Dirga juga ga bisa terima kalau mas Adit sudah bersikap berlebihan, kalau itu sampai terjadi kamu bisa langsung pulang ke rumah mas Dirga saat itu juga Ra. Pintu rumah mas Dirga akan selalu terbuka untuk kamu," ucap Dirga bersungguh-sungguh
"Makasih ya mas karena kamu masih perduli sama aku," ucap Rara dengan tulus lalu tersenyum
"Apapun yang terjadi kamu tetap adik mas Dirga, anggap aja saat ini mas Adit lagi lepas kontrol karena semua masalah kemarin. Tapi kita cuma orang kecil Ra yang kita punya cuma harga diri, jadi jangan biarin siapapun melindas harga diri kita sampai habis"
Kedua bola mata Rara pun mulai berkaca-kaca karena merasa haru
"Yang mas Dirga bilang memang benar, selain harga diri apalagi yang kami punya di hadapan orang-orang besar seperti mereka. Mulai sekarang aku cuma akan mengikuti semua ucapan mas Adit sampai semua batas kesabaran aku habis," ucap Rara di dalam hatinya
__ADS_1
Mulai saat itu Rara sudah bertekad untuk mengikuti semua ucapan Adit sebagai bentuk pengabdian dirinya sebagai seorang istri, tapi dia juga tidak akan tinggal diam bila Adit benar-benar sudah bersikap berlebihan
FLASH OFF