Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Cemburu


__ADS_3

Willy pun membawa Rara ke sebuah restoran yang cukup ternama di kota itu, dia hanya ingin menunjukkan rasa terima kasihnya dengan tulus. Sedangkan Rara menyantap makanan yang dia pilih dengan perasaan yang terasa aneh


"Kenapa dari tadi perasaan aku sedikit ga tenang? semoga aja ga terjadi sesuatu yang aneh di tempat ini," ucap Rara di dalam hatinya


"Nanti biar mas Willy sekalian antar kamu pulang aja ya Ra," ucap Willy di sela makan mereka


"Ga perlu merepotkan mas, nanti Rara bisa pulang naik taksi aja." jawab Rara dengan sopan


"Kok gitu sih Ra? kalau begitu mas Willy yang jadi ga enak hati, tadi kamu udah datang sendiri padahal mas Willy yang butuh bantuan dari kamu. Kalau kamu pulang juga sendiri mas Willy pasti merasa bersalah Ra," ucap Willy dengan serius


Dengan sedikit berat hati Rara pun menyetujui hal tersebut tetapi dia tidak bisa memungkiri bahwa hatinya semakin terasa tidak tenang


"Sebenarnya ada apa ya? kenapa perasaan aku semakin terasa tidak tenang? tapi aku kan ga melakukan hal yang aneh-aneh, kenapa aku merasa seperti ini?" ucap Rara di dalam hatinya


Selesai mereka makan Willy pun segera memanggil salah seorang pelayan di tempat itu dan meminta bill makanan mereka, dia pun menyelesaikan pembayaran bill mereka di tempat itu


"Udah kan Ra? mas Willy langsung antar kamu pulang aja ya"


"Ya mas"


Mereka pun mulai bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari tempat itu, tetapi sebelum mereka membuka pintu tiba-tiba saja ada beberapa orang anak kecil yang sedang asik bercanda dengan riang. Salah satu dari anak tersebut hampir saja terjatuh dan menabrak tubuh Rara


Rara yang tidak dalam keadaan siaga dan mendapatkan serangan dadakan pun hampir saja terjatuh, dengan cepat Willy langsung menangkap tubuh Rara dan terlihat seperti sedang memeluk tubuh Rara


"Kamu ga apa kan Ra?" tanya Willy dengan wajah khawatir


"Aku baik-baik aja kok mas," jawab Rara lalu tersenyum


Willy pun membantu Rara untuk berdiri dengan sempurna dnegan tangan yang masih berada di tubuh Rara


"Lagian orang tua anak-anak tadi pada kemana sih? kenapa juga anak kecil main ga di awasi?" ucap Willy dengan wajah sedikit jengkel


Rara pun tertawa kecil


"Namanya juga anak kecil mas"

__ADS_1


"Tapi kamu baik-baik aja kan?"


Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum tipis, Willy pun mulai melepaskan tangannya dari tubuh Rara. Tetapi sesuatu yang tidak terduga terjadi di tempat itu, karena tiba-tiba saja Adit sudah berada di hadapan mereka berdua


Adit hanya terdiam mematung di hadapan mereka berdua dengan wajah yang terlihat dingin, dalam sekejap wajah Rara berubah menjadi cemas saat menyadari bahwa Adit sudah berada di hadapannya


"Sejak kapan mas Adit ada di sini? jangan bilang kalau mas Adit cuma lihat waktu mas Willy coba bantuin aku, jangan bilang mas Adit akan salah paham tentang kejadian tadi." ucap Rara di dalam hatinya


"Kamu kok ada di sini mas?" tanya Rara dengan hati-hati


"Kenapa? ini kan tempat umum, jadi siapapun boleh datang ke sini untuk makan siang." jawab Adit dengan dingin


Rara pun hanya bisa menundukkan kepalanya karena dia yakin sikap Adit saat itu menunjukkan dengan jelas bahwa Adit sedang marah besar


"Astaga!! kenapa keadaannya jadi seperti ini? sebaiknya aku ga usah perpanjang di sini, nanti aku jelasin ke mas Adit kalau mas Adit sudah pulang kerja aja." ucap Rara di dalam hatinya


Melihat sikap Adit yang kurang bersahabat membuat Willy langsung menatap ke arah Rara dengan wajah serius


"Apa kamu kenal sama orang ini Ra?" tanya Willy dengan serius


"Oh ini mas Adit, mas Adit ini..."


Belum sempat Rara menyelesaikan ucapan yang akan dia katakan Adit sudah membuka suara lebih dulu


"Saya mantan kakak iparnya," ucap Adit dengan tegas


"Tapi sekarang saya sudah menjadi suami perempuan yang ada di samping kamu, kamu secara berani baru aja memeluk istri saya di tempat umum dan di depan mata saya secara langsung." ucap Adit di dalam hatinya


Tetapi sayangnya kata-kata tersebut hanya di ucapkan oleh Adit di dalam hatinya sehingga kesalahan pahaman pun terjadi di antara mereka, Willy yang tidak tau apapun dan hanya menganggap Adit sebagai mantan kakak ipar Rara tetap bersikap seperti biasa. Mereka pun berkenalan seadanya


"Ayo Ra mas Willy antar kamu pulang"


Rara hanya menjawab dengan anggukan kepalanya lalu menatap ke arah Adit


"Aku pulang dulu ya mas," ucap Rara dengan hati-hati

__ADS_1


Adit hanya terdiam dengan wajah yang dingin, Rara dan Willy pun mulai melangkahkan kakinya ke arah parkiran. Entah mengapa Willy merasa bahwa ekspresi wajah Rara pada saat itu terlihat sedikit tertekan, tanpa tau apapun Willy meletakkan tangannya di ujung kepala Rara dengan lembut


"Kamu kenapa sih Ra?"


"Aku ga apa kok mas," jawab Rara lalu tersenyum


"Yakin?" tanya Willy dengan serius


Rara pun menganggukkan kepalanya, mereka pun mulai naik ke dalam mobil Willy tanpa tau bahwa Adit terus memperhatikan mereka dari kejauhan sedari tadi


"Mas Adit piki kamu perempuan baik Ra tapi ternyata kamu saja dengan Adel, apa ini cara kamu membuktikan ke mas Adit tentang kamu yang sebenarnya Ra? seandainya di tempat ini ga ada mbak Wulan aku yakin aku akan kehilangan kendali!!" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya


Pada saat itu Adit berada di tempat itu untuk menemui sang kakak yang bernama Wulan, setelah selesai rapat dia langsung menuju ke tempat itu karena membaca pesan singkat yang di kirimkan sang kakak. Adit pun belum sempat untuk menghubungi Rara sama sekali


Tetapi siapa yang akan menyangka bahwa Adit akan melihat Rara di tempat itu dengan keadaan yang seperti itu, hati Adit benar-benar terasa sakit bahkan jauh lebih menyakitkan di banding saat dia melihat Adel bersama laki-laki lain


Adit pun menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk mengurangi perasaan yang sedang dia rasakan, dia pun mulai menghampiri meja sang kakak dan mendudukkan tubuhnya dengan wajah yang masam


"Kamu kenapa Dit?" tanya Wulan lalu tersenyum meledek


"Memang aku kenapa mbak? aku baik-baik aja kok," jawab Adit dengan suara sinis


"Ya udah kamu mau makan apa Dit?"


"Aku ga lapar mbak, ada apa mbak panggil aku ke sini?"


"Apa kamu lagi ada masalah Dit?" tanya Wulan dengan wajah serius


"Ga ada mbak"


"Tapi wajah kamu mengatakan hal yang berbeda," ucap Wulan dengan senyuman mengejek.


Adit pun hanya bisa terdiam dengan wajah malas


"Ga mungkin dong aku kasih tau mbak Wulan kalau aku cemburu lihat Rara sama laki-laki lain, sampai detik ini belum ada yang tau kalau Rara sudah jadi istri aku." ucap Adit di dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2