Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Seperti Mimpi ( TAMAT )


__ADS_3

Jonathan harus meringkuk di dalam penjara tanpa mendapatkan bantuan apapun dari keluarga Perkasa, sekeras apapun sang mama mencoba membujuk sang papa tetap saja membuat sang papa tidak mempunyai nyali untuk melawan keluarga Erlangga


Adit pun kembali ke kediamannya dan Adel berada di sana, setelah acara selesai Adit memberitahukan hal tersebut kepada Rara dan Rara meminta untuk membawa Adel ke kediaman mereka


Kehadiran Adit di rumah tersebut langsung di sambut hangat oleh sang buah hati yang berlari kecil ke arah sang papa, Rara pun langsung menghampiri Adit dengan senyuman hangat di bibirnya


"Bagaimana mas?"


Adit menganggukkan kepalanya tanda semua masalah telah selesai, mereka telah memutuskan untuk tidak membahas hal tersebut di hadapan Haikal. Sedangkan Adel hanya bisa menatap kehangatan keluarga Adit dari kejauhan


"Aku benar-benar menyesal telah melepaskan laki-laki baik seperti kamu mas, tapi yang namanya waktu tidak bisa di putar kembali. Terima kasih karena pernah hadir di dalam hidup aku mas dan maaf karena dulu aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk kamu, sekarang aku hanya bisa mendoakan semoga keluarga kalian selalu bahagia." batin Adel sambil tersenyum getir


Adel pun mulai bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka


"Aku pamit dulu ya"


"Kamu mau pergi ke mana mbak?" tanya Rara dengan wajah cemas


Adel pun tersenyum tipis


"Ternyata kamu memang perempuan baik Ra, kamu pantas untuk mendapatkan laki-laki baik seperti mas Adit." batin Adel sambil tersenyum tipis


"Saat ini ada sesuatu yang harus mbak Adel hadapi Ra," jawab Adel lalu tersenyum


"Apa kamu mau aku temani mbak?"


Adel pun menggelengkan kepalanya


"Mbak rasa mbak harus menghadapi dia seorang diri Ra"


"Kalau ada apa-apa kamu bisa langsung hubungi aku ya mbak"


Adel pun tersenyum dengan tulus dan mulai pergi meninggalkan tempat itu, yang Adel lakukan pada saat itu adalah pergi menemui Jonathan. Dia merasa harus menghadapi laki-laki tersebut dan keluar dari bayang-bayang perasaan takut


Kini Jonathan sudah duduk di hadapan Adel, laki-laki tersebut pun tersenyum sinis melihat keadaan Adel yang baik-baik saja


"Apa kamu merasa kecewa karena keadaan aku baik-baik saja?" tanya Adel dengan tegas


"Apa sebenarnya mau kamu? apa kamu datang ke tempat ini cuma untuk menertawakan keadaan aku?" tanya Joe dengan sinis


Adel pun menggelengkan kepalanya


"Aku cuma mau melihat kehancuran laki-laki licik yang selama ini telah berhasil membuat aku menjadi perempuan bodoh"


Jonathan pun tersenyum dengan sinis


"Lalu kamu mau apa?" tanya Joe dengan wajah sombong


Adel pun tersenyum tipis


"Aku cuma harap kamu bisa menikmati kehidupan kamu di tempat ini dengan baik," jawab Adel lalu tersenyum


Jonathan pun tertawa lepas


"Apa kamu pikir orang tua aku akan membiarkan aku ada di sini selamanya? kamu jangan lupa siapa keluarga aku," ucap Joe dengan sombongnya


Adel pun menggelengkan kepalanya


"Orang seperti kamu sudah tidak bisa lagi di selamatkan," batin Adel


"Aku akan memberikan kamu sebuah nasihat sebagai wanita yang pernah menjadi istri kamu, sebaiknya kamu tidak perlu lagi mengharapkan bantuan apapun dari keluarga kamu"


"Apa maksud kamu Adel?" tanya Joe dengan tegas


"Apa berada di dalam sini membuat kamu menjadi bodoh dan pelupa? apa kamu sudah lupa kalau adik ipar aku saat ini adalah pemimpin keluarga Erlangga? apa kamu juga sudah lupa kalau keluarga kamu tidak akan mau berhadapan dengan keluarga Erlangga?"

__ADS_1


Jonathan pun terdiam sambil mengeraskan rahangnya


"Apa itu alasannya aku ga bisa menggunakan pengacara keluarga kami? ga!! Adel pasti bohong sama aku, mama ga mungkin ga membujuk papa untuk melepaskan aku dari tempat ini." batin Joe


Adel pun mulai bangkit dari duduknya


"Selamat tinggal Jonathan Perkasa"


Adel pun segera melangkahkan kakinya dengan pasti untuk meninggalkan tempat itu, sekuat apapun Jonathan memanggil nama Adel tetapi tidak membuahkan hasil apapun karena Adel terus melangkahkan kakinya tanpa mau menoleh ke belakang


Baru saja Adel keluar dari tempat itu tiba-tiba saja ponselnya mulai berdering, dia pun mengerutkan keningnya karena yang menghubungi dirinya pada saat itu adalah Rara


"Halo Ra"


"Kamu ada di mana mbak?" tanya Rara dengan nada suara cemas


"Mbak baru aja menemui Joe"


"Apa kamu baik-baik aja mbak?"


Adel pun tertawa kecil


"Kamu kenapa sih Ra? mbak baik-baik aja kok"


"Aku cuma takut laki-laki itu menyakiti kamu mbak"


Adel pun tersenyum tipis mendengar perhatian dari sang adik


"Sekarang dia sudah ga akan bisa melakukan apapun lagi sama mbak Ra, jadi kamu tenang aja ya"


"Kalau ada masalah apapun kamu bisa cerita sama aku ya mbak, pintu rumah aku akan selalu terbuka untuk kamu mbak. Kalau kamu merasa kesepian kamu bisa datang ke rumah aku kapan pun kamu mau mbak," ucap Rara dengan tulus


"Terima kasih ya Ra"


"Mbak mau pesan sesuatu sama kamu ya Ra"


"Pesan apa ya mbak?"


"Tolong sayangi Ical seperti anak kamu sendiri Ra"


"Pasti mbak, aku pasti akan melakukan itu." jawab Rara dengan yakin


"Terima kasih ya Ra, satu lagi Ra"


"Apa mbak?"


"Sebagai seorang istri kamu harus bisa menjaga mas Adit dengan baik karena mas Adit itu laki-laki yang baik Ra, kamu harus bisa belajar dari kesalahan yang mbak Adel lakukan di dalam hidup mbak"


"Ya mbak"


"Ya sudah kalau begitu mbak mau bawa mobil nih Ra"


"Hati-hati di jalan ya mbak"


"Ya"


Adel pun langsung memutuskan sambungan teleponnya


"Dulu aku selalu berpikir sikap Rara terlalu manja dan kadang membuat aku kesal sendiri saat dia terlihat sedang bersikap manja, tapi sekarang hati aku terasa hangat mendapatkan perhatian kecil dari anak itu." batin Adel sambil tersenyum tipis


Tetapi di tempat yang berbeda tiba-tiba saja Rara harus mendapatkan pelukan yang erat dari sang suami


"Kamu ga boleh ulangi itu lagi ya sayang," ucap Adit dengan lembut


"Maksud kamu apa ya mas?" tanya Rara dengan perasaan bingung

__ADS_1


Adit pun mencium ujung kepala Rara dengan lembut


"Jangan pernah bilang kalau rumah ini rumah aku"


Rara pun memutar tubuhnya agar bisa menatap wajah tampan sang suami


"Tapi kan ini memang rumah kamu mas," ucap Rara dengan polosnya


Adit pun mencium kening Rara dengan sangat lembut


"Kamu salah sayang, rumah ini bukan rumah aku"


"Jadi selama ini kita tinggal di rumah siapa mas?" tanya Rara dengan wajah bingung


Adit pun tersenyum hangat


"Rumah ini bukan rumah aku tapi rumah ini rumah kita," jawab Adit dengan lembut


Rara pun langsung memeluk tubuh Adit dengan sangat erat dan Adit menghadiahkan sebuah ciuman di ujung kepala Rara dengan lembut


"Terima kasih karena kamu telah hadir di dalam hidup aku sayang, kehadiran kamu benar-benar membuat hidup aku menjadi lebih bermakna. Aku berjanji di sisa hidup aku ini hanya untuk membuat kamu bahagia," batin Adit sambil tersenyum bahagia


Mama Jonathan berinisiatif untuk menemui Adel agar Adel bersedia untuk mencabut tuntutannya terhadap Jonathan, tetapi itu semua tidak membuahkan hasil apapun karena Adel sudah membulatkan hatinya


Waktu pun terus berlalu dan keputusan sidang membuat Jonathan harus merasakan dinginnya jeruji besi dengan dalam kurun waktu yang cukup lama


Kebahagiaan Adit dan Rara terasa semakin sempurna saat bayi perempuan yang cantik hadir melengkapi keluarga mereka, di antara semua keluarga Erlangga Haikal adalah sosok yang paling bahagia menyambut kehadiran bayi cantik tersebut. Adit pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Haikal yang sedang memandangi bayi cantik tersebut


"Adik kamu perempuan sayang"


"Iya pah," ucap Haikal tanpa menoleh ke arah Adit


"Kamu harus bisa menjaga adik kamu dengan baik ya sayang, karena kita para laki-laki harus bisa menjaga perempuan di keluarga kita dengan baik." ucap Adit dengan lembut


Haikal pun menoleh ke arah Adit


"Papa tenang aja, Ical janji akan menjaga adik Ical dengan baik. Ical ga akan membiarkan siapapun membuat adik Ical menangis," ucap Haikal dengan yakin


Rara yang menyaksikan pemandangan indah tersebut langsung tersenyum bahagia


"Ini semua terasa seperti mimpi jika aku mengingat rumah tangga aku bersama mas Adit pada awalnya, rasanya aku sudah tidak membutuhkan apapun lagi karena saat ini aku sudah mendapatkan semua yang terbaik. Seorang suami dan anak laki-laki terbaik yang pernah ada, dan kini anak perempuan kami akan melengkapi kebahagiaan di dalam keluarga kami." batin Rara sambil tersenyum bahagia


TAMAT


Terima kasih sudah membaca cerita aku dan semoga cerita aku bisa menghibur kakak semua 😘😘


Kalau berkenan mampir ke cerita baru aku ya kak yang berjudul Bertukar Tubuh dan semoga cerita baru aku bisa menghibur kakak semua 😘😘


Seorang gadis bernama Nindita Widianto memilih untuk menjatuhkan tubuhnya ke dalam sebuah jurang dari pada dia harus menyerahkan tubuhnya sebagai alat untuk pelunasan bagi hutang sang ayah


Di waktu yang bersamaan ada seorang gadis yang bernama Angelina Maharani sedang mengalami sebuah kecelakaan mobil dengan cukup hebat


Kedua gadis tersebut mempunyai sebuah keinginan yang mereka ungkapkan di dalam hati mereka di saat-saat terakhir mereka masih memiliki kesadarannya


Sebuah keajaiban pun terjadi kepada kedua gadis tersebut, mereka sama-sama bisa selamat dari kejadian naas yang sedang menimpa mereka


Tetapi sesuatu yang aneh terjadi karena jiwa mereka tidak terbangun di dalam tubuh mereka masing-masing


Kisah pun akan di mulai di mana salah satu dari mereka terbangun lebih dulu, bagaimana merasa akan menjalani kehidupan mereka?


Rahasia apa yang akan terbuka dengan kejadian tersebut?


Rahasia apa yang akan terungkap dengan kejadian tersebut?"


Kalau tertarik silahkan mampir kak...🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2