Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Akting Jonathan


__ADS_3

Dengan sangat mudahnya Jonathan mengetahui bahwa Adel masih memiliki beban hati pada saat itu


"Kenapa lagi sih sayang?" tanya Joe dengan lembut


"Ga tau lah sayang aku juga bingung"


"Sebenarnya apa sih yang membuat kamu takut?"


"Selain status sosial kita yang berbeda jauh, masih ada status aku saat ini yang hanya seorang janda dan mempunyai satu anak." ucap Adel dengan serius


Jonathan meletakkan tangannya di ujung kepala Adel dengan lembut sambil tersenyum hangat


"Kalau cuma masalah itu kamu tenang aja ya, aku sudah cerita semuanya tentang kamu ke keluarga aku. Dan bagi mereka ga masalah dengan itu semua," jawab Joe dengan yakin


Saat itu Adel hanya terdiam sambil menatap ke arah Jonathan dengan lekat, seorang Adel tidak akan bisa membaca kebohongan sebesar apapun dari mata Jonathan yang memang sudah seorang pemain


"Apa mungkin keluarga mereka ga pernah memandang tentang itu semua? tapi kenapa aku merasa ini semua sedikit aneh?" ucap Adel di dalam hatinya


"Sekarang apa lagi?" tanya Joe dengan lembut


Adel pun hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya karena dia merasa tidak mungkin bagi dirinya menyampaikan itu semua, di sepanjang perjalanan Jonathan terus meyakinkan Adel untuk tenang karena semuanya akan baik-baik saja


Mereka pun tiba di sebuah rumah yang sangat mewah yaitu rumah utama mantan sang pemimpin keluarga Perkasa, Jonathan mulai membawa Adel memasuki rumah tersebut dan sambutan hangat di dapatkan oleh Adel dari semua orang yang berada di tempat itu


Sebelum acara makan malam di mulai semua berkumpul di ruang keluarga sambil berbincang ringan, Adel bisa merasa yakin bahwa kehadiran dirinya di tempat tidak mendapatkan penolakan sama sekali. Tetapi tiba-tiba saja papanya Jonathan menatap ke arah Adel dengan lekat


"Apa kamu sudah benar-benar yakin untuk menikah dengan Jonathan?"


Pada saat itu Adel hanya terdiam karena memperhatikan ekspresi wajah laki-laki paruh baya tersebut, entah mengapa dia merasa ada yang aneh dari ekspresi wajah orang tersebut


"Ini bukan ekspresi wajah sebuah penolakan tapi lebih ke arah ekspresi wajah ga percaya, kenapa papanya Joe bisa bersikap seperti itu?" ucap Adel di dalam hatinya


Jonathan pun langsung mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Adel pada saat itu

__ADS_1


"Papa kok ngomong begitu sih pah? kalau papa tanya begitu yang ada Adel jadi bingung, apa papa mau aku gagal menikah? kalau bukan sama Adel aku ga akan mau menikah seumur hidup aku," ucap Joe dengan yakin


Adel pun hanya bisa memberikan senyuman canggung saat mendengar ucapan sang kekasih


"Papa kan cuma merasa penasaran alasan dia mau menikah sama kamu?" jawab sang papa lalu tersenyum penuh arti


Mama dari Jonathan langsung mengambil alih untuk menjadi penengah agar tidak terjadi perdebatan lebih jauh lagi, tapi entah mengapa hati Adel semakin merasa bingung dengan suasana yang tercipta di tempat itu


"Aku sama sekali ga bisa merasakan penolakan dari semua orang yang berada di tempat ini, tatapan mata beberapa orang lebih cenderung terlihat tidak percaya aku mau menjadi istri Joe. Semuanya benar-benar terasa aneh," ucap Adel di dalam hatinya


Adel hanya bisa memendam itu semua di dalam hatinya tanpa berani untuk mempertanyakan hal tersebut kepada siapapun, dengan bodohnya dia mengabaikan kata hatinya yang sudah memberikan dia peringatan dengan sangat jelas


Sedangkan Jonathan yang memang sudah pemain handal dapat mengetahui semua jalan pikiran Adel dengan sangat mudahnya


"Ini semua karena papa, kenapa juga papa harus bersikap seperti tadi? apa papa memang sengaja melakukan itu supaya aku gagal?" gerutu Joe di dalam hatinya


Setelah acara tersebut selesai Jonathan terpaksa tidak bisa melepaskan Adel begitu saja, dia yakin bahwa kini jauh di dalam lubuk hati Adel merasakan sedikit keraguan terhadap dirinya. Jonathan yang awalnya berniat untuk mengantarkan Adel ke kediamannya langsung merubah tujuan mereka


"Kok kita ke sini sayang? tadi bukannya kamu bilang mau langsung antar aku pulang ke rumah," tanya Adel sambil menatap ke arah Joe


Jonathan pun menatap Adel dengan senyuman hangat


"Gimana aku bisa biarin kamu pulang ke rumah? kalau keadaan kamu aja seperti itu sayang"


"Memang aku kenapa?" tanya Adel sambil mengerutkan keningnya


"Seharusnya aku yang tanya itu sama kamu sayang? kenapa setelah pulang dari rumah orang tua aku kamu kelihatan sedikit aneh?"


Adel pun menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu menatap ke arah Jonathan dengan serius


"Aku harus jujur kalau aku merasa sedikit bingung dengan sikap keluarga kamu"


"Maksud kamu gimana sih sayang? coba jelasin dengan benar"

__ADS_1


"Coba kamu bayangkan dengan status aku saat ini aku mendapatkan penolakan sama sekali, yang lebih aneh papa kamu terkesan heran aku mau menikah sama kamu." ucap Adel dengan serius


Bukan hal yang sulit bagi seorang Jonathan Perkasa untuk menyelesaikan urusan seperti itu, dia pun langsung menatap ke arah Adel dengan wajah serius


"Apa kamu masih ga percaya sama aku? padahal aku sudah sampai mempertemukan kamu sama kedua orang tua aku, apa itu semua bukan bukti yang jelas buat kamu?" tanya Joe dengan wajah kecewa


Dengan bodohnya Adel mempercayai akting Jonathan begitu saja, dia pun langsung memasang wajah bersalah di hadapan laki-laki tersebut


"Bukan sayang, maaf aku ga bermaksud seperti itu." jawab Adel dengan cepat


"Kalau kamu masih ga percaya setelah semua yang aku lakukan, sepertinya ga ada gunanya lagi kita lanjutkan hubungan kita." ucap Joe dengan lirih


Adel pun merasa semakin bersalah dan langsung memegang kedua pipi Jonathan agar kedua mata mereka bisa saling bertemu


"Aku yang salah, aku minta maaf ya. Seharusnya aku ga boleh merasa ragu sama kamu," ucap Adel dengan lembut


Jonathan pun bisa tersenyum puas di dalam hatinya dengan cepat laki-laki tersebut langsung mencium bibir Adel dengan sangat dalam, dan untuk kesekian kalinya mereka melewati malam panas bersama


"Malam ini kamu tidur di sini aja ya sayang"


"Aku ga bisa sayang"


Jonathan pun memeluk tubuh Adel semakin erat


"Tapi rasanya aku ga pernah rela saat antar kamu pulang sayang," ucap Joe lalu mencium ujung kepala Adel


Adel pun tersenyum bahagia setiap dia mendengar rayuan dari laki-laki tersebut


"Terus kapan rencana kamu untuk kenalin aku sama anak kamu sayang? kamu dengar sendiri tadi mama aku bilang dia mau kita cepat menikah"


"Secepatnya ya sayang, karena sebelum itu aku harus kasih tau tentang perceraian aku dulu"


"Aku harap kamu secepatnya menyelesaikan tentang masalah itu sayang, karena kita juga harus mulai memikirkan masa depan kita." ucap Joe dengan lembut dan berakhir dengan sebuah ciuman di ujung kepala Adel

__ADS_1


__ADS_2