
Waktu yang mereka habiskan di villa tersebut terasa berlalu dengan sangat cepat, seharian penuh Haikal tidak mau lepas dari sisi Rara sama sekali. Sedangkan Adit memilih untuk membiarkan mereka bersama karena dia yakin Rara merindukan sosok Haikal
Saat malam tiba Haikal meminta untuk tidur di kamar yang sama dengan Rara di bandingkan bersama sang papa, Rara pun menemani anak tersebut sampai dia tertidur dengan lelap
"Sebaiknya aku lihat mas Adit dulu, tadi waktu kami masuk ke kamar mas Adit masih duduk di teras depan." ucap Rara di dalam hatinya
Rara pun memastikan sekali lagi apakah Haikal benar-benar sudah tertidur, setelah yakin Rara pun mulai keluar dari dalam kamar tersebut dan melangkahkan kakinya ke arah luar. Ternyata Adit masih berada di tempat yang sama sedari tadi
"Aku bikin teh dulu deh untuk mas Adit"
Rara pun segera mengarah ke dapur dan menyiapkan secangkir teh hangat untuk Adit, dia pun membawa teh tersebut ke teras depan
"Kok masih di sini mas?" tanya Rara sambil meletakkan teh yang telah dia siapkan
Adit pun hanya membalas dengan senyuman
"Di minum dulu mas"
"Makasih ya Ra, Ical sudah tidur?"
"Ya mas"
"Temani mas Adit sebentar ya Ra di sini"
Rara pun langsung mendudukkan tubuhnya di tempat itu
"Apa cita-cita kamu Ra?" tanya Adit sambil menatap ke arah Rara
"Kalau dulu aku selalu bermimpi untuk lulus kuliah dan menjadi wanita seperti mbak Adel mas"
"Maksud kamu menjadi wanita karier?" tanya Adit dengan wajah serius
Rara pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, saat itu jauh di dalam lubuk hati Adit merasa sedikit was-was saat mendengar impian Rara. Adit hanya merasa sedikit takut bila perjalanan hidupnya bersama Adel akan terulang kembali
"Kenapa kamu ingin menjadi wanita karier sepeti Adel?"
"Karena di mata aku mbak Adel itu perempuan yang hebat mas, mbak Adel bisa membuktikan dengan dia bekerja keras dia bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan mas." ucap Rara dengan tulus
"Kalau sekarang?"
Rara pun langsung menatap ke arah Adit sambil mengerutkan keningnya
__ADS_1
"Kamu bilang itu cita-cita kamu dulu, berarti sekarang sudah beda dong"
Rara pun menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang terlihat canggung
"Berarti kalau cita-cita kamu yang sekarang apa Ra?"
"Aku malu mas bilangnya," jawab Rara lalu terlihat cengengesan
"Ya ampun Ra, masa sama mas Adit aja kamu masih merasa malu. Jadi apa keinginan kamu yang sekarang Ra?" tanya Adit dengan lembut
"Aku cuma mau lulus kuliah untuk mewujudkan keinginan ibu mas,"
"Terus, setelah itu kamu apa?"
"Aku cuma mau jadi ibu rumah tangga yang baik mas dan menjaga rumah tangga aku dengan baik mas," jawab Rara dengan malu-malu
Tanpa sadar Adit langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna, Rara pun hanya bisa memberikan senyuman yang terlihat canggung melihat ekspresi wajah Adit pada saat itu
"Dia bilang mau jadi ibu rumah tangga yang baik, apa ini yang namanya dunia lagi berpihak sama aku? kalau nanti dia setuju, berarti aku ga perlu lagi khawatir kami akan kekurangan waktu untuk bersama." ucap Adit di dalam hatinya
"Aneh ya mas? pasti orang seperti kamu yang biasa hidup dengan wanita hebat seperti mbak Adel jadi merasa aneh mendengar keinginan aku"
"Mulut kamu memang ga bilang apa-apa mas, tapi muka kamu bilang begitu mas." ucap Rara lalu tertawa kecil
Adit yang tersadar pun langsung merubah ekspresi wajahnya pada saat itu, sedangkan Rara segera bangkit dari duduknya untuk kembali ke dalam kamar. Belum sempat Rara melangkahkan kakinya, dengan cepat Adit langsung memegang salah satu tangan Rara
"Kamu mau kemana Ra?"
"Mau balik ke kamar mas, takut Ical bangun dan cari aku"
"Tunggu sebentar ya Ra"
Rara pun mendudukkan kembali tubuhnya dengan sempurna dan langsung menatap ke arah Adit
"Ada apa ya mas?"
"Mas Adit kan belum jelasin masalah yang tadi Ra," jawab Adit dengan serius
"Jelasin masalah apa ya mas?" tanya Rara dengan polosnya
"Ekspresi wajah mas Adit tadi loh Ra"
__ADS_1
"Oh, ga masalah kok mas." jawab Rara lalu tersenyum
"Ga bisa Ra, mas Adit harus jelasin dulu ke kamu." ucap Adit dengan tegas
"Ya udah kamu mau jelasin apa mas?"
"Tadi itu mas Adit cuma kaget aja Ra waktu mendengar keinginan kamu, tapi mas Adit ga merasa kalau itu sesuatu yang lucu kok"
Rara pun tertawa kecil
"Kok ketawa sih Ra?"
"Aku pikir kamu mau jelasin apa mas, buat aku ga masalah kok mas. Soalnya Airin juga bilang kalau keinginan aku itu lucu mas, dia bilang untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalau ternyata cita-cita aku jadi ibu rumah tangga yang baik." ucap Rara sambil menahan tawa membayangkan wajah Airin pada saat mengatakan hal tersebut
"Tapi buat mas Adit itu bukan sesuatu yang lucu Ra, kalau boleh jujur saat ini mas Adit lebih berharap untuk mempunyai istri yang seperti itu Ra. Dari pada mempunyai istri seorang wanita karier." ucap Adit dengan yakin
"Masa sih mas? jadi menurut kamu keinginan aku itu bukan sesuatu yang lucu?" tanya Rara dengan mata yang berbinar-binar
Adit pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
"Seandainya nih Ra, cuma seandainya ya. Seandainya kamu belum menikah, kapan waktu yang inginkan untuk menikah?" tanya Adit dengan wajah serius
Rara pun tertawa mendengar pertanyaan Adit pada saat itu
"Kok malah ketawa lagi sih Ra?"
"Maaf mas, soalnya aku jadi bingung mau jawab pertanyaan kamu mas"
"Ya udah kamu tinggal jawab aja Ra"
"Setelah keinginan aku berubah aku selalu berpikir untuk menikah cepat mas, kalau bisa aku mau langsung menikah setelah aku lulus kuliah. Tapi sampai sekarang aku bahkan ga punya pacar," ucap Rara dengan polosnya
Adit hanya bisa terdiam mendengar ucapan polos Rara pada saat itu, seperti ada hembusan angin yang sejuk dia rasakan di dalam hatinya
"Makanya aku bilang aku bingung mau jawab pertanyaan kamu mas, aku punya cita-cita ingin cepat menikah tapi aku ga pernah dekat sama laki-laki manapun." lanjut Rara lalu tertawa
Pada saat itu Adit hanya menampilkan sebuah senyuman di bibirnya, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya dia benar-benar merasa bahagia mendengar itu semua
Mereka pun berbincang sejenak sebelum akhirnya Rara kembali ke dalam kamar untuk menemani Haikal, sedangkan Adit memilih untuk tetap di situ dan terus memikirkan semua ucapan Rara
"Mulai sekarang aku akan lebih berusaha untuk mendapatkan hati kamu Ra, aku akan menunggu kamu sampai kamu lulus kuliah seperti keinginan kamu. Aku cuma bisa berharap saat itu tiba kamu sudah tidak menganggap aku sebagai seorang kakak lagi Ra," ucap Adit di dalam hatinya
__ADS_1