
Rara sudah bermimpi dengan indah pada malam itu tetapi lain hal dengan Adit karena dia tidak bisa menutup kedua bola matanya sama sekali, Adit merasa tak pernah bosan untuk menatap wajah cantik Rara yang terlihat tenang
"Mas Adit ga menyangka kalau kamu akan bersedia melakukan itu secepat ini Ra, awalnya mas Adit pikir akan butuh waktu lama untuk menghapus kenangan pahit yang pernah mas Adit lakukan sama kamu sayang. Dan yang lebih ga di sangka lagi adalah kamu ga meminta mas Adit untuk berhenti Ra," batin Adit sambil tersenyum bahagia lalu mencium ujung kepala Rara dengan lembut
"Tidurlah yang nyenyak sayang, mulai saat ini mas Adit akan menjadi orang yang selalu berada di samping kamu untuk membuat kamu bahagia," ucap Adit dengan lembut
Bagi seorang Aditya Putra Erlangga melakukan malam pertama kepada seorang wanita yang masih bersih bukanlah hal yang pertama, tetapi Adit tidak pernah melupakan pengalaman pertama dirinya bersama Adel pada dulu kala
Saat itu Adel memaksa Adit untuk berhenti melakukan hal tersebut karena dia merasakan sakit pada bagian intinya, Adel yang merasa kesakitan tidak mau perduli dengan apapun dan memaksa Adit untuk berhenti melakukan itu semua. Bahkan Adel tidak bersedia mengulang hal tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama
Di saat Adit dan Rara sudah mulai saling menyatukan semua yang mereka miliki, di tempat yang berbeda Adel sedang menemani sang kekasih untuk menghadiri acara ulang tahun salah satu sahabat Jonathan. Acara tersebut di adakan di sebuah club yang cukup ternama di kota itu
Jonathan mengenalkan Adel kepada para sahabatnya dan sambutan yang sangat baik di dapatkan oleh Adel di tempat itu, sebagai seorang wanita Adel benar-benar merasa bahagia mendapatkan pengakuan dari semua orang yang mengenal sang kekasih
Waktu pun terus berlalu dan semua orang yang hadir di tempat itu bisa menikmati pesta tersebut, dentuman musik semakin membuat mereka menikmati minuman yang tersedia. Suasana yang tercipta membuat semua orang yang hadir di tempat itu mulai di kendalikan oleh alkohol
Adel yang merasa kedua pipinya mulai panas memilih untuk berpamitan ke kamar mandi agar bisa membasuh wajahnya, salah satu sahabat Jonathan yang bernama Rendi pun langsung mendudukkan tubuhnya tepat di samping Jonathan dan meletakkan tangannya di pundak laki-laki tersebut
"Gila!! baru sekali ini gw lihat lu serius sama satu perempuan Joe.." ucap Rendi lalu tertawa lepas
Jonathan hanya membalas dengan senyuman
"Yang lebih gila lagi lu sekarang ga pernah mau kumpul lagi sama kita-kita," lanjut Rendi
"Ya mau gimana lagi? sebentar lagi gw sudah mau menikah jadi ga mungkin gw masih bisa sering kumpul lagi seperti dulu"
Rendi pun tertawa lepas mendengar ucapan Jonathan pada saat itu
"Gila!! seorang Jonathan Perkasa bisa taubat karena seorang wanita"
__ADS_1
"Gw ga bisa bilang aja sama kalian kalau banyak yang gw pertaruhkan di perempuan itu," batin Joe sambil tersenyum
"Tapi joe, apa lu sudah yakin mau memilih perempuan itu sebagai istri lu? gimana juga orang seperti lu bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih hebat dari dia"
Jonathan menjawab dengan anggukan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali sambil tersenyum tipis, melihat hal tersebut lagi-lagi Rendi tertawa lepas
"Tapi gw bisa paham sih kenapa lu bisa memilih dia untuk jadi istri lu, gimana juga perjuangan lu untuk mendapatkan dia ga main-main. Lu sampai memikirkan cara untuk memisahkan perempuan itu sama mantan suaminya itu," ucap Rendi lalu tersenyum
"Apa maksud ucapan kamu?" penuh penekanan
Secara serempak baik Jonathan ataupun Rendi sama-sama menoleh ke arah suara tersebut, ternyata yang mereka lihat saat itu adalah Adel dengan wajah yang kurang bersahabat
"Sial!! sejak kapan Adel berdiri di belakang kami? pasti dia mendengar ucapan terakhir Rendi!!" batin Joe
Ternyata Adel sudah kembali ke meja mereka saat Rendi memberikan pertanyaan terakhirnya kepada Jonathan, tetapi dia menahan diri tetap berada di belakang mereka dalam diam. Adel hanya merasa sedikit penasaran dengan jawaban yang akan Jonathan berikan
Siapa yang akan menyangka kalau rasa penasaran Adel akan berbuat sesuatu yang sangat mengejutkan bagi dirinya, dia harus mendengar sesuatu yang tidak pernah dia sangka sama sekali
Rendi pun hanya bisa terdiam seribu bahasa sedangkan Jonathan hanya bisa memaki Rendi di dalam hatinya, Adel yang tidak mendapatkan jawaban apapun langsung menatap ke arah Rendi dengan tajam
"Kenapa tadi kamu bilang kalau Joe memikirkan cara agar aku berpisah dengan mantan suami aku?" tanya Adel dengan tegas
Pada saat itu Rendi tidak bisa berkutik sama sekali sedangkan Jonathan langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Adel
"Kamu ngomong apa sih sayang? kamu salah dengar itu, orang aku lagi bahas tentang proyek baru sama Rendi"
Adel pun tersenyum sinis
"Aku baru tau kalau ternyata kamu bisa memberikan jawaban yang bohong dengan sangat cepat ya sayang," ucap Adel dengan sinis
__ADS_1
Jonathan pun hanya bisa terdiam
"Asal kamu tau aja ya, aku sudah ada di belakang kalian saat teman kamu itu tanya apa kamu yakin pilih aku untuk menjadi istri kamu." lanjut Adel dengan tegas
"Sial!! kalau begini sih ga mungkin bisa bohong lagi sama perempuan ini!! ampun gw sama Rendi tuh mulut ga bisa di jaga banget!!" gerutu Joe di dalam hatinya
Adel pun menatap tajam ke arah Jonathan
"Apa kamu masih mau memikirkan jawaban untuk berkelit? kamu ga perlu melakukan itu lagi karena aku sudah dengar semuanya dengan jelas!!" ucap Adel penuh penekanan
Jonathan pun membuang nafasnya dengan kasar
"Yang kamu dengar itu benar dan sekarang kamu maunya gimana?"
"Aku mau kamu menjelaskan semuanya sama aku sekarang juga," jawab Adel dengan tegas
"Oke, aku akan menjelaskan semuanya sama kamu tapi ga di sini. Jangan membuat aku malu di depan teman-teman aku," ucap Joe dengan tegas
Yang ada di dalam benak Jonathan pada saat itu adalah dia tidak mungkin membiarkan Adel membuat onar di acara tersebut, dia pun memegang tangan Adel dan meminta Adel untuk mengikuti dirinya keluar dari tempat itu. Saat mereka sudah berada di parkiran Adel langsung menarik tangannya dan menatap ke arah Jonathan dengan tajam
"Kamu jelasin semuanya sama aku di sini sekarang juga!!" ucap Adel dengan tegas
Jonathan pun membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap ke arah Adel dengan serius
"Oke, kamu mau tau tentang apa? aku akan cerita semuanya dengan jujur," ucap Joe dengan yakin
"Apa kejadian di malam itu semuanya rencana kamu? apa malam itu mereka berdua memang tidak melakukan kesalahan apapun?"
"Kalau kamu mau aku jawab jujur maka aku akan jawab, iya. Kejadian yang menimpa mantan suami kamu itu semua terjadi karena rencana aku"
__ADS_1
Adel hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangannya mendengar pengakuan dari Jonathan
"Astaga!! apa yang telah aku lakukan selama ini? aku bukan hanya telah kehilangan keluarga kecil aku, aku bahkan menghakimi mereka berdua secara sepihak." batin Adel