Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Kesombongan Adel


__ADS_3

Cukup lama Adit terus memperhatikan ekspresi wanita yang pernah mendampingi dirinya tersebut, entah mengapa dia yakin bahwa dia tidak akan bisa mengajak Adel bicara dengan baik-baik


"Sebenarnya aku ga berharap untuk menggunakan cara ini sama kamu, tapi aku juga ga bisa percaya darah daging aku di rawat oleh laki-laki itu. Karena dia adalah seseorang yang sanggup menggunakan cara apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau." ucap Adit di dalam hatinya


"Kalau begitu kita akan menentukan hak asuh Ical di pengadilan," ucap Adit dengan tegas


Dengan bodohnya Adel yang tidak tahu apapun menampilkan sebuah senyuman yang terlihat meremehkan di hadapan Adit


"Kamu bilang apa mas? kita mau merebutkan hak asuh Ical di pengadilan? apa aku ga salah dengar mas?" tanya Adel dengan nada suara sedikit sombong


"Iya, kamu ga salah dengar." jawab Adit dengan tegas


Adel pun tersenyum dengan sombongnya


"Silahkan mas karena aku yakin aku yang akan menang di dalam persidangan itu, pertama kamu adalah pihak yang melakukan perselingkuhan. Dengan bukti itu aku akan menang melawan kamu di pengadilan"


Adit hanya terdiam sambil tersenyum tipis melihat kesombongan Adel pada saat itu


"Yang kedua kamu harus tau kalau calon suami aku adalah pemimpin keluarga Perkasa mas, sedangkan kamu? bukannya kamu pernah cerita sama aku mas, kalau kamu ga boleh mendapatkan dukungan apapun dari keluarga Erlangga untuk urusan pribadi kamu." lanjut Adel dengan sombongnya


Adit hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap Adel yang seperti itu, dia benar-benar tidak menyangka bahwa ternyata wanita seperti itu pernah memiliki seluruh hatinya


"Aku ga tau kamu memiliki keyakinan dari mana? tapi aku harus kasih tau ke kamu kalau di persidangan nanti pasti aku yang akan menang." ucap Adit dengan yakin


Adel yang sudah lama hidup bersama Adit bisa merasakan bahwa ucapan Adit pada saat itu terlihat benar-benar serius, hatinya merasa sedikit bingung melihat keyakinan yang Adit miliki


"Apa maksud kamu mas?"


Adit hanya tersenyum tipis dan membuat nyali Adel sedikit menciut, entah mengapa dia yakin bahwa saat itu Adit sudah memegang senjata untuk menang melawan dirinya


"Pertama karena aku tidak melakukan perselingkuhan"


Adel pun tersenyum sinis mendengar hal tersebut

__ADS_1


"Yang kedua karena calon suami kamu itu ga akan mau berhadapan dengan aku di pengadilan," lanjut Adit dengan yakin


Tiba-tiba saja Adel tertawa dengan wajah yang terlihat sedikit sombong


"Aku pikir kamu punya senjata apa untuk melawan aku mas? kamu salah akan sesuatu mas, karena calon suami aku sudah berjanji akan membantu aku kalau kamu akan menempuh jalan ini." ucap Adel dengan yakin


"Sebelum dia pergi ke pengadilan untuk melawan aku, kamu sampaikan kata-kata aku ke dia dengan baik. Pertama aku sudah tau semuanya, yang kedua informasi di tangan dia salah bukan yang kedua hanya menunda untuk jadi yang pertama." ucap Adit dengan tegas


"Apa arti semua omongan kamu itu mas?"


Entah mengapa nyali Adel di buat sedikit menciut dengan semua yang Adit tunjukkan, dia pun tidak lagi memiliki keberanian untuk menunjukkan sikap sombongnya


"Kamu ga perlu tau Del, kamu cukup sampaikan kata-kata itu ke dia. Lalu tanya ke dia, apa dia masih mau berhadapan dengan aku di pengadilan?"


"Apa maksud semua ucapan mas Adit? kenapa hati aku merasa tidak tenang? tenang Adel kamu haru yakin kalau Joe pasti akan membantu kamu." ucap Adel di dalam hatinya


Adel hanya bisa terdiam untuk mencerna semua ucapan Adit pada saat itu, tetapi tiba-tiba saja Adit mulai bangkit dari bangku kebesarannya


"Ayo kita temui Ical sekarang, aku ga mau kamu punya pikiran aku akan menghalangi kamu untuk menikah lagi. Tapi kamu juga ingat semua kata-kata aku tadi," ucap Adie dengan tegas


Sesampainya di kediaman lama mereka secara bersamaan mereka menyampaikan hal tersebut kepada Haikal, dapat terlihat dengan jelas bahwa anak tersebut merasa terpukul dengan apa yang baru saja dia dengar


"Papa sama mama lagi bohong kan sama Ical? Ical janji akan jadi anak baik dan ga akan pernah nakal, tapi Ical ga mau papa sama mama berpisah." ucap Haikal dengan air mata yang mulai mengalir


Adit hanya bisa terdiam melihat sang buah hati sampai seperti itu, sedangkan Adel langsung memeluk tubuh mungil sang buah hati


"Mama tau kamu pasti sedih mendengar ini sayang, tapi kami juga ga mungkin harus bohong terus ke kamu." ucap Adel dengan lembut


Haikal langsung mengangkat wajahnya agar bisa menatap wajah Adel


"Tapi kenapa mah? Ical ga mau orang tua Ical berpisah," ucap Haikal dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan


"Karena mama sama papa sudah ga sejalan sayang, kalau nanti kamu sudah besar pasti kamu bisa mengerti"

__ADS_1


"Ga!! aku ga mau!!" teriak Haikal sekuat tenaga


Haikal pun melepaskan tubuhnya dan melarikan diri ke dalam kamarnya, dia hanyalah seorang anak kecil yang sedang merasa terpukul karena mendengar tentang perpisahan kedua orang tuanya


Adel membuang nafasnya dengan kasar melihat hal tersebut, sedangkan Adit langsung bangkit dari duduknya dan menatap Adel dengan tajam


"Apa sekarang kamu sudah merasa puas?" tanya Adit dengan sinis


"Tapi ini yang terbaik untuk kita berdua mas, ga usah berbohong sama hati kamu sendiri mas. Kamu juga pasti mengharapkan hal ini," jawab Adel dengan tegas


Adit pun tersenyum sinis


"Terserah kamu mau bilang apa? tapi aku akan memberikan kamu sebuah nasihat sebagai orang yang pernah hidup bersama kamu"


Adel hanya menatap ke arah Adit seolah acuh tak acuh


"Kalau kamu memang mencari seseorang untuk kamu jadikan suami, carilah laki-laki yang benar-benar tulus terhadap kamu tanpa menggunakan banyak intrik. Karena mungkin apa yang kamu lihat indah saat ini cuma ada di dalam angan-angan kamu saja," lanjut Adit


"Apa maksud kamu mas?" tanya Adel dengan tegas


Adit pun hanya memberikan sebuah senyuman yang penuh arti untuk pertanyaan yang Adel katakan, karena dia tidak ingin membuka lebih jauh keburukan seorang Jonathan di hadapan Adel. Adit yakin apapun yang akan dia katakan tidak akan di percaya oleh wanita yang pernah menjadi istrinya tersebut


Tanpa mau menunda waktu lagi Adit langsung meninggalkan tempat tersebut, dan kini dia sudah yakin untuk membuat sebuah keputusan besar di dalam hidupnya. Saat sudah di dalam mobilnya Adit pun langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang


"Halo mas"


Orang yang di hubungi Adit pada saat itu adalah Dirga


"Kamu lagi sibuk ga? apa mas Adit ganggu kamu?"


"Oh ga kok mas, ada apa ya mas?"


"Apa kamu bisa temui mas Adit saat jam makan siang?"

__ADS_1


"Bisa mas"


Mereka pun berjanji untuk bertemu di sebuah tempat makan


__ADS_2