Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Memulai Atau Melepaskan


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu tetapi hubungan antara Adit dan Rara tetap tidak ada perubahan sama sekali, entah mengapa semakin lama hati kecil Adit semakin merasa tidak nyaman dengan itu semua. Tetapi sudah pasti dia tidak mungkin untuk mengakui itu semua secara jujur


Tanpa terasa akhir pekan kembali datang dan Adit pun menghabiskan waktu seharian penuh bersama sang buah hati, lagi-lagi Adit mengabarkan hal tersebut kepada Rara dan hanya itulah satu-satunya mereka berkomunikasi


Hingga pada suatu hari Adit memiliki janji temu bersama seseorang di luar kantor, mereka memilih untuk bertemu di sebuah rumah makan yang cukup ternama untuk membahas sebuah pekerjaan di saat jam makan siang. Adit pun datang ke tempat itu di dampingi oleh Harun


Tetapi ternyata sesuatu yang terduga terjadi karena ternyata Airin dan keluarga kecilnya berada di tempat itu untuk merayakan hari ulang tahun gadis tersebut, Rara pun berada di sana karena undangan sang sahabat dan keluarganya


Airin adalah tipe gadis yang tidak suka merayakan hari ulang tahunnya dengan sebuah pesta yang meriah, di setiap tahunnya dia akan merayakan dengan cara makan bersama dengan keluarga kecilnya tetapi saat itu Rara ikut hadir di tengah-tengah mereka semua


Pada saat itu posisi duduk Willy berada tepat di samping Rara, Rara sendiri benar-benar sudah di anggap seperti keluarga sendiri di tengah keluarga kecil Airin. Sehingga terlihat seperti tidak ada jarak antara Rara dan yang lainnya


Saat Adit masuk ke tempat itu kebetulan meja mereka berada di posisi belakang bagian belakang meja Rara, jarak meja mereka yang cukup jauh membuat Adit dan Rara sama-sama tidak menyadari kehadiran mereka satu sama lain di tempat itu


Adit dan Rara sama-sama tidak mengetahui bila mereka berada di tempat yang sama, tapi lain hal dengan Harun karena tanggung jawab dia dalam bekerja membuat dia selalu mengamati sekeliling di manapun dia berada. Harun pun tersenyum tipis saat menyadari Rara juga berada di tempat itu


"Deretan meja kita di meja paling depan ada istri lu Dit," bisik Harun


Adit yang mengetahui hal tersebut langsung menatap ke arah meja Rara dengan seksama, pada saat itu secara kebetulan mereka semua sedang bercanda dan membuat semua orang menjadi tertawa geli


"Ternyata dia bisa tertawa juga? aku pikir setelah kejadian itu dia cuma bisa nangis atau menundukkan kepalanya, tapi aku ingat Rara yang dulu memang suka tertawa dan tersenyum. Dia benar-benar terlihat manis saat dia tersenyum," ucap Adit di dalam hatinya sambil tersenyum


Senyuman di bibir Adit langsung menghilang saat melihat Willy meletakkan tangannya di ujung kepala Rara, pada saat itu Willy hanya merasa gemas terhadap Rara tanpa ada tujuan apapun. Tanpa Adit sadari pada saat itu hati kecilnya merasa tidak suka melihat hal tersebut

__ADS_1


"Kok anak itu diam aja sih? kan kepala dia di sentuh laki-laki lain, gimana juga dia masih berstatus istri aku!! apalagi mereka melakukan itu di tempat umum" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya


Harun yang melihat Adit sudah seperti itu hanya bisa tersenyum penuh arti, tetapi dia juga tidak mungkin membiarkan Adit terus melakukan hal bodoh di hadapan orang lain dan dia pun segera mengingatkan Adit atas sikapnya


Adit yang tersadar pun langsung menampilkan sebuah senyuman yang terlihat ramah, Harun yang mengetahui perasaan Adit pada saat itu berinisiatif untuk mempercepat pertemuan mereka. Karena dia sudah tidak sanggup melihat Adit yang lagi-lagi terpancing untuk melakukan hal-hal bodoh


Adit dan Harun pun kini sudah berada di dalam mobil karena mereka berencana untuk kembali ke kantor, tetapi Adit terlihat beberapa kali membuang nafasnya dengan kasar


"Lu kenapa?"


Adit langsung menatap ke arah Harun yang sedang mengendarai mobil tersebut


"Gw kenapa? dari tadi gw diam aja." jawab Adit dengan nada suara yang terdengar sinis


Adit pun langsung memasang wajah malas


"Lu lagi mikirin istri lu itu kan?" tanya Harun sambil tersenyum meledek


"Ga, gw cuma lagi mikirin tentang kerjaan"


"Kalau lu mau bohong jangan sama gw Dit, apa lu ga sadar kalau dari tadi lu selalu melakukan hal bodoh di depan rekan bisnis kita?"


"Gw ga merasa ada melakukan hal bodoh tadi"

__ADS_1


"Ya lu ga sadar aja Dit, sama seperti sekarang lu lagi ga sadar kalau hati lu ga suka lihat istri kecil lu itu dekat laki-laki lain. Lu juga ga sadar kalau hati lu mulai tertarik sama anak itu," ucap Harun dengan nada suara mengejek


"Lu sakit ya? ga mungkin gw suka sama anak itu, kami berdua aja sekarang hidup di dunia kami masing-masing." ucap Adit dengan tegas


"Terus apa lu ngerasa nyaman dengan hidup seperti itu?" tanya Harun sambil melirik sekilas ke arah Adit


Adit tidak bisa berbohong kalau dia tidak merasa nyaman dengan hubungan yang ada antara dirinya dan Rara, dengan mudahnya Harun bisa mengetahui apa yang ada di dalam benak Adit pada saat itu


"Jangan terlalu keras kepala Dit, bukan hal yang sulit untuk perempuan secantik istri kamu mendapatkan pengganti kamu"


Harun memang sengaja mengatakan hal tersebut karena dia ingin Adit mulai berani untuk mengambil langkah di dalam hidupnya, tetapi Adit yang mendengar hal tersebut langsung menatap ke arah Harun dengan tajam


"Apa maksud lu ngomong begitu?" tanya Adit penuh penekanan


"Apa lu pikir anak itu akan selamanya bertahan di samping lu dengan semua sikap lu itu? seandainya dia adik kandung gw Dit ga perlu menunggu waktu selama ini, gw akan langsung bawa anak itu pergi jauh dari lu setelah kalian menikah." ucap Harun sambil tersenyum sinis


"Lu udah ga waras ya? apa lu sadar yang baru aja lu bilang?"


"Gw masih waras Dit, orang yang udah ga waras itu lu sendiri. Dengan dia masih bertahan di samping lu sampai saat ini aja, itu udah bisa membuktikan dengan jelas kalau dia itu anak baik." ucap Harun dengan tegas


Adit pun terdiam cukup lama memikirkan semua ucapan Harun pada saat itu


"Sekarang lu tinggal tanya sama hati lu aja Dit, lu mau coba memulai atau sebaiknya lu melepaskan anak itu." lanjut Harun

__ADS_1


__ADS_2