
Semakin lama Rara pun menjadi semakin tidak tega melihat sang kakak yang terlihat semakin terpojok, Adit benar-benar menjadi sosok yang keras pada saat itu dan tidak memberikan celah sedikitpun kepada Adel. Rara pun mulai menggenggam tangan Adit dan membuat Adit langsung menatap ke arah dirinya
"Ada apa sayang?" tanya Adit dengan lembut
"Apa ga sebaiknya kamu coba tanya ke Ical dulu mas? siapa tau aja dia memang lebih nyaman tinggal bersama mbak Adel, kalau ternyata seperti itu dan kita tetap paksa untuk bawa Ical aku takutnya nanti Ical jadi merasa tertekan mas"
"Astaga!! kenapa aku bisa lupa masalah itu? selama ini aku memang belum pernah membahas tentang ini sama Ical," batin Adit
Adit pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat tulus kepada Rara
"Kalau begitu kamu tunggu di sini sebentar ya sayang, mas Adit mau coba ajak Ical ngobrol dulu"
Rara hanya menjawab dengan senyuman
"Maaf ya mas aku terpaksa membohongi kamu, kalau kamu sampai melakukan itu aku yakin kamu ga akan membawa Ical dari mbak Adel. Tapi sebagai sesama wanita aku ga tega melihat mbak Adel sampai seperti itu," batin Rara
Tanpa menunda waktu lagi Adit segera bangkit dan menemui sang buah hati di dalam kamarnya dan hanya tersisa Rara bersama Adel di dalam ruangan tersebut, tiba-tiba saja Adel tersenyum dengan sinis sambil menatap Rara dengan tajam
"Apa sekarang kamu sudah merasa kalau diri kamu itu hebat Ra?" tanya Adel dengan nada suara sedikit sombong
Rara pun langsung mengerutkan keningnya karena merasa sedikit bingung
"Maksud kamu apa ya mbak?"
Lagi-lagi Adel menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sinis
"Mbak yakin tadi kamu memang sengaja melakukan hal itu, kamu cuma mau menunjukkan sama mbak kalau kamu bisa membuat mas Adit mengikuti semua ucapan kamu dengan mudah"
Entah apa yang sedang merasuki Adel pada saat itu tetapi yang pasti hatinya merasa jengkel melihat Adit yang sangat menurut kepada Rara, hatinya juga merasa sedikit iri melihat penampilan Rara yang kini sudah terlihat jauh berbeda dengan Rara yang dulu
"Aku ga ada niat untuk berbuat seperti itu mbak," ucap Rara dengan tegas
__ADS_1
Adel pun tersenyum sinis
"Kamu itu cuma anak kecil Ra dan kamu ga akan bisa berbohong sama mbak, mbak yakin saat ini hati kamu merasa bangga karena kamu bisa mengendalikan mas Adit dengan mudah"
"Kenapa kamu punya pikiran seperti itu mbak? aku rasa mas Adit juga melakukan hal yang sama dengan kamu saat kamu menjadi istrinya mbak"
"Bagus kalau kamu sadar tentang itu, tapi mbak ga menyangka kalau perempuan yang terlihat polos seperti kamu ternyata pintar juga untuk memanfaatkan keadaan yang ada." ucap Adel dengan sinis
"Maksud kamu apa ya mbak?" tanya Rara dengan wajah serius
"Lihat aja penampilan kamu saat ini Ra, semua barang yang menempel di tubuh kamu adalah barang-barang mahal dan mbak yakin pasti mas Adit yang menyediakan itu semua"
Rara benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran sang kakak pada saat itu
"Memang apa yang salah kalau seorang suami menyiapkan yang terbaik bagi istrinya sendiri mbak?" tanya Rara dengan tegas
Adel pun hanya terdiam sambil menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit meremehkan, senyuman Adel pada saat itu seolah menunjukkan bahwa dia melihat Rara seperti seorang wanita yang memanfaatkan laki-laki. Sikap Adel saat itu membuat Rara benar-benar merasa jengkel dan tidak mau berdiam diri
Adel pun hanya bisa terdiam dengan wajah yang kurang bersahabat
"Mas Adit yang sekarang masih sama dengan mas Adit yang dulu mbak, dia akan memikirkan keinginan istrinya terlebih dahulu sebelum keinginan dirinya sendiri. Tapi kan kamu sendiri yang memaksa mas Adit untuk bersama aku mbak, jadi jangan menyalahkan aku untuk semua yang aku dapatkan dari suami aku sendiri mbak." lanjut Rara dengan tegas
Pada saat itu Rara tidak ingin lagi di perlakukan semena-mena terhadap Adel, bagi Rara semua yang telah Adel lakukan kepada dirinya sudah lebih dari kata cukup. Sedangkan Adel yang merasa kalah pun hanya bisa memalingkan wajahnya sambil tersenyum sinis
Sedangkan Adit yang sudah berada di dalam kamar sang buah hati meminta sang pengasuh untuk keluar dari dalam kamar tersebut, dia hanya ingin berbicara dari hati ke hati bersama Haikal
"Ada apa pah?" tanya Haikal dengan polosnya
"Papa mau tanya sesuatu ke kamu sayang"
"Papa mau tanya sama aku pah?"
__ADS_1
"Papa mau tau pendapat kamu nih sayang, kalau seandainya papa minta kamu untuk memilih kamu memilih untuk tinggal sama papa atau mama?" tanya Adit dengan lembut
Untuk sesaat anak kecil tersebut terlihat terdiam dengan wajah sedikit bersedih karena dia harus memilih salah satu dari orang tuanya
"Kamu kok diam sih sayang? kamu boleh bebas untuk memilih kok, siapapun yang kamu pilih ga akan jadi masalah untuk papa. Papa tanya itu supaya papa bisa tau keinginan kamu sayang"
"Aku sebenarnya berharap bisa tinggal sama papa dan mama, tapi kalau aku di suruh untuk milih aku milih tinggal sama mama. Papa ga akan marah sama aku kan?"
Adit pun meletakkan tangannya di ujung kepala Haikal dengan lembut lalu menampilkan senyuman yang terlihat hangat
"Papa ga mungkin bisa marah sama kamu sayang, tapi apa papa boleh tau alasan kamu memilih untuk tinggal sama mama kamu sayang?"
"Aku kan anak laki-laki pah jadi aku harus bisa menjaga mama," jawab Haikal dengan polosnya
Adit pun tersenyum bahagia mendengar alasan sang buah hati
"Tapi kan kamu masih kecil sayang jadi belum saatnya kamu menjaga mama kamu, saat ini tugas utama kamu cuma bermain dan belajar dengan baik"
Tiba-tiba saja Adit merasakan perubahan ekspresi wajah dari sang buah hati
"Kamu kenapa sayang?" tanya Adit dengan lembut
"Sebenarnya aku ga terlalu suka sama om Joe pah, aku ga mau jauh dari mama supaya aku bisa jaga mama kalau om Joe jahat sama mama." jawab Haikal dengan polosnya
"Aku ga sangka ternyata Ical bisa merasakan kalau laki-laki itu bukanlah orang yang baik, sedangkan Adel yang aku anggap sebagai perempuan yang pintar bahkan dengan mudah di bodohi oleh laki-laki itu." batin Adit
"Papa setuju kalau kamu mau tinggal sama mama kamu tapi ada syaratnya sayang"
"Syarat apa pah?"
"Kamu harus tetap menemani papa di akhir pekan, kamu juga harus janji untuk langsung mengabarkan papa kalau ada sesuatu yang terjadi sama kamu ya sayang." jawab Adit dengan lembut
__ADS_1
Haikal pun tersenyum bahagia sambil menganggukkan kepalanya