Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Terima Kasih


__ADS_3

Entah mengapa perasaan amarah yang Adel rasakan langsung sedikit mereda saat melihat ekspresi wajah Jonathan pada saat itu


"Gimana caranya aku bisa mengerti posisi kamu? kalau apa yang sudah kamu lakukan itu sangat keterlaluan Joe"


Jonathan pun langsung menarik kepala Adel agar masuk ke dalam pelukannya


"Aku tau aku salah sayang, tapi aku melakukan itu semua supaya aku bisa mendapatkan kamu karena aku benar-benar mencintai kamu." ucap Joe dengan lembut


"Sekarang aku harus bagaimana? semuanya juga sudah terjadi, aku juga ga mungkin kembali ke sisi Adit begitu aja." batin Adel


Dengan bodohnya Adel meredakan semua amarah yang sedang dia rasakan


"Tapi bagaimana dengan adik aku?" tanya Adel lirih


Jonathan pun tersenyum puas di dalam hatinya karena dia yakin saat itu Adel sudah mulai melunakkan hatinya


"Aku janji aku akan meminta maaf terhadap adik kamu secara langsung, bagaimana?"


"Kamu serius?"


Jonathan pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Adel sambil tersenyum hangat


"Aku janji sayang, kamu tolong atur waktu supaya aku bisa ketemu sama adik kamu ya. Aku akan meminta maaf sama adik kamu di depan kamu supaya kamu percaya," jawab Joe dengan yakin


Adel pun hanya bisa terdiam dan menatap ke arah Jonathan dengan lekat


"Aku akan bertanggung jawab untuk semua kesalahan yang sudah aku lakukan sayang, tapi aku mohon jangan membuat kesalahan aku di masa lalu menjadi hambatan untuk pernikahan kita karena aku ga bisa hidup tanpa kamu"


Adel benar-benar seperti perempuan bodoh yang mempercayai semua ucapan Jonathan begitu saja, sedangkan Jonathan yang selama ini selalu di manjakan oleh para wanita sudah mulai merasa sedikit gerah dengan semua sikap keras Adel. Tetapi dia juga tidak bisa berbuat banyak karena akan menggangu posisi dirinya

__ADS_1


Saat pagi menyapa Rara mulai terjaga dari tidurnya karena mendengar suara gemericik air, sedangkan Adit memilih untuk membersihkan diri dan membiarkan Rara untuk beristirahat lebih lama. Tiba-tiba saja Rara mengingat kembali semua adegan panas yang telah dia lakukan bersama sang suami


"Astaga aku ga sangka ternyata aku perempuan yang mesum!! sekarang gimana caranya aku bisa ketemu masa Adit? rasanya malu banget!! apalagi aku yang maju duluan seperti semalam!!"


Rara semakin merona saat dia mengingat adegan di mana dia mulai terbuai dengan semua yang Adit lakukan pada malam itu, dia mengingat saat Adit membisikkan kata cinta di tengah permainan panas mereka dan dirinya pun membalas semua kata cinta dari Adit dengan baik


"Gila!! kenapa aku ga bisa kendalikan mulut aku tadi malam? apa nanti mas Adit akan ledek aku dengan itu semua?" batin Rara sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan


Tetapi bayangan Rara tentang pengalaman pertama dirinya tidak berhenti sampai di situ, tiba-tiba saja dia mengingat bagaimana dia mengeluarkan suara yang dia anggap sedikit memalukan tanpa henti karena ulah sang suami. Rara yang merasa semakin malu menutupi wajahnya dengan selimut


"Ga mungkin dong aku harus kabur lagi karena merasa malu ketemu mas Adit!!"


Tak lama kemudian Rara mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, dengan cepat Rara membuat tubuhnya tidak bergerak sama sekali seolah-olah dia masih tertidur. Dan Adit pun tersenyum tipis karena dia yakin saat itu Rara sudah terjaga dari tidurnya


"Kenapa dia tutupan selimut sampai ke muka begitu? aku yakin Rara sudah bangun dari tidurnya, karena setiap malam aku harus beberapa kali membenarkan posisi selimut dia. Apa Rara lagi malu karena ingat kejadian tadi malam?" batin Adit sambil tersenyum tipis


Adit pun memilih untuk ke ruang ganti terlebih dahulu dan berpakaian dengan benar, setelah keluar dari ruang ganti dia melihat Rara masih di posisi yang sama. Adit pun langsung melangkahkan kakinya ke arah Rara dan membaringkan tubuhnya di atas tempat lalu memeluk tubuh Rara dengan erat


"Kok mas Adit bisa tau kalau aku cuma pura-pura tidur sih? aduh kalau begini jadi dobel dong malu aku!!" batin Rara sambil membulatkan kedua bola matanya


Adit mulai melepaskan pelukannya dan mencium ujung kepala Rara dengan lembut


"Kalau kamu masih mau tidur biar mas Adit temani kamu tidur lagi ya sayang, mas Adit masih sanggup kok untuk mengulang yang tadi malam." bisik Adit dengan suara menggoda


Secara spontan Rara langsung membuka selimut yang menutupi wajahnya dan menatap Adit dengan wajah yang di tekuk


"Kamu benar-benar mau ulangi itu lagi sekarang? ini aja masih sakit mas," ucap Rara dengan polosnya


Adit pun tersenyum tipis lalu mencium kening Rara dengan lembut

__ADS_1


"Mas Adit cuma ngomong bohong kok sayang, mas cuma mau lihat wajah cantik kamu sebelum mas berangkat kerja. Lagi pula mas Adit ga akan sampai hati untuk mengulang hal itu lagi sayang ." jelas Adit dengan lembut


Tiba-tiba saja Rara memasang wajah sedikit bersedih dan menatap ke arah Adit dengan lekat


"Maksud kamu apa mas? apa mulai sekarang kamu ga akan pernah sentuh aku lagi?"


Adit pun langsung tertawa geli melihat kepolosan sang istri dan menghujani ciuman di ujung kepala Rara


"Maksudnya mas Adit ga akan mengulangi lagi pagi ini, tapi kalau keadaan yang itu sudah membaik lain lagi ceritanya sayang. Karena mas Adit harus meminta jatah mas sebagai seorang suami dong," ucap Adit dengan senyuman menggoda


Rara pun harus menyambut pagi harinya dengan wajah yang semakin merona karena ucapan Adit


"Kamu bersih-bersih dulu ya sayang dan pagi ini kita sarapan di kamar aja ya"


"Ya mas"


"Apa perlu mas bantu lagi ke kamar mandi?"


Rara pun hanya memasang wajah malas


"Kok gitu sih sayang? mas Adit kan cuma mau bertanggung jawab atas perbuatan mas Adit aja, siapa tau kamu masih sakit seperti semalam"


Tidak ingin di permainkan lebih jauh Rara segera melarikan diri ke dalam kamar mandi, sedangkan Adit memerintahkan pekerja untuk menyiapkan sarapan bagi mereka berdua ke dalam kamar


Saat Rara sudah berpakaian dengan benar dia pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Adit yang sudah duduk di sofa, dia juga melihat sarapan untuk mereka berdua sudah berada tepat di hadapan Adit


"Sarapan dulu sayang"


Rara mendudukkan tubuhnya tepat di samping Adit tetapi entah mengapa Rara masih saja merasa sedikit malu dan canggung berada di samping Adit, Adit pun langsung menggenggam tangan Rara dengan lembut membuat Rara langsung menatap wajah tampan sang suami

__ADS_1


"Mas Adit tau kamu pasti lagi merasa malu karena semalam, tapi sekali lagi mas Adit mau mengucapkan terima kasih sama kamu sayang. Terima kasih karena sudah memberikan mas Adit kesempatan kedua dan terima kasih karena kamu memilih mas Adit menjadi laki-laki pertama untuk kamu," ucap Adit dengan lembut


__ADS_2