
Dan setelah cukup lama akhirnya Rara mulai menjawab panggilan telepon Adit
Ya mas," sapa Rara dengan suara pelan
"Kenapa dia harus ngomong bisik-bisik begitu? aku yakin suara dia menggema seperti ada di dalam ruangan!! tolong Ra jangan membuat mas Adit membenci kamu!!" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya
Pada saat itu tanpa tau apa yang sebenarnya sedang terjadi, dengan bodohnya Adit semakin mempercayai apa yang ada di dalam benaknya. Hati Adit benar-benar terasa sakit saat menduga Rara telah mengkhianati dirinya
Sedangkan yang sebenarnya terjadi adalah Rara membuat ponselnya dalam keadaan silent, Rara benar-benar tidak menyadari bahwa Adit sudah berpuluh kali menghubungi dirinya. Sedangkan suara Rara pada saat itu sedang dalam keadaan lemah bukannya sedang berbisik
"Kamu ada di mana Ra? mas Adit sudah sering bilang supaya kamu bisa menjaga diri!!" teriak Adit
"Kenapa kamu harus teriak sih mas?"
"Ya karena kamu itu istri mas Adit dan kamu ga bisa menjaga diri kamu sendiri dengan baik!!"
"Siapa juga sih mas yang ingin sakit?"
Adit pun langsung terdiam mendengar ucapan terakhir dari Rara, dia pun mulai menyadari bahwa suara Rara pada saat itu terdengar lemah bukannya sedang berbisik
"Sakit? kamu sakit Ra?" tanya Adit dengan wajah cemas
Adit tidak bisa mendengar jawaban apapun dari Rara, sedangkan Rara yang saat itu berada di dalam kamarnya langsung beranjak dari atas tempat tidurnya untuk menemui Adit
Bruk....
Rara pun terjatuh karena kepalanya yang terasa sangat pusing dan tubuhnya yang terasa lemas, Adit di luar sana bisa mendengar seperti ada sebuah benda yang cukup besar terjatuh dari dalam kamar Rara
Dengan cepat Adit pun langsung berlari ke kamar Rara, saat dia membuka pintu kamar Rara dia bisa melihat Rara yang sudah terkulai tak berdaya di atas lantai
"Ya ampun Ra!!" teriak Adit dengan wajah yang semakin cemas
Dengan cepat Adit membantu Rara untuk bangkit dan merebahkan tubuh Rara di atas tempat tidur, dia pun meletakkan tangannya di kening Rara untuk memeriksa suhu tubuh Rara
"Astaga Ra badan kamu panas banget, kita ke rumah sakit aja ya Ra." ucap Adit dengan wajah panik
"Aku ga mau ke rumah sakit mas, aku cuma butuh istirahat aja sebentar nanti pasti keadaan aku lebih baik"
"Tapi Ra aku khawatir, soalnya badan kamu panas banget"
"Maaf ya mas aku istirahat dulu sebentar, sebentar lagi aku bangun temani kamu makan malam"
__ADS_1
"Ya ampun!! Ra keadaan kamu aja sudah seperti ini kamu masih mikirin untuk temani aku makan malam, seharusnya mas Adit yang minta maaf sama kamu karena tadi mas Adit sempat berpikiran buruk tentang kamu." ucap Adit di dalam hatinya dengan wajah bersalah
"Ya udah kamu istirahat aja ya Ra, mas Adit mau keluar dulu." ucap Adit dengan lembut
"Ya mas"
Adit pun segera keluar dari dalam kamar Rara tetapi tidak lama kemudian dia masuk ke dalam kamar Rara dengan sebuah nampan di tangannya, di dalam nampan tersebut sudah ada semangkuk bubur dan juga obat-obatan yang sudah Adit sediakan
"Ra... Bangun dulu Ra," ucap Adit dengan lembut sambil menggoyangkan lengan Rara
Rara pun mulai membuka kedua bola matanya
"Ya mas aku bangun sekarang"
Rara terlihat memaksakan tubuhnya untuk duduk dan hendak turun dari tempat tidur
"Kamu mau ngapain Ra?" tanya Adit dengan cepat
"Mau temani kamu makan malam mas"
Adit pun tersenyum tipis
"Mas Adit bangunin kamu bukan untuk itu tapi supaya kamu makan dulu Ra, habis itu minum obat kalau kamu memang ga mau ke rumah sakit." ucap Adit dengan lembut
Adit pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat lalu menunjuk ke arah nampan yang sudah dia bawa ke dalam kamar Rara
"Ya ampun maaf mas, aku jadi ngerepotin kamu." ucap Rara dengan wajah merasa bersalah
Adit pun langsung mendudukkan tubuhnya tepat samping Rara
"Kamu ngomong apa sih Ra? kamu itu istri mas Adit jadi mas Adit ga mungkin merasa di repot kan, ini juga salah satu tanggung jawab seorang suami"
Adit memang sengaja untuk selalu menggunakan kata istri kepada Rara di setiap ada kesempatan, dia hanya ingin Rara mengetahui bahwa dia sudah menganggap Rara sebagai seorang istri sepenuhnya. Adit pun mulai mengambil mangkuk yang berisi bubur
"Kamu mau makan sendiri atau mas Adit suapin Ra?"
"Aku makan sendiri aja mas," jawab Rara dengan cepat
Adit pun tersenyum hangat lalu memberikan mangkuk tersebut kepada Rara, Adit dengan setia menunggu Rara memakan bubur tersebut lalu memberikan air minum setelah Rara selesai makan. Dia pun memberikan obat yang harus Rara minum, tetapi Rara terlihat enggan untuk meminum obat tersebut
"Kenapa Ra?"
__ADS_1
"Aku paling ga suka minum obat mas"
Adit pun tersenyum lalu meletakkan tangannya di ujung kepala Rara dengan lembut
"Tapi kamu harus minum obatnya Ra, kalau kamu ga minum obat kamu bisa lama sakitnya. Apa kamu mau diam terus di dalam kamar dan ga temani mas Adit di luar?"
Rara pun tertawa walaupun masih dalam keadaan yang lemah
"Kok kamu ketawa sih Ra?" tanya Adit sambil mengerutkan keningnya
"Maaf mas, aku cuma ingat sama mas Dirga"
"Dirga?"
"Dulu kalau aku sakit mas Dirga pasti selalu bujuk aku dulu supaya aku mau untuk minum obat, cara mas Dirga bujuk aku sama persis seperti kamu tadi bujuk aku mas." ucap Rara lalu tersenyum
"Lagi-lagi kamu selalu ingatkan aku kalau kamu cuma anggap seperti kakak Ra, padahal aku selalu mengingatkan kamu kalau kamu itu istri aku. Terkadang aku jadi ragu Ra, apa aku sudah ada di dalam hati kamu?" ucap Adit di dalam hatinya sambil memaksa bibirnya untuk tersenyum
Adit terus memperhatikan Rara sampai Rara meminum obat yang telah dia sediakan, dia pun membantu Rara untuk berbaring dan menyelimuti tubuh Rara dengan baik. Tetapi Rara terus menatap ke arah Adit dengan tatapan mata yang sulit untuk di artikan
"Kenapa Ra? apa ada lagi yang kamu butuhkan?" tanya Adit dengan serius
"Ga ada kok mas, terima kasih ya mas." jawab Rara dengan tulus
Adit pun menjawab dengan senyuman
"Ya udah kalau begitu mas Adit keluar dulu ya, kalau kamu butuh apapun kamu bisa panggil mas Adit aja"
Adit pun sudah akan beranjak untuk keluar dari dalam kamar Rara
"Mas"
"Kenapa Ra?"
"Apa kamu bisa temani aku di sini mas? paling ga sampai aku tidur mas, sebenarnya aku ga suka sendirian kalau lagi sakit mas"
Adit pun mendudukkan kembali tubuhnya di tepi tempat tidur Rara
"Ya udah mas Adit tungguin kamu di sini sampai kamu tidur ya," ucap Adit dengan lembut
"Makasih ya mas"
__ADS_1
Adit pun membalas dengan senyuman