
Adel hanya memberikan sebuah senyuman yang terlihat sinis saat melihat Adit menatap dirinya dengan tajam
"Kenapa mas? apa kamu ga berniat untuk tanggung jawab terhadap Rara?"
"Apa kamu sudah ga waras Del? aku sudah menuruti keinginan kamu untuk bercerai, tapi kamu ga bisa paksa aku untuk menikahi anak itu." ucap Adit dengan tegas
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Adit tidak lagi menggunakan kata sayang untuk memanggil Adel, sedangkan Adel tidak mempermasalahkan hal tersebut sama sekali. Hati Adel terlalu sudah sakit untuk memikirkan semua yang telah terjadi
"Apa kamu lagi memaksa aku untuk memandang kamu lebih rendah lagi mas?"
"Apa maksud kamu?" tanya Adit dengan tegas
"Di mata aku saat ini kamu sudah rendah karena melakukan hal menjijikan itu mas, tapi kamu akan lebih rendah lagi kalau kamu menjadi laki-laki pengecut yang mencari berbagai alasan untuk lari dari tanggung jawab," ucap Adel dengan sinis
"Aku bukan laki-laki pengecut dan aku ga pernah lari dari yang namanya masalah Del, tapi yang kamu minta ke aku saat ini sudah berlebihan!! bagaimana mungkin aku harus bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak aku lakukan!!" ucap Adit penuh penekanan
Lagi-lagi Adel menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sinis
"Lanjutkan sandiwara kamu mas karena itu ga akan merubah keputusan aku sama sekali, aku cuma berharap kamu bukan tipe laki-laki pengecut yang akan lari dari tanggung jawab"
"Kamu terlalu keras hati Del, apapun yang aku katakan selalu kamu tolak mentah-mentah di dalam hati kamu. Aku tau kalau kamu memang perempuan yang keras, tapi sekali ini kamu sudah keterlaluan." ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya
Pada saat itu Adit sudah tidak lagi mempunyai kesabaran untuk membujuk Adel lebih jauh, dia pun langsung menatap ke arah Adel dengan tajam
"Jadi apa yang kamu mau dari aku Del?" tanya Adit dengan tegas
"Aku mau kita bercerai mas dan setelah itu kamu harus menikahi Rara, dengan begitu setidaknya Haikal ga perlu merasa malu memiliki papa seorang pengecut." ucap Adel dengan tegas
__ADS_1
"Kamu jangan mengambil keputusan di saat kamu lagi emosi Del, apa kamu ga memikirkan tentang Ical sama sekali? dia pasti sedih kalau tau kita akan berpisah," ucap Adit lirih
"Jangan menggunakan Ical sebagai senjata kamu untuk menahan aku mas"
Adit pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis
"Jadi kamu sama sekali ga perduli dengan perasaan anak kita?"
"Aku tau Ical pasti sedih saat mengetahui tentang ini, tapi aku tetap harus melakukan ini mas. Karena aku ga mungkin bisa berpura-pura kalau hubungan kita baik-baik saja, sedangkan aku benar-benar sudah muak melihat kamu." ucap Adel dengan tegas
Harga diri yang Adit miliki serasa habis karena semua sikap Adel pada saat itu, dia pun menatap ke arah Adel dengan wajah serius
"Baik, aku akan mengikuti semua keinginan kamu." ucap Adit dengan tegas
"Bagus, kalau kamu ga mempersulit masalah ini mas"
"Jadi langkah apa yang akan kamu ambil untuk Ical?"
Adit pun tersenyum penuh arti
"Kamu benar-benar keterlaluan Adel, kamu bahkan sudah memikirkan sampai sejauh ini. Tapi bagi aku semuanya sudah cukup, sudah cukup aku berusaha untuk mempertahankan rumah tangga kita." ucap Adit di dalam hatinya
Adel pun mengatakan bahwa nanti mereka akan menyampaikan hal tersebut kepada Haikal secara baik-baik, walau pun dengan berat hati Adit menyetujui hal tersebut karena dia merasa sudah saatnya dia untuk menyerah
Untuk usulan Adel tentang Haikal dia pun menyetujui hal tersebut, bagi Adit itu adalah pilihan terbaik yang ada pada saat itu. Bagaimana pun juga dia harus memikirkan tentang perasaan sang buah hati
Tanpa di ketahui oleh banyak orang Adit dan Adel pun resmi bercerai, setelah mereka resmi bercerai Adel langsung memerintahkan Dirga untuk mengurus pernikahan untuk Rara
__ADS_1
Pada saat itu Dirga tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada satupun bukti yang menunjukkan bahwa Rara tidak bersalah pada malam itu, dia hanya bisa membujuk Rara untuk menerima pernikahan tersebut. Dan Rara pun hanya bisa pasrah dengan jalan hidupnya yang di tentukan oleh orang lain
Karena Adit dan Adel bercerai secara diam-diam maka pernikahan Adit dan Rara pun di lakukan secara diam-diam, pernikahan mereka terjadi tanpa ada sebuah pesta yang meriah untuk merayakan hari baik tersebut
Hari itu Adit sudah menunggu di tempat catatan sipil bersama sang asisten pribadi, Adit hanya membawa asisten pribadinya untuk menghadiri acara tersebut. Sedangkan dari pihak Rara hanya di dampingi oleh Dirga dan Adel
Hari pernikahan adalah sebuah hari di mana seluruh wanita di dunia ini akan merasa bahagia, karena dengan menikah maka seorang wanita akan merasa hidupnya menjadi lebih sempurna
Tetapi hal tersebut tidak di rasakan oleh Rara pada saat itu, bahkan dia yakin kehidupan dia selanjutnya akan semakin berat. Karena dia akan menjalani lembaran baru di dalam hidupnya bersama laki-laki yang tidak mencintai dirinya, jangankan untuk mencintai dirinya mungkin laki-laki tersebut sangat membenci dirinya
"Sah?" tanya penghulu
Semua orang yang berada di tempat tersebut secara serentak mengatakan kata sah, pernikahan antara Adit dan Rara berjalan dengan lancar tanpa ada satupun hambatan yang berarti. Rara pun mulai menjatuhkan air matanya yang sedari tadi coba dia tahan
"Aku sekarang sudah menjadi seorang istri, seorang istri dari laki-laki yang dulu adalah kakak ipar aku sendiri. Aku cuma berharap semoga mas Adit ga akan bersikap kasar ke aku dan menyalahkan aku untuk semua kejadian di malam itu," ucap Rara di dalam hatinya
Setalah mendengar kata sah yang menandakan bahwa Adit dan Rara sudah resmi menjadi pasangan suami istri Adel pun bersiap untuk pergi dari tempat itu, tanpa menunda waktu lagi n Adel pun segera keluar dari tempat itu
Saat Adit menyadari hal tersebut dia pun segera bangkit dari duduknya dan meninggalkan Rara begitu saja, dia segera keluar dari ruangan tersebut dan menghampiri Adel
"Kamu mau pergi ke mana Del?" tanya Adit dengan wajah tidak bersahabat
"Untuk apa juga aku berlama-lama di tempat ini mas? ga ada gunanya untuk aku," jawab Adel dengan tegas
"Tapi setidaknya kamu harus mengucapkan selamat atas pernikahan mantan suami kamu dulu dong"
Adel pun tersenyum tipis lalu menjulurkan tangan kanannya dan Adit pun menyambut tangan Adel tanda dia tidak mau terlihat lemah pada saat itu
__ADS_1
"Aku ucapkan selamat atas pernikahan kamu sama adik aku ya mas, aku harap kali ini kamu bisa menjaga rumah tangga kamu dengan baik. Kamu bisa menjadikan masalah kemarin sebagai sebuah pembelajaran untuk kamu," ucap Adel dengan tegas
Adit pun melepaskan tangannya lalu menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa dia pernah memberikan seluruh hatinya untuk wanita keras hati seperti Adel