
Rara sengaja memasang alarm jauh lebih awal dari hari yang sebelumnya, dengan sigap dia mulai menyiapkan bahan makanan untuk menyiapkan sarapan bagi sang suami. Rara pun bergegas untuk memasak
Setelah makanan untuk sarapan telah dia pun melirik ke arah jam dan jam Adit untuk bangun masih terlalu lama, dia segera membersihkan apartemen tersebut sebisa mungkin
"Akhirnya semua sudah selesai, sebaiknya sekarang aku mandi dan menghindar supaya ga ketemu mas Adit." ucap Rara di dalam hatinya
Secepat mungkin Rara bersiap dan langsung meninggalkan apartemen tersebut setelah dia menyiapkan teh untuk Adit, dia sendiri merasa bingung harus pergi ke mana di saat itu karena hari benar-benar masih terlalu pagi
"Ga mungkin aku pergi ke rumah mas Dirga nanti yang ada mas Dirga jadi khawatir, aku juga ga mungkin ke rumah mbak Adel sampai sekarang aja aku masih belum komunikasi sama mbak Adel." ucap Rara di dalam hatinya
Rara pun memilih untuk menghabiskan waktu dengan berkeliling kota tersebut tanpa arah dan tujuan yang jelas, sedangkan Adit yang baru saja terbangun dari tidurnya tidak tau apapun sama sekali
Seperti biasanya dia akan segera keluar dari dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan dia melihat sudah tersedia secangkir teh yang biasa dia minum di pagi hari
"Tumben amat aku bangun teh aku udah ada, biasanya dia buat teh itu kalau aku lagi mandi." ucap Adit di dalam hatinya sambil mengerutkan keningnya
Adit mengabaikan hal tersebut dan langsung melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia masuk ke dalam kamarnya dan mulai berpakaian rapi tanpa menyadari bahwa Rara sudah tidak berada di tempat itu
Setelah berpakaian rapi dia pun keluar dari dalam kamar dan mendudukkan tubuhnya di ruang tamu seperti biasanya, dia pun langsung mengerutkan keningnya saat menikmati teh yang sudah tersedia
"Kok dingin begini sih teh nya? apa enaknya minum teh seperti ini?" batin Adit
Adit yang melupakan ucapan dia di malam hari pun segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah kamar Rara
Tok.. Tok.. Tok..
"Ra saya mau teh yang baru dong yang itu sudah dingin, saya ga suka minum teh yang sudah dingin"
Sudah pasti Adit tidak akan mendengar jawaban apapun dari dalam kamar tersebut
Tok.. Tok..Tok..
"Kamu ada di dalam ga Ra?"
"Masa iya dia tidur lagi setelah siapin teh buat aku? jangan-jangan seperti waktu itu, aku ketuk-ketuk pintunya padahal orangnya ga ada di dalam kamar." gumam Adit
__ADS_1
"Ra saya buka ya pintunya," ucap Adit sedikit berteriak
Adit sedikit berteriak agar bila Rara benar-benar tertidur bisa terbangun mendengar suaranya, dia pun hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar saat melihat tidak ada siapapun di dalam kamar tersebut. Adit pun segera melihat jam tangan yang dia gunakan
"Baru jam segini, tapi teh aku udah dingin begitu. Berarti dia keluar dari jam berapa?" tanya Adit di dalam hatinya
Adit langsung menutup pintu kamar tersebut dan memeriksa tudung saji yang berada di atas meja makan, ternyata sarapan untuk dirinya sudah tersaji di tempat itu
"Astaga!! kenapa aku bisa lupa sih?" ucap Adit sambil menepuk jidatnya sendiri
Adit pun mendudukkan tubuhnya di meja makan sambil menatap semua makanan yang telah tersedia
"Semalam aku minta Rara untuk ga tunjukkan wajahnya di depan aku, aku cuma ga mau melimpahkan semua amarah aku sama dia. Tapi dia melakukan ini semua untuk menuruti semua ucapan aku," gumam Adit lalu tersenyum tipis
Semenjak hari itu Rara akan selalu melarikan diri dari pagi buta bila dia ada jadwal untuk pergi ke kampus, tetapi bila tidak ada jadwal untuk ke kampus dia pun memilih mengurung diri di dalam kamarnya setelah dia melakukan itu semua. Dia akan keluar dari dalam kamarnya setelah menjelang siang hari saat Adit benar-benar sudah pergi dari tempat itu
Ternyata apa yang selalu Rara lakukan di ketahui oleh Airin setelah dia melakukan hal tersebut beberapa kali, gadis tersebut dengan sengaja datang ke kampus mereka jauh lebih awal dari jam kelas mereka. Dan benar saja Rara sudah duduk di taman yang berada di kampus tersebut
"Ternyata kecurigaan aku benar ya Ra, aku udah perhatikan belakangan ini kamu terlihat sudah kurang fresh saat kita masuk kelas. Tapi kenapa kamu ga mau cerita sama aku masalah kamu Ra?" ucap Airin di dalam hatinya
"Lagi apa Ra?"
"Belajar," jawab Rara lalu tersenyum
Airin pun membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap serius ke arah Rara
"Apa kamu lagi ada masalah Ra?"
"Kenapa anak ini peka banget sih?" ucap Rara di dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya
"Terus kenapa kamu segini kamu udah di kampus Ra?"
"Tadi aku salah ingat jadwal kelas Rin, dari pada pulang lagi jadi aku belajar aja di sini." jawab Rara berbohong
Airin hanya tersenyum penuh arti
__ADS_1
"Kamu sendiri kenapa udah sampai sini?"
"Tadi aku sekalian antar mas Willy ada urusan, jadi aku langsung minta antar ke kampus aja Ra"
Sudah pasti jawaban Airin saat itu berbohong karena dia memang sengaja datang jauh lebih awal untuk memastikan kecurigaan dirinya terhadap Rara, gadis tersebut pun mengajak Rara berbincang ini dan itu untuk mengalihkan pikiran Rara pada saat itu
"Besok kita ada kelas pak Bambang ya?"
Rara pun menjawab dengan anggukan kepalanya
"Kamu udah bikin tugas dari pak Bambang belum Ra?"
"Sudah Rin, jangan bilang kalau kamu belum bikin tugas dari pak Bambang?"
Airin pun menggelengkan kepalanya sambil memasang wajah bersedih karena pak Bambang terkenal sebagai seorang dosen killer, Rara pun tertawa geli melihat ekspresi yang Airin tunjukkan pada saat itu
"Apa besok kamu datang cepat lagi Ra?"
"Iya Rin," jawab Rara tanpa sadar
Airin langsung tersenyum penuh arti dan Rara pun menyadari bahwa dia sudah membuka apa yang dia tutupi dengan sendirinya
"Jahat banget kamu sih Rin," ucap Rara lirih
"Maaf ya Ra, habis kamu ga mau cerita sama aku"
"Aku bukan ga mau cerita sama kamu, tapi aku.."
Rara terlihat ragu untuk melanjutkan apa yang akan dia katakan pada saat itu
"Aku ga akan paksa kamu untuk cerita kalau kamu belum mau untuk cerita Ra, tapi mulai besok kalau kamu berencana untuk datang cepat kamu datang ke rumah aku aja ya. Paling ga kita bisa belajar bareng sebelum kita berangkat ke kampus," ucap Airin dengan tulus
"Ga usah deh Rin, aku ga enak sama orang rumah kamu kalau begitu"
"Ya udah kamu sendiri yang pilih Ra, kamu pilih kamu datang ke rumah aku apa aku temani kamu di sini?" tanya Airin dengan tegas
__ADS_1
Rara pun tersenyum tulus karena dia sadar bahwa orang yang ada di hadapannya benar-benar seorang sahabat yang sangat baik