
FLASH BACK
Pada saat itu Adit benar-benar sudah merasa menyerah untuk membujuk Adel dan dia sudah bersedia untuk melakukan apapun yang Adel inginkan, tetapi dia juga merasa harus ada kejelasan tentang buah hati mereka
"Kalau kita berpisah bagaimana dengan hak asuh Ical?" tanya Adit dengan wajah serius
Tiba-tiba saja Adel tersenyum sinis saat mendengar pertanyaan dari Adit
"Kamu yakin kita mau membahas tentang hak asuh Ical mas?"
"Maksud kamu apa? Ical itu tetap anak aku," jawab Adit dengan tegas
"Ical akan ikut aku mas, karena aku ga mungkin biarkan Ical ikut kamu"
Adit pun langsung menggelengkan kepalanya
"Untuk yang satu ini kamu ga bisa bersikap egois seperti ini Del, bagaimana pun juga Ical itu anak aku. Dan aku juga hak yang sama untuk merawat dia," ucap Adit dengan tegas
"Ical memang anak kamu mas dan ga ada yang bisa merubah kenyataan itu, tapi apa kamu membuat anak itu tau kelakuan papanya di luar sana?"
"Apa maksud kamu Del?"
"Apa kamu ga bayangkan mental Ical saat melihat papa yang dia sayang tinggal satu atap dengan perempuan lain? bahkan perempuan itu dia kenal dengan baik," jawab Adel lalu tersenyum sinis
"Sial!! apa ini artinya aku ga mungkin bisa merawat Ical?" ucap Adit di dalam hatinya
Adit pun hanya bisa terdiam karena dia tidak bisa memberikan bantahan apapun pada saat itu
__ADS_1
"Apa ucapan aku salah mas?" tanya Adel lalu tersenyum sinis
"Tapi kamu juga ga berhak untuk memutuskan hubungan antara aku dan Ical, apapun yang ada di dalam pikiran kamu saat ini aku tetap papa kandung Ical." ucap Adit dengan tegas
Cukup lama mereka hanya terdiam dan saling menatap dengan tajam
"Oke, kamu bisa ketemu dan bawa Ical saat akhir pekan. Tapi ingat hanya di akhir pekan mas, dan di hari biasa kamu ga boleh ketemu sama dia." ucap Adel dengan tegas
Mereka pun membuat keputusan seperti itu tentang Haikal, mereka akan mulai berkata jujur tentang perpisahan mereka saat melihat sang buah hati sudah siap untuk menerima tentang kabar tersebut
Dengan catatan mereka akan menyampaikan hal tersebut dengan cara baik dan bersama-sama, tanpa harus membuka alasan sebenarnya mereka berpisah untuk membuat mental sang buah hati tidak semakin terguncang
FLASH OFF
Adit pun membuang nafasnya dengan kasar
"Ya udah terserah kamu aja, tapi apa kamu masih lama di acara itu?"
"Bukan itu maksud aku Del, aku cuma tanya kapan kamu pulang karena kasihan sama Ical. Dia di rumah sendirian"
"Dari pada kamu mengurusi urusan aku lebih baik kamu urus rumah tangga kamu yang sekarang mas, jangan sampai kamu harus kehilangan istri kamu untuk yang kedua kalinya." ucap Adel dengan sinis
"Cukup Adel!! aku rasa aku sudah terlalu banyak mengalah sama kamu, dari awal aku sudah jelaskan ke kamu kalau aku sama sekali ga tau kenapa itu bisa terjadi." ucap Adit dengan tegas
"Aku memang merasa semua tentang kamu sudah cukup mas, jadi aku minta kamu untuk berhenti mencampuri semua urusan pribadi aku"
"Sekarang terserah kamu mau berbuat apa di luar sana Del, kamu cuma perlu ingat kalau kamu melarang aku menemani Ical jadi kamu punya tanggung jawab untuk menemani dia"
__ADS_1
"Biar itu menjadi urusan aku mas," jawab Adel dengan tegas
Adit yang tidak ingin memancing keributan lebih jauh memilih untuk segera mengakhiri percakapan mereka, Adit menghubungi sang buah hati untuk mendapatkan sedikit ketenangan di dalam hatinya. Tetapi yang dia dapatkan kini adalah hati yang semakin terasa tak karuan
"Aku benar-benar ga sangka Adel perempuan yang terlalu keras kepala, aku benar-benar bingung karena dulu aku pernah menyerahkan seluruh hati aku sama dia. Tapi demi Ical dan rumah tangga yang pernah kamu bina, aku tetap harus membujuk Adel sekali lagi untuk rujuk"
Adit yang tidak ingin semakin larut dengan perasaan yang sedang dia rasakan memilih untuk bangkit dan keluar dari dalam kamarnya, dan hal pertama yang harus dia lihat saat dia keluar dari dalam kamar adalah peralatan makan sehabis dia makan malam masih berada di tempat yang sama
"Apa mereka berdua berencana untuk menguji kesabaran aku? baik kakak maupun adik sama-sama membuat hati aku jadi ga karuan!!" ucap Adit di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya
Tanpa mau bertanya terlebih dahulu Adit langsung mengambil salah satu piring yang berada sana dan melemparkan piring tersebut ke sembarang arah dengan sangat kuat
Prang.....
Suara piring tersebut berbenturan dengan salah satu dinding di apartemen tersebut menghasilkan suara yang sangat kencang, Rara yang merasa terkejut pun langsung bangkit dan bisa melihat bahwa saat itu wajah Adit yang penuh amarah
"Apa saya juga harus membersihkan piring bekas makan saya sendiri? kalau begitu apa fungsi kamu ada di sini!!" teriak Adit sekuat yang dia bisa
Pada saat itu sebenarnya Rara sedang merapikan bahan makanan yang baru saja dia beli, dia berniat merapikan itu semua setelah apa yang sedang dia lakukan selesai. Tetapi kini dia harus melihat sikap Adit yang seperti itu
Adit hanya sedang menumpahkan segala perasaan yang sedang dia rasakan pada saat itu, tetapi dia tidak sadar bahwa Rara juga hanya seorang manusia biasa yang mempunyai perasaan. Tanpa rasa bersalah sama sekali Adit langsung masuk ke dalam kamarnya setelah melakukan itu semua
Setelah Adit tidak lagi terlihat Rara pun terduduk lemas di atas lantai, seakan seluruh kekuatan yang dia miliki di makan oleh perasaan takut yang sedang dia rasakan pada saat itu. Dan lagi-lagi air matanya mengalir dengan sendirinya
"Mas Adit yang dulu bahkan ga pernah membentak aku sama sekali, tapi mas Adit yang sekarang benar-benar menakutkan. Apa aku benar-benar harus terus bertahan dengan keadaan yang seperti ini?"
Rara hanya menangis di dalam diam dja entah sudah berapa kali dia menangis pada hari itu, hatinya benar-benar terasa sakit dengan semua ucapan Adit dan kini dia juga merasakan perasaan takut yang teramat besar
__ADS_1
Rara hanya bisa terus menguatkan hatinya untuk tetap bertahan dengan keadaan yang ada, setelah cukup tenang dia pun mulai merapikan pecahan kaca yang berserakan akibat ulah Adit
Keadaan apartemen Adit saat itu mungkin sedikit berantakan, tetapi yang pasti hati Rara saat itu terasa jauh lebih berantakan dari pada apartemen tersebut