
Adit menuju ke arah kota kecil di mana Rara berada bersama para pengawal pribadi yang selalu mendampingi dirinya, hatinya sudah tak menentu membayangkan apa yang harus dia lalui untuk membawa istri kecilnya tersebut untuk kembali
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh Adit pun sudah berada tepat di depan tempat kerja Rara, dia bisa melihat Rara yang sedang membersihkan sebuah meja setelah pelanggan pergi dari meja tersebut
"Ya ampun Ra kamu ga pantas untuk melakukan hal itu karena kamu nyonya keluarga Erlangga, maafin masa Adit ya Ra mas Adit janji akan menebus semua kesalahan mas Adit sama kamu." batin Adit sambil memasang wajah bersalah
"Apa kita mau turun sekarang pak?" tanya orang yang berada di depan
"Jangan, kita tunggu di sini aja"
"Baik pak"
Dengan setia Adit menunggu hingga jam kerja Rara berakhir, Adit pun mulai melihat Rara keluar dari tempat itu dan menghentikan sebuah angkutan umum
"Dia tinggal di mana selama ini?"
"Ibu Rara menyewa sebuah kamar kecil pak"
"Kita ikuti dia"
"Baik pak"
Rara masih belum menyadari bahwa saat itu dia sedang di ikuti oleh beberapa mobil mewah, saat Rara turun dari kendaraan umum terlihat dia langsung membeli makanan untuk makan malamnya
"Kami sudah mencari informasi kalau ibu Rara akan selalu membeli makan sebelum dia kembali ke kamar yang dia sewa pak, setelah itu dia tidak akan keluar dari kamar tersebut sebelum saatnya dia berangkat bekerja." jelas orang yang ada di depan
"Hem..."
"Apa kita akan menunggu di sini pak?"
"Iya, kita tunggu sampai di tertidur"
"Baik pak"
"Maafin mas Adit ya Ra, mas Adit yakin hidup kamu saat ini tidak mudah. Dan semua karena kebodohan mas Adit," ucap Adit di dalam hatinya
__ADS_1
Setelah menunggu cukup lama Adit pun mulai memerintahkan sesuatu kepada orang yang duduk di bangku depan, yang tak lain adalah pemimpin dari pengawal pribadi Adit
"Baik pak"
Orang tersebut mulai turun dari dalam mobil dan mengumpulkan semua orang yang ikut mengawal Adit pada saat itu, orang tersebut memerintahkan mereka untuk mengerjakan semua yang Adit perintahkan
Mereka mulai masuk ke dalam tempat kost Rara dan membuat tempat tersebut menjadi kosong sesuai arahan, Adit melakukan hal tersebut karena dia yakin akan ada keributan rumah tangga di antara mereka berdua
Setelah semua perintah Adit di laksanakan, sang kepala pengawal pribadi Adit pun kembali ke mobil di mana Adit masih setia untuk menunggu
"Bagaimana?"
"Kami sudah membuat steril area tersebut pak, kami juga sudah berhasil membuka pintu kamar ibu Rara"
"Apa dia sudah tidur?"
"Betul pak, ibu Rara sudah tertidur"
Adit menganggukkan sedikit kepalanya tanda bahwa dia telah mengerti dan mulai turun dari dalam mobilnya
"Apa ada masalah pak?"
"Ga ada, perintahkan yang lain untuk berjaga di luar. Saya tidak mau ada satupun orang bisa masuk ke dalam tempat itu," jawab Adit dengan tegas
"Baik pak"
"Ayo Dit kamu pasti bisa!! ini adalah saat kamu untuk menjemput istri kecil kamu itu!! jangan biarkan perasaan takut mengalahkan kamu!!"
Adit tidak bisa berbohong bahwa ada perasaan takut menghampiri hatinya pada saat itu, bagaimana pun juga serangan dari seorang Rara yang marah pernah dia rasakan di dalam hidupnya Tetapi dia juga tidak mungkin mundur lagi setelah melangkah sejauh itu
Dengan langkah kaki yang pasti Adit mulai masuk ke tempat itu hanya di dampingi oleh sang pemimpin pengawal pribadi, orang tersebut menunjukkan letak kamar Rara kepada Adit
Adit mulai masuk ke dalam kamar Rara dan melihat istrinya kecilnya sudah tertidur dengan pulas, sedangkan sang pemimpin pengawal pribadi berjaga tepat di depan kamar Rara dan yang lainnya berjaga di sekeliling tempat itu
Adit menutup pintu kamar tersebut secara perlahan agar tidak membuat Rara terbangun dari tidurnya, dia pun menyapu bersih seluruh bagian dari kamar tersebut
__ADS_1
"Kenapa hati aku terasa sakit membayangkan kehidupan Rara selama pergi dari aku?" batin Adit sambil tersenyum getir
Adit pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Rara dan berlutut tepat di samping tempat tidur Rara, dia pun mulai mencium kening Rara dengan sangat lembut
"Mas Adit sudah berhasil menemukan kamu Ra, mas Adit datang untuk menjemput kamu." ucap Adit dengan lembut
Hati Adit berdetak dengan sangat cepat karena tiba-tiba saja Rara membuka kedua bola matanya dengan sempurna
"Aduh apa ini saatnya aku mendapatkan serangan dari Rara? semoga aja ga ada benda tajam di dalam kamar ini," ucap Adit di dalam hatinya
Pada saat itu Adit teringat saat Rara mengamuk dan memegang sebuah pisau, sedangkan Rara hanya menatap ke arah Adit tanpa mengeluarkan suara apapun. Rara menatap ke arah Adit dengan lekat dan membuat Adit menjadi ketakutan setengah mati pada saat itu
"Berhenti untuk datang ke mimpi aku mas, aku sudah pergi jauh dari kamu sesuai keinginan kamu. Jadi jangan ganggu hidup aku dan keluarga aku yang lainnya," ucap Rara dengan lirih
Tiba-tiba saja Rara mulai menutup kedua bola matanya dengan sempurna, pada saat itu dia hanya menganggap bahwa Adit hadir ke dalam mimpinya seperti biasanya
"Jadi walaupun kamu pergi sejauh ini kamu tetap selalu memimpikan mas Adit ya Ra? sudahi marah kamu dan kita pulang ya sayang," batin Adit sambil tersenyum bahagia
"Maaf ya Ra karena mas Adit akan selalu hadir di dalam hidup kamu," ucap Adit dengan lembut
"Tunggu dulu!! sejak kapan mas Adit yang datang di dalam mimpi bisa ngomong sejelas ini? ga Ra kamu harus sadar kalau ini semua cuma mimpi," batin Rara sambil mengerutkan keningnya
Rara masih tetap mempertahankan kedua bola matanya untuk tertutup, dia berusaha untuk mengingkari apa yang sudah dia lihat dan dia dengar. Adit pun mencium kening Rara sekali lagi dengan lembut
"Mas Adit datang untuk menjemput kamu pulang Ra," ucap Adit dengan lembut
"Ga ini semua udah ga benar!! ga mungkin kalau mimpi bisa senyata ini!! tapi aku kan ada di dalam kamar aku dan tidur, berarti ini...." batin Rara
Rara pun langsung membuka kedua bola matanya dengan sempurna, dia mengerjapkan kedua bola matanya beberapa kali untuk memastikan sekali lagi. Tetapi apa yang dia lihat pada saat itu tidak berubah sama sekali, dia bisa melihat dengan jelas wajah tampan Adit sedang tersenyum hangat ke arah dirinya
"Setan!!" teriak Rara
Plak..
Tanpa sadar Rara memberikan sebuah hadiah untuk Adit dengan melayangkan tangannya dan mendarat mulus tepat di wajah tampan Adit
__ADS_1
"Tutup telinga kalian!!" ucap Adit sedikit berteriak