My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 100 | Kencan


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Mira pergi bersama Arka, kencan? Yaa mungkin. Arka mengatakan bahwa ia akan menjemput Mira pukul empat sore dan sejak pagi Mira telah sibuk untuk mempersiapkan dirinya, hampir seluruh isi lemari dikeluarkan olehnya untuk memilih pakaian yang cocok untuk kencan pertama mereka, setidaknya Mira tak ingin terlihat sedikit memalukan atau tak siap dihadapan Arka, sang pujaan hati. Meski seluruh pakaian telah ia keluarkan dari lemari namun ia tak menemukan pakaian yang cukup baik untuk dikenakannya.


“Apakah ini cocok? Ah, kurasa tidak”, ucapnya dengan membuang pakaiannya di lantai, ia mengambil pakaian lain dan mencoba menempelkan pada tubuhnya lalu mencoba berdiri di cermin untuk memastikan apakah pakaian yang ia kenakan cocok atau tidak. Berkali kali ia melihat dirinya di cermin dengan pakaian yang berbeda namun hasilnya tak sesuai dengan keinginannya.


“Ahhh!!!! Mengapa aku tak memiliki pakaian sama sekali!! Sangat menyebalkan!!!” Gerutunya dengan menjatuhkan diri di lantai.Tak ada satupun yang ia pikirkan dapat membantunya, Mira melihat ke arah jam dinding dan ia terkejut melihat jarum jam menunjukkan pukul dua belas siang, yang berarti kurang dari empat jam lagi Arka akan menjemputnya.


“Aku bahkan belum mempersiapkan apapun”, ucapnya dengan kesal pada dirinya sendiri. Ditengah tengah kegelisahannya, ia hanya teringat pada kakaknya, Raka. Dengan segera Mira mendapatkan ponselnya yang berada di kasurnya dan segera menghubungi Raka.


Dari dalam kamar Raka, ia mendengar ponselnya berbunyi ketika ia sedang asik memainkan PS di dalam kamarnya, segera ia mengangkat panggilan itu dan mengempitnya diantara bahu dan telinganya dengan tangannya yang terus saja bermain


“Hmmm.. Ada apa menghubungiku?”, tanya Raka sambil fokus bermain


“Kak. Bisakah kamu datang ke rumah sekarang? Aku sangat bingung”, ucap Mira menggunakan nada melasnya sambil melihat tumpukan pakaian yang menggunung di lantai dan di kasurnya.

__ADS_1


“Ada apa? Aku sedang sibuk. Katakan saja kalau ingin cerita, aku akan mendengarkannya”, ucap Raka dengan mata yang ters menatap ke layar televisi tanpa berkedip dan jarinya yang terus saya bermain.


“Tidak bisa kak. Ku mohon, aku tak tahu apa yang harus ku lakukan”, ucap Mira dengan setengah merengek berharap Raka menurutinya untuk datang kerumah sesuai keinginannya.


“Aku pun tak bisa. Aku sibuk, nanti ku hubungi lagi”, ucap Raka mengakhiri panggilannya lalu melempar ponselnya ke sisi kanannya. Tak ada laki laki yang ingin diganggu ketika mereka sedang memainkan game mereka, begitupun dengan Raka. Namun beberapa kali matanya menatap ke arah ponsel yang ia lempar ke sisi kanannya, mencoba terus fokus pada permainannya namun Raka memilih untuk menghentikannya. Dengan menghela napas dalam Raka terus menatap layar ponselnya.


“Mengapa aku tak bisa menolak keinginanmu? Aku yang bodoh atau bagaimana?”, ucap Raka dengan mengakhiri permainannya dan segera mengambil jaket dan ponselnya lalu segera pergi ke rumah Mira secepat mungkin mendengar Mira sangat membutuhkannya. Raka tak tahu mengapa Mira membutuhkannya, yang ia tahu hanyalah Mira sedang membutuhkannya. Raka menyetir dengan kecepatan penuh takut ia terlambat menolong adik kesayangannya itu. Tak butuh waktu lama untuk Raka sampai ke rumah Mira, ia memarkirkan mobilnya di halaman rumah Mira lalu ia segera masuk begitu saja.


“Bi, Mira dikamarnya?”, tanya Raka pada Bi Sumbi yang terlihat sedang membersihkan area ruang tengah.


Tok tok tok tok tok


Mira membukakan pintunya dan ia melihat Raka berada tepat dihadapannya, segera Mira menarik Raka masuk dan menutup pintunya. Raka sangat terkejut melihat kamar yang terlihat seperti gudang baju bekas, kamar Mira dipenuhi oleh baju, sweeter, jaket dan bahkan ia melihat pakaian dalam Mira yang terlihat jelas ada di lantai, segera Raka memalingkan pandangannya menatap ke arah Mira.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan? Ini kamar atau apa? Kamu membutuhkanku untuk membersihkan kamarmu? “, tanya Raka melihat ke sekeliling kamar Mira. Mira hanya mematung dan menggelengkan kepalanya. Segera ia duduk di atas tumpukan baju di atas kasurnya dengan wajah cemberutnya.


“Aku akan pergi kencan sore ini bersama Arka. Namun aku tak memiliki baju kak”, ucap Mira pada Raka sambil sedikit merengek. Raka membulatkan matanya ketika Mira mengatakan bahwa ia tak memiliki baju, sekali lagi ia mencoba memastikan kedua matanya dan meihat kesekelilingnya untuk memastikan bahwa itu semua adalah baju dan bukan tumpukan sampah.


“Lalu Mira, katakan apa ini semua? Apakah ini seperti taplak meja bagimu? Atau tumpukan seprei?”, ucap Raka sedikit kesal dengan tingkah adiknya itu sambil menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal, segera ia melihat ke sekitarnya dan mengambil beberapa pakaian yang terlihat bagus dikenakannya untuk kencan hari ini.


“Cobalah beberapa baju ini. Cepat”, ucap Raka memilihkan baju untuk adiknya ini, Mira yang tak bisa berpikir lagi menuruti perkataan Raka dan segera masuk ke kamar mandinya untuk mencoba baju pilihan Raka. Mira keluar dari kamar mandi dengan mengenakan dress sederhana berwarna cokelat terang yang membuatnya terlihat sangat anggun, Raka tersenyum melihat adiknya yang cantik itu, ia perlahan mendekati Mira dan membenarkan rambutnya yang berantakan, meski berantakan namun Mira tetap terlihat sangat cantik di mata Raka.


“Kenakan pakaian yang membuatmu nyaman, kamu cantik mengenakan jenis pakaian apapun”, ucap Raka menatap Mira dengan lembut. Dengan melihat Mira tersenyum senang dan bahagia itu cukup bagi Raka meski hatinya sakit ketika mendengar bahwa Mira akan berkencan dengan pria lain. Namun sekali lagi, rasa sakit hati ditutupinya dengan senyuman tulus yang terpancar di wajah Raka. Baginya, Mira tak perlu tahu bahwa Raka mencintainya.


“Aku tak tahu harus berbuat apa jika tak ada kakak. Aku sungguh menyayangimu kak”, ucap Mira tersenyum manis.


“Aku juga menyayangimu”, balas Raka. Lebih tepatnya mencintai, mencintai dalam diam dan mengawasiya dari kejauhan, memastikan bahwa Mira baik baik saja dan terus menjaga langkahnya.

__ADS_1


“Beri tahu aku jika kamu membutuhkan sesuatu. Hubungi aku dimanapun kamu berada, kapan kamu pulang dan setibanya dirumah. Pastikan dirimu baik baik saja karena kamu pergi dengan pria lain dan bukan denganku”, ucap Raka dengan khawatir. Mira mengangguk dan menuruti perkataan Raka


__ADS_2