My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 109 | Cukupkah Sampai Disini?


__ADS_3

“Mira”, panggil Arka ketika ia melihat Mira turun dari mobil dan berjalan memasuki gerbang sekolah. Namun Mira tak mendengarnya da melanjutkan langkahnya yang tak terlalu cepat itu. Ditengah keramaian siswa siswi yang datang, Arka berlari mencoba mendapatkan Mira yang tak terlalu jauh berjalan di depannya.


“Mira”, panggilnya sekali lagi. Kali ini Arka meraih lengan Mira untuk menghentikan langkahnya. Menyadari bahwa Arka masih memiliki cukup banyak waktu, ia menarik Mira dan membuat Mira mengikuti Arka. Ia membawa Mira ke atap agar tak ada satupun orang yaang mengganggu waktu mereka bersama, sepanjang jalan Mira mencoba melepaskan diri dari Arka namun tak bisa, Arka lebih kuat dari dirinya, tangannya yang lebar mampu mencengram pergelangan tangan Mira dengan erat sambil menggiringnya menaiki anak tangga menuju ke atap.


“Apa yang kamu lakukan? Sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai”, ucap Mira dengan sedikit membentak pada Arka sambil mencoba melepaskan diri dari genggaman kekasihnya itu. Dengan kesal Mira menyingkirkan Arka dari jalannya dan mencoba untuk membuka pintu atap yang tertutup untuk segera turun dan masuk ke kelasnya. Namun lagi lagi langkahnya terhenti, Arka kembali menutup pintu itu dan menarik Mira mendekat padanya.


“Arka, aku tak sedang ingin bercanda. Menyingkirlah!!”, ucap Mira dengan nada kesal. Arak pun tak ada niat untuk bercanda dengan Mira, ia menarik Mira dan menyadarkan Mira di tembok


“Dengarkan aku!!”, ucap Arka sedikit berteriak sambil menyandarkan Mira pada tembok dengan sedikit kasar namun Mira memalingkan wajahnya, ia enggan menatap Arka yang berada tepat di hadapannnya. Sikap Mira yang seperti itu sudah cukup menyakiti perasaan Arka, ia tak mengerti ada apa dengan Mira hari ini.

__ADS_1


“Mira, ku mohon tataplah aku”, pintanya dengan halus, kesedihan terlihat di wajah Arka ketika Mira mencoba menatap kekasihnya itu. Ia merasa bersalah telah membuat Arka seperti ini namun Mira tak punya pilihan lain, hatinya pun ikut sakit melihat Arka seperti ini.


“Secepat inikah? Apakah aku tak lagi mencintai Arka? Apa perasaanku dengan Arka hanya sampai disini? Jahat sekali aku?”, batinnya. Mira tak lagi kuat menatap Arka, perasaan bersalah seperti sedang menyerangnya ketika ia menatap Arka. Perlahan Mira menjauhkan Arka darinya dan kepalanya tertunduk, air mata Mira jatuh membasahi lantai yang mereka berdua pijak, tubuhnya seperti tak kuat menahan kesedihan yang kuat. Mira merasa bahwa dirinya sangat jahat, ia bahkan tak percaya bahwa cintanya telah padam untuk Arka.


“Maafkan aku. Ku mohon maafkan aku. Mari kita akhiri saja hubungan ini”, ucapnya secara tiba tiba. Entah apa yang terjadi pagi itu, hari yang seharusnya Arka mampu memperbaiki hubungan dan komunikasi mereka berdua, berujung menjadi akhir dari hubungan mereka. Terasa waktu disekitarnya terhenti dan jantungnya seperti berhenti berdetak sekejap, Arka tak percaya bahwa pada akhirnya kata kata itu keluar dari ucapan Mira, gadis yang sangat ia cintai itu. Arka kembali memegang erat tubuh Mira dan memeluknya karena perasaan takut kini menguasai dirinya.


“Berikan aku satu kesempatan lagi Mira, aku takkan melakukan kesalahan yang sama. Aku berjanji, apapun keinginanmu katakanlah namun jagan meminta hubungan ini berakhir”. Tak ada satupun orang yang ingin putus dari kekasihnya di saat hubungan mereka sedang baaik baik saja. Bagi Arka hubungan mereka baik baik saja namun tidak bagi Mir. Bagi Mira, sepasang kekasih haruslah saling mencintai dan ketika salah satu dari mereka tak lagi mencintai makan sudah seharusnya hubungan itu berakhir. Itulah pemikiran Mira.


“Semakin kamu bersamaku, semakin kamu terluka. Aku adalah duri bagimu”, ucap Mira dengan terus menangis. Bagaimana bisa ia menuruti keinginan Arka untuk tetpap bersamanya ketika disaat seperti inipun hanya Raka yang ada dalam pikirannya.

__ADS_1


“Maka biarlah aku terluka, biarlah aku yang sakit, aku akan menikmati rasa sakit itu selama kamu bersamaku. Jangan akhiri hubungan ini Mira, jangan tinggalkan aku”, pinta Arka dengan memegang kedua tangan Mira. Meski tahu bahwa perasaan Mira telah berubah padanya namun Arka tak ingin Mira pergi meninggalkannya.


“Aku taak lagi mencintaimu seperti dahulu. Hatiku tak lagi untukmu. Ku mohon mengertilah, bisakah kamu hidup bersama gadis yang tak mencintaimu? Hubungan macam apa itu?”, teriak Mira.


“Aku tak peduli, meski hatimu telah mati untukku sekalipun aku akan tetap memilih bersamau. Akan ku hidupkan lagi hatimu untukku” pinta Arka terus berdebat dengan Mira.


“Jangan mempersulitku, aku tak ingin menyakitimu lebih dari ini” ucap Mira bersaamaan dengan dirinya yaang melepaskan genggaman Arka darinya.


“Setidaknya biarkan aku mencoba. Biarkan aku kembali mendapatkan hatimu seperti dahulu namun jika pada akhirnya hatimu telah habisa tak tersisa untukku, maka aku akan pergi, aku akan mundur dan aku takkan mengganggumu lagi. Sampai saat itu tiba biarkan aku berada di sisimu sambil tersu mengetuk pintu hatimu” pinta Arka pada Mira, ia tak menyerah untuk Mira. Arka sangat mencintai Mira dan ia tak rela pria lain merebut gadis yang sangat ia cintai. Arka tak ingin melepaskan Mira, meski terlihat bodoh karena terus memohon pada gadis yang sudah jelas tak lagi mencintainya namun Arka percaya bahwa dalam hati Mira, dirinya masih mencintai Arka meski itu perasaan yang samar samar.

__ADS_1


__ADS_2