
Perusahaan sedang gempar mendengar berita tentang Meli yang mengalami sebuah kecelakaan dan telah meninggal namun anehnya polisi tak juga berhasil menemukan mayat dari Meli dan Pak Hendra yang bersama dengannya. Kursi pemimpin kembali kosong, disaat mereka semua tengah berduka, Reno kembali muncul ditengah tengah mereka dengan memasang wajah sedih seolah ia ikut bersimpati dengan meninggalnya Meli.
“Bagaimana mungkin seorang pemimpin yang sangat luar biasa mengalami kecelakaan seperti ini? Meli adalah orang yang sangat baik, saya sangat mengenalnya”, ucapnya sambil menitihkan air matanya.
Reno mampu menipu semua orang dengan tangis palsunya. Kini tak ada lagi orang yang menghalangi langkahnya untuk menduduki kursi seorang pemimpin, tidak Meli dan tidak ayahnya. Reno masuk ke dalam ruang direktur utama dan mengambil alih kepemimpinan saat itu juga.
“Kini saya yang akan menggantikan posisi Meli, sebagai anak yang baik saya harus meneruskan apa yang telah dimulai oleh Pak Rudy, orang tua saya selama beliau masih terbaring lemah”, ucap Reno lalu masuk ke dalam ruang direktur utama.
Melihat ruangan ini yang pada akhirnya menjadi miliknya, Reno merasa senang dan puas akan hasil yang telah ia dapatkan, demi sebuah kedudukan ia rela mencelakai ayahnya sendiri dan membunuh seseorang.
“Kali ini tugasku hanya mempertahankannya saja bukan? Takkan ku biarkan siapapun mengambil tempat ini. Ini adalah milikku”, ucapnya menyeringai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku terdiam dan menangis, sudah dua hari sejak kecelakaan itu terjadi, Meli masih belum juga ditemukan. Disatu sisi aku masih berharap bahwa dia akan baik baik saja namun disisi lain aku tahu bahwa hal itu tak mungkin terjadi, kehilangan seseorang yang sangat disayangi adalah hal yang paling menyakitkan didunia. Hingga bel rumahku berbunyi, seseorang menekannya berkali kali dan dengan cepat yang membuatku segera membukakan pintu baginya.
“Siapa?”, ucapku sambil membuka pintu.
Aku tak mengenal pria ini, dengan tubuh yang sangat tegap dan tatapannya seperti sangat panik dan cukup ketakutan ia melihat kearahku dan berbicara sambil berbisik
“Bisakah saya masuk ke dalam. Saya harus menyampaikan sesuatu pada anda. Ini terkait dengan Bu Meli”, ucapnya
Mataku terbelak ketika pria itu menyebutkan nama Meli, dengan segera aku mempersilahkannya untuk masuk. Aku tak lagi bisa berpikir jernih aku tak tahu apakah ia orang yang baik atau orang jahat, yang ku tahu orang ini mengenal Meli dan aku merasa bahwa aku harus mendengarkannya.
__ADS_1
“Meli, ada apa dengannya?”, tanyaku ingin tahu.
“Tolong rahasiakan ini, Bu Meli memerintahkan saya untuk menemui anda dan mengatakan untuk tak khawatir padanya, beliau masih hidup dan tak terjadi apa apa padanya. Segala yang terjadi hanya permainannya. Ada seseorang yang ingin membunuhnya”, ucap Pak Hendra padaku.
Seakan tak percaya dengan apa yang ku dengar mataku kembali terbuka lebar, aku tak menyangka bahwa Meli berani dan mampu melakukan hal yang gila seperti ini. Aku mencoba percaya dengan kata katanya namun hal ini tetap tak ku mengerti. Mengapa? Siapa yang ingin membunuhnya? Apa yang Meli lakukan setelah ini? Akankah ia baik baik saja saat ini. Aku mendesaknya untuk mengatakan dimana keberadaan Meli saat ini namun aku tak menemukan jawabannya.
“Benarkah Meli baik baik saja?”, tanya ku senang
“Lalu di... dimana ia sekarang?”, tambahku
“Maafkan saya, Bu Meli tak ingin keberadaannya diketahui orang lain termasuk anda”, ucapnya
“Buktikan padaku jika Meli dalam keadaan baik baik saja”, ucapku sambil menatapnya tajam karena tak ingin dibohongi olehnya.
“Meli... Meli... Kamu baik baik saja? Benarkah ini kamu? Lalu siapa yang berada di dalam mobil?”, tanyaku terburu buru
“Tenanglah Rein, aku baik baik saja. Kamu sudah bertemu dengan Pak Hendra? Ia adalah sekertaris dan orang kepercayaanku. Seperti yang ia katakan bahwa ini semua adalah rencanaku. Reno mencoba membunuhku untuk mengambil alih perusahaan. Ku mohon jaga anakku juga mertuaku sampai aku kembali. Jangan mencoba menghubungiku atau mencariku sampai aku keluar dari tempatku”, ucap Meli menjelaskannya padaku.
“Mel, aku khawatir, aku panik, aku takut. Jaga dirimu baik baik dan akan ku pastikan anak dan juga mertuamu aman bersamaku dan Sam”, balasku menahan tangis.
“Aku tahu aku bisa mengandalkanmu Rein. Sampai jumpa”, ucap Meli lalu mematikan panggilannya.
Aku benar benar lega saat ini, seperti menemukan sesuatu yang hilang dalam hidupku, kini aku bisa kembali seperti dahulu dan mempercayakan segalanya pada Meli, aku tahu bahwa Meli akan baik baik saja dan mampu mengatasinya dengan baik. Meli adalah wanita yang sangat kuat dan tangguh.
__ADS_1
“Saya pamit. Setelah ini mungkin Reno akan mencari tahu keberadaan Meli dari anda. Mohon kerja samanya dan jangan katakan apapun”, ucap Pak Hendra padaku.
“Aku tahu apa yang harus ku lakukan. Ku mohon jaga Meli baik baik”, ucapku pada Pak Hendra.
Ia hanya mengangguk sambil tersenyum lalu meninggalkan rumahku, meski aku sangat merindukannya namun dapat berbicara sebentar saja aku sudah sangat senang dan tenang, meski aku khawatir padanya namun aku tahu bahwa Meli baik baik saja.
“Aku berharap ia dapat melewatinya dengan baik. Aku benar benar khawatir padanya”, ucapku.
Aku seperti kembali pada diriku yang dulu seakan akan tak terjadi apa apa padaku. Ku sambut Sam yang telah tiba dirumah dan ku layani dia, membawakan tasnya dan juga mengambilkan makan untuknya. Sam melihatku dan tatapannya seperti mengatakan aku berbeda dari kemarin.
“Kamu baik baik saja? Apa kamu sudah tak lagi bersedih karena Meli?”, tanya Sam menatapku bingung.
“Aku akan mengatakannya nanti, masih ada anak anak di sini”, jawabku tersenyum.
Hari ini berlalu dengan sangat cepat hingga malam pun tiba, sudah waktunya bagi anak anak untuk tidur karena waktu menunjukkan pukul sembilan malam, aku mengurus Raka sama seperti aku mengurus Mira, apa yang ku berikan pada Mira akan ku berikan juga pada Raka karena aku telah berjanji akan merawat Raka seperti anakku sendiri hingga Meli kembali entah kapan.
“Jadi? Ada apa?”, tany Sam mendengar aku masuk ke kamar setelah menidurkan Mira dan Raka
“Aku tak lagi bersedih karena aku sudah mendapatkan sebuah berita dari Meli”, jawabku.
Seperti dugaanku, Sam terkejut dan melihatku seperti tak percaya. Ia memutar bola matanya mencoba mencerna apa yang ku katakan namun ia masih tak mengerti. Dengan mengangkat kedua bahunya sambil menggelengkan kepalanya ia menatap ke arahku.
“Segala yang kita lihat dan berita yang kita dengar, segalanya tak benar. Meli masih hidup dan aku telah memastikannya. Semua ini adalah rencananya, Reno berusaha untuk membunuhnya jadi ia membuat cerita seakan akan ia meninggal dalam sebuah kecelakaan yang telah dirancang oleh Reno”, ucapku menjelaskaannya pada Sam.
__ADS_1
Sam kembali membolakan kedua matanya, sama seperti ku yang terkejut mendengar berita Meli pertama kalinya, Sam pun terkejut. Kini kami bisa bersikap baik baik saja karena sudah mengetahui yang sebenarnya. Mulai dari sini adalah pertarungan antara Reno dan Meli, tugasku hanya membantu dan mendukungnya dari belakang dengan menjaga anak dan mertuanya dalam keadaan baik baik saja dan terhindar dari Reno.