My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 45 | Ku Mohon Jangan


__ADS_3

Aku menemani Mira bermain, bersama boneka dan mainan lainnya. Sambil menunggu Sam dan Ken selesai membersihkan area dapur. Mira membuat dan menata mainannya sedemikian rapi, permainan rumah rumahan selalu menjadi permainan favoritnya bersama dengan bonek boneka miliknya. Mira meletakkan meja makan lengkap dengan kursi juga set peralatan minum teh.


“Mama.. Mama tahu yang ada di rumah yang Mira buat ada siapa saja?” Tanya Mira sambil menatap padaku.


Dari sofa aku turun ke bawah untuk melihat dan menjawab pertanyaan dari Mira. Sudah sangat jelas kalau itu adalah kelurga kecil kami.


“Yang itu papa, yang ini mama dan yang di sini Mira, namun ini siapa?” Tanyaku sambil menunjuk bonek bayi itu.


“Itu adiknya Mira mama.. Papa kemarin sudah janji akan memberikan Mira adik” Jawab Mira dengan polosnya.


Aku melihat Mira dengan tatapan sedikit terkejut, aku ingat percakapan beberapa waktu lalau, Mira meminta seorang adik pada Sam, namun tak ku sangka bahwa Mira bena benar serius dengan permintaannya itu. Usia Mira hampir menginjak tujuh tahun, namun aku belum benar benar siap untuk memiliki satu anak lagi. Aku diam sejenak dan kemudian tersenyum kecil dengan sedikit terpaksa.


Dari arah dapur Sam menghampiri kami, Sam mendengar percakapanku dan Mira saat itu, sambil mengelap kedua tangannya yang basah, Sam datang sambil tersenyum dan menjawab Mira.


“Mama dan papa akan memberikan Mira satu adik, atau dua kalau Mira sangat menginginkannya.” Seru Sam sambil berjalan ke arahku dan Mira.


“Sam...” Seruku sambil mengerutkan keningku.


Sam tersenyum dan duduk disebelahku sambil merangkul dan mencium keningku dengan lembut.


“Ada apa? Bukankah kita telah menikah hampir sembilan tahun? Hal yang wajar kalau kita punya anak ke dua, Mira juga menginginkannya. Iya kan Mira” Seru Sam sambil mencubit kecil pipiku.


Mira terlihat sangat senang mendengar jawaban Sam saat itu, Mira tersenyum kecil dan mengangguk kegirangan sambil kembali bermai dengan mainannya.


“Apa Mira mengerti bisa mempunyai adik kecil?” Tanyaku.


“Mira mengerti mama, mama tinggal buka aplikasi belanja online, lalu pilih satu saja adik. Nanti paaketnya akan dikirim ke rumah.” Jawab Mira sambil tersenyum polos.


Aku dan Sam saling menatap dan menahan tawa kami di depan Mira saat itu. Kami berdua sangat bingung bagaimana anak ini bisa memikirkannya sampai seperti ini. Ken yang mendengar jawaban Mira tertaw dengan cukup kencang sampai mengeluarkan air mata.


“Aahahahahaha.. Kak Sam, apa yang Mira... Hahhhaha....” Jawab ken dengan tawanya sampai terjatuh ke sofa..

__ADS_1


Aku benar benar tak bisa menahan tawaku karena jawaban dari anakku ini, Ken pun tak hentinya tertaw karena jawaban dari Mira.


“Huushh Ken” Seruku sambil memukul lengannya.


“Lihat? Mira pintar kan mama?” Seru Mira.


Sam hanya memejamkan matanya dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, sedang Ken masih terus tertawa.


“Iyaa Mira, nanti mama papa akan memberikan Mira satu adik, apapun itu, peremuan atau laki laki tak masalah kan?” Tanyaku untuk menyudahi ini semua.


“Hmmm.. Iyaa mama perempuan atau laki laki tak masalah.” Jawab Mira.


Sam menatapku dan terkejut dengan jawaban yang ku berikan, senyuman nakal terpasang di wajahnya. Sam mulai mendekatiku dengan senyumannya itu sambil memiringkan kepalanya.


“Kamu yakin? ayo kita lakukan malam ini” Seru Sam sambil tersenyum yang membuatku tak berani menatap matanya.


Dari posisi berbaringnya, Ken langsung berdiri dan menutup kedua telinganya sambil menggendong Mira..


“Selamat bersenang senang, Mira biar aku yang urus kak” Teriak Ken sambil berjalan ke kamar Mira.


Aku dan Sam menatap Ken sampai Ken dan Mira masuk ke kamar, juntungku mulai berdetak kencang, aku mebulatkan mataku sambil menganga, mencoba berdiri dan menghindari Sam, aku benar benar tak serius dengan yang ku katakan pada Mira ketika Mira menginginkan seorang adik. Saat aku bergerak mundur, Sam memegang tanganku dan memelukku yang membuatku terjatuh yang membuat Sam berada tepat di atasku.


Seperti kehabisan napas rasanya, jantungku pun berdetak makin lama makin kencang, mataku tak kuasa melihat kearaha Sam. Sam melingkarkan tangannya di punggungku dan mulai menggendongku sambil tersenyum dan langsung mengarah ke kamar.


Aku bergerak dan memintanya menurunkanku, kupakai segala macam alasan agar bisa menghindari Sam, bukan karena tak mencintainya, namun aku belum siap. Aku tak mampu mengontrol perasaanku dan aku takut tak bisa memberikannya yang terbaik malam ini.


“Sam, stop.” Seruku.


Sam menghentikan langkahnya dengan matanya terus menatapku sambil tersenyum.


“Ada yang harus ku kerjakan. Dapur belum selesai, dan.. Aku masih harus membuatkan Mira susu sebelum tidur atau dia akan merengek tengah malam” Seruku.

__ADS_1


“Ken sudah mengatakannya, percayakan Mira padanya. Ken akan mengurus Mira sampai tertidur.” Jawab Sam.


Sam meneruskan langkahnya menuju kamar dan tak lagi mendengarkan apapun alasan yang kubuat agar Sam bisa melepaskanku malam ini. Sam membuka pintu kamar lalu menutupnya dan menurukanku. Dibalik pintu Sam menahanku dan langsung menciumku. Aku sedikit terkejut karena tiba tiba Sam menyerangku.


Tangannya mulai memelukku agar makin dekat dengannya. Ciumannya yang lembut membuatku hanyut didalamnya. Sam benar benar pandai dalam masalah ini. Sam bergerak lembut namun cukup cepat, aku memegang bahunya untuk mencoba melepaskan diri, karena Sam tak membiarkanku bernapas sebenatar. Aku berusaha melepaskan diri darinya yang terus menciumku.


“Sam.. Tunggu sebenatar, aku tak bisa bernapas” Seruku.


Sam merubah tatapannya, mulai dari tatapan yang lembut, kini berubah seperti akan menerkamku. Sam kembali merangkulku dan menciumku kembali, kali ini ciumannya sedikit kasar, namun entah mengapa aku menikmatinya. Lagi lagi aku membiarkan diriku hanyut didalmanya, kali ini aku tak memberikan perlawanan, aku mencoba mengikuti permainannya. Sam menggiringku ke kasur dan mendorongku ke kasur. Dia melepaskan pakaiannya, aku melihat tubuhnya yang indah, ingin rasanya menyentuhnya. Sam merebahkan dirinya teoat diatasku, tangannya mulai memanjakanku dengan sentuhan di setiap bagian tubuhku mulai dari atas sampai ke bawah yang membuatku meliuk.


Tak hanya tangannya, bibirnyapun menyentuh setiap bagian di tubuhku dan membuatku menutup mulutku agar aku tak bersuara. Sam mulai melepaskan pakaianku, saat ini aku benar benar tak berpakaian di depannya. Sam menatapku dengan senyuman nakalnya dan membisikkan kata kata yang membuatku makin meliuk.


“Apa kamu mau aku berhenti disini?” Tanyanya.


“Hmmm.. Jangan.. Kumohon jangan berhenti Sam.” Seperti kehilangan akal sehatku, aku memohon pada Sam seperti ini.


Sam kembali menciumku dengan liar dan membuatku benar benar kehilangan akal sehatku, aku benr benar tak ingin Sam menghentikan apa yang telah di mulai padaku, Aku tak menguasai diriku sendiri, Sam benar benar berkuasa atasku malam ini.


“Sam.. Aku mencintaimu.. Sang..aahhtt” Seruku


Seperti darah di tubuhku telah mendidih, aku merasakan tubuhku memanas, mendengar itu Sam tersenyum dan melakukannya dengan cukup kasar, yang membuatku sedikit kesakitan, namun aku menahannya.


“Malam ini, kamu akan merasakan kepuasan yang sebenarya Rein, aku benar benar menunggu momen ini sangat lama, dan takkan ku lepaskan begitu saja.” Jawab Sam dengan tatapan juga permainan yang sangat agresif.


Malam itupun aku melakukannya dengan Sam, pertama kalinya bagiku, aku memberikan diriku seuruhnya pada suamiku, setelah sembilan tahun menikah, dan aku berharap malam inipun berjalan dengan sangat lambat. Aku benar benar mencintainya, aku melakukan ini karena aku benar benar mencintainya. Itulah yang ada dikepalaku saat ini.


.


.


.

__ADS_1


Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. Kalau kalian suka bisa like dan kasi saran yaa.. Saran apapun asal membangun dari kalian semua sangat penting loh.. 😘😘


__ADS_2