
Malam itu di satu restoran yang cukup mewah dengan lampu juga hiasan hiasan yang menambah kesan romantis, Reno berdiri dengan memakai setelan jas yang baru dibelinya khusus unuk malam itu. Reno berdiri dengan memegang kotak berisikan cincin. Reno mempersiapkan segalanya untuk Kinan, wanita yang dicintainya saat ini. Reno berencana melamar Kinan dan secepatnya menikahi Kinan dan menceraikan Meli istrinya.
Tak lama Kinan datang dengan memakai gaun yang sudah disiapkan Reno untuknya. Mata Reno seperti terpanah melihat kecantikan Kinan. Kecantikan Kinan telah membutakan mata hati Reno, dengan mudahnya Reno berpaling dari Meli istrinya.
“Kinan, cantik sekali. Kamu terlalu cantik malam ini.” Puji Reno.
Matanya tak bisa lepas dari penampilan anggun Kinan, Kinan adalah wanita satu satunya yang Reno inginkan meskipun dia harus melepaskan Meli dan meninggalkan anaknya sekalipun dai tak peduli. Yang ada di pikiran dan hatinya saat ini adalah Kinan.
“Kamu terlalu berlebihan Ren,” Jawab Kinan tersipu malu.
Reno mendekati Kinan lalu berlutut dengan satu kaki yang membuat Kinan terkejut dengan yang dilakukan Reno saat ini.
“Kinan, would you marry me?”
Kinan tersenyum sangat gembira, karena Reno melamarnya, dia mengangguk dan meberikan tangannya untuk dipasangi cincin oleh Reno. Mereka berdua terlihat sangat bahagia. Tanpa memikirkan perasaan istrinya dan anaknya, Reno melamar wanita lain dan akan menjadikannya istrinya.
“Aku janji, setelah aku selesai dengan Kinan, kita menikah. Aku sudah mengikatmu, dan kamu milikku Kinan”
Reno mendekatkan kiningnya pada Kinan dengan mesrahya.
“Kamu tahu kan papaku pemegang saham terbesar. Setelah berhasil dengan perumahan sebelumnya papa mulai membangun perumahan di beberapa daerah dan Meli diberikan saham tiga persen dari miliknya. Itu bukan jumlah yang sedikit Kinan.”
Reno benar benar laki laki yang sangat kejam. Sejak awal dia tak benar benar tulus mencintai Meli, dia hanya ingin bagian yang diberikan orang tua Reno padanya.
“Mengapa Meli bisa mendapatkan saham tiga persen? Dia siapa?” Tanya Kinan pada Reno.
Reno berdiam diri sekejab dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa Kinan bisa mendapatkan tiga persen dari saham orang tuanya.
...****************...
Saat itu hujan lebat, Reno yang saat itu masih kecil pulang liburan bersama orang tuanya dari Bandung. Berusaha untuk hujan lebat ini, Ayah Reno mencari hotel atau tempat untuk mereka menginap malam ini, namuan sejauh apapun mereka mencari, semua tempat itu telah penuh. Tak ada lagi tempat untuk mereka menginap malam ini.
“Papa, ini hujannya makin lebat dan kita tidak menemukan tempat penginapan bagaimana ini?” Tanya mama Reno khawatir
__ADS_1
Papa Reno bersuha tenang dan tak khawatir, makin lama hujan makin lebat dan menjadikannya hujan angin. Jalan semakin tak terlihat yang terlihat hanya cahaya cahaya dari lampu tiap kendaraan yang lewat. Namun dari jauh truk muatan air 150 liter dengan kecepatan tinggi datang dari arah berlawanan
TTROONN TTRROONN
Suara klakson truk membuat Papa Rano terkejut dan membanting setir hingga menabrak pembatas jalan yang mengakibatkan Keluarga Rano mengalami kecelakaan.
Reno kecil yang tak tahu apa apa merasakan sakit disekujur tubuhnya namun tak memiliki tenaga untuk meminta keluar dari mobil itu. Darah mengalir dari mobil yang dikendarai keluarga Reno.
Reno hanya luka ringan begitu juga dengan ayahnya. Namun ibu Reno terancam meninggal dunia karena kehabisan darah dan harus transplantasi jantung karena jantungnya tertusuk benda tajam.
“Maaf pak, Ibu harus segera melakukan transplantasi jantung, jika tidak ibu akan meninggal” Kata dokter yang membuat Reno dan papanya terkejut.
Papa Reno saat itu menangis, mereka tak menyangka kalau hal sekejam ini terjadi pada mereka.
Kala itu rumah sakit sedang berusaha menghubungi beberapa rumah sakit yang terdekat atau rumah sakit yang mempunyai sebuah jantung yang masih sehat untuk si pasangkan ke tubuh mama Reno, namun tak ada satupun rumah sakit yang mempunyai jantung.
Disatu sisi, Meli yang masih kecil menangis dengan dipelukan papanya. Malam itu Keluarga Meli sedang berduka, mereka harus menerima kenyataan bahwa mamanya telah meninggal dunia karena operasi pengangkatan tumor otak yang merenggut nyawa mama Meli.
“Mamaa.. mama.. Jangan tinggalkan Meli mama..” Teriak Meli histeris.
“Pak, ini ada surat dari ibu. Sebelum melakukan operasi ibu menitipkan ini untuk diberikan kepada keluarga. Saya permisi”
Kata dokter sambil memberikan surat itu.
Papa Meli membuka suratnya dan terkejut dengan surat yang ditulis oleh istrinya itu.
“Sayangku, kalau kamu membaaca ini artinya aku telah meninggal, jangan salahkan dirimu sendiri. Jagalah anak kita, maaf aku tak bisa menemanimu dan melihat Meli tumbuh dewasa dan menikah. Mulai sekarang hari harimu akan jauh lebih berat karena aku tak ada disisimu. Kalau kamu mau menikah lagi silahkan, aku merestuinya. Namun, lakukan satu hal untukku. Donorkan setiap bagian organ tubuhku untuk rumah sakit yang membutuhkan, terakhir kalinya, aku ingin hidupku berguna bagi orang lain. Salam hangat dari istrimu ini.”
Papa Meli membacanya dengan tangan yang bergetar dan air mata yang terus mengalir. Dia memeluk surat itu dengan rasa sakit yang dirasakannya.
Tak butuh waktu lama, papa Meli langsung pergi ke ruang dokter dan melakukan keinginan terakhir istrinya itu.
“Dokter, istri saya meminta untuk saya mendonorkan seluruh organ tubuh istri saya untuk rumah sakit yang paling membutuhkan.”
__ADS_1
“Pak, salah satu pasien kami harus melakukan transplantasi jantung, kalau bapak bersedia, silahkan tanda tangani form kesediaan dan operasi akan kami lakukan malam ini.” Kata dokter
Tak butuh waktu untuk berpikir lama, papa Meli setuju dan langsung pergi ke bagian administrasi untuk menandatangani surat kesediaan.
Reno dan papanya masih tak tahu harus berbuat apa, mereka pasrah, kalau memang istrinya harus meninggal malam ini, biarlah itu terjadi. Namun Tuhan berkehendak lain.
“Selamat malam pak, salah satu pasien kami telah meninggal dan mendonorkan jantungnya. Apa bapak bersedia?”
Mendengar itu Papa Reno sangat bahagia, dan tanpa berpikir panjang, Papa Reno mengiyakannya dan langusng mengurus di bagian administrasi.
“Saya mau pak, saya urus sekarang juga pak, tapi pak, apa saya bisa bertemu dengan keluarganya? Saya mau mengucapkan terimakasih pak”
Dokter menunjuk dimana keluarga pendonor, dan papa Reno langsung menemui mereka.
“Pak, maaf, bapak pak Aryo?”
“Iya pak, bapak siapa?”
“Saya Rudy pak, yang menerima transplantasi jantung istri bapak, istri saya yang menerimanya pak. Saya mau mengucapkan terimakasih pak” sambil memegang kedua tangan papa Meli dan menangis
Papa Meli melihat pak Rudy dengan senyuman. Dia bangga memiliki istri berhati malaikat, sampai akhir hidupnya, istrinya tetap melakukan kebaikan pada orang lain, papa meli tersenyum namun juga merasakan sakit didadanya karena saat ini dia tak dapat lagi melihat wajah istrinya dan mengeluh pada istrinya itu.
...****************...
Reno menceritak segala yang terjadi saat itu segala hal yang dilaluinya sampai pada saat Meli mendapatkan tiga persen saham dari keluarganya.
“Setelah dewasa kami dewasa dan bisnis papa berjalan sangat lancar, papa mencari Meli dan memberikan tiga persen saham sebagai ucapan terimakasih dan menjodohkan kami” Lanjut Reno.
Dari situ Kinan mengerti mengapa Meli yang bukan siapa siapa diberikan saham tiga persen oleh keluarga Reno, dan saat ini Reno menyusun rencana agar tiga persen milik Meli bisa jatuh ke tangannya.
.
.
__ADS_1
.
Hai semua.. Terimakasih yaa sudah baca novel ini. kalau kalian suka bisa di like dan kasi saran yaa. Saran apapun asal membangun dari kalian sangat penting loh.. 😘😘