My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)

My First Love ( Kenanganku Terungkap Kembali)
BAB 99 | Merebut Kembali Hati Mira


__ADS_3

Sebagai sesama wanita aku mengerti perasaan Mira, aku pun pernah muda dan melewati masa masa remaja seperti Mira, masa dimana usia anak SMA mengenal persahabatan dan cinta, mengetahui bagaimana rasanya sakit hati dan rasa rindu yang menggebu. Berbeda dengan Sam, mungkin karena ia adalah pria jadi Sam tak mengerti bagaimana perasaan seorang gadis, kali ini Sam sengaja pulang lebih awal khusus untuk menemui Mira, ia ingin mengetahui apa yang dirasakan gadis kecilnya itu. Hatinya sedikit tak tenang melihat Mira semakin lama semakin menjauh darinya dan terlalu asik dengan dunianya sendiri. Waktu menunjukkan pukul tiga sore, Sam membereskan seluruh dokumen dan mengakhiri pekerjaannya untuk segera pulang kerumah, langkah kakinya seperti tergesa gesa. Perlahan ia berjalan meninggalkan kantor dan seluruh karyawannya.


“Kali ini aku harus bisa merebut kembali hati anakku. Siapa dia berani merebut cinta dan perhatian anak gadis yang ku jaga dan ku rawat hingga ia besar dan sangat cantik” gerutu Sam sambil menatap tajam kedepan dan sedikit memanyunkan bibirnya. Sam tak rela dan tak siap dengan perubahan Mira.


Dengan cepat Sam sampai ke rumah, tak biasanya Sam pulang disaat matahari masih menunjukkan sinarnya meski sinarnya mulai redup. Sam tak mengatakan apapun padakau bahwa ia ingin pulang lebih awal.


“Papa pulang”, ucapnya dan berjalan lurus ke arahku dan Grace yang sedang berada di ruang tengah dan kali ini pun Mira tak terlihat.


“Mira dikamar?”, tanya Sam padaku dengan meletakkan tas kerjanya di sofa dan membuka kancing pada pergelangan tangannya


“Ya, seperti biasa”, balasku singkat. Setelah menjawab pertanyaan Sam, aku menyadari satu hal. Ku coba melihat ke arah dinding memastikan pukul berapa saat ini dan menyamakannya dengan jam yang ada di ponselku. Ku kira aku terlambat memasak makan malam, ternyata Sam memang sengaja pulang lebih awal.

__ADS_1


“Ada apa? Tak biasanya kamu pulang di waktu ini?”, tanyaku pada Sam yang saat ini tengah berdiri tepat di sampingku. Sam tersenyum dan mencium keningku lalu meninggalkanku, ku lihat langkahnya yang menuju kamar Mira. Aku langsung menangkap apa maksud dari Sam, ku biarkan Sam melakukan apapun sesuai kehendak hatinya. Lagi pula ini juga kali pertama bagi Sam menghadapi seorang anak gadis yang sedang kasmaran.


Tok Tok Tok


Mira yang sedang asik berbalas balasan pesan dengan Arka mendengar suara ketukan pintu dari dalam kamarnya, segera ia membukakan pintu itu dan melihat siapa yang mengetuk pintunya, Mira melihat ayahnya sedang berdiri di depan pintu sambil tersenyum, dengan tinggi yang tak sampai sebahu, Mira sedikit menaikkan kepalanya untuk melihat ayahnya.


“Papa, papa sudah pulang? Ada apa?”, tanya Mira tersenyum


“Kemari dan duduklah Mira, ada yang ingin papa bicarakan”, ucap Sam memanggil Mira yang masih berdiri melihat ayahnya. Mira mengikuti perkataan Sam dan duduk dikasurnya, ia duduk dan menghadap ke arah Sam.


“Papa merasa sesuatu telah berubah dari putri kecil papa ini. Apa kamu tahu betapa sedihnya papa yang jarang sekali melihatmu?”, ucap Sam dengan menatap kearah Mira, ada sebuah kerinduan dalam tatapannya, seperti sesuatu yang sempat hilang. Mira terdiam mendengar ayahnya.

__ADS_1


“Tapi papa, Mira sudah besar. Mira punya teman teman, Mira punya dunia Mira sendiri”, ucap Mira mencoba mengatakan perasaan dihatinya. Mira merasa bahwa sepertinya ayahnya melarang Mira untuk memiliki dunianya sendiri .


“Papa mengerti Mira. Namun bisakah Mira terbuka lagi dengan papa seperti dahulu? Papa juga ingin mendengar cerita Mira, kesusahan Mira, kebahagiaan Mira, semua yang terkait dengan Mira, papa ingin mengetahuinya. Karena Mira anak papa, papa sungguh merindukan Mira yang dahulu.” ucap Sam sambil memegang kedua tangan Mira. Perlahan air mata turun dari kedua mata Mira, entah mengapa hatinya seperti tersayat mendengar ucapan ayahnya yang sangat dalam. Mira menyadari bahwa selama ini ia seperti menjauh dari ayahnya dan lebih mementinngkan dunianya, teman temannya dan perasaannya. Segera Mira berdiri dan memeluk Sam erat erat sambil meneteskan air matanya, hatinya tak kuat lagi menahan rasa sedih yang sudah memuncak.


“Papa... Maafkan Mira, Mira tak tahu kalau papa sesedih ini. Mira tak berubah papa, Mira tetap anak papa seperti dahulu, yang suka memeluk papa dan mencium papa”, ucapnya sambil terus menangis. Jika siapapun mengatakan bahwa cinta pertama seorang gadis adalah ayahnya, percayalah hal itu benar adanya. Sam adalah cinta pertama dari Mira, Mira belajar mencintai dan menerima cinta yang sangat tulus dari Sam, ayahnya. Sosok yang sangat ia sayangi dan kini ia membuat ayahnya merasa sedih.


Seperti halnya Mira yang menangis di pelukan Sam, Sam pun ikut menitihkan air matanya yang selama ini tak pernah ia tunjukkan dihadapan anak anaknya. Namun di momen yang mengharukan ini, ia menangis menyadari bahwa ia harus melihat anak gadisnya merasakan cinta lain yang bukan berasal dari dirinya. Mira terus menyandarkan dirinya pada bahu Sam yang membidang dan luas itu sambil memegangi ponselnya. Sungguh mesra hubungan antara anak dan orang tua.


“Lalu bagaimana? Apa Arka sudah menyatakan perasaannya padamu?”, tanya Sam yang masih berada di kamar Mira sambil merangkul anak gadisnya yang bersandar padanya. Mira menggelengkan kepalanya sambil terus mengetuk ketikkan jari jarinya pada ponsel yang ia pengang.


“Apakah Mira harus mengatakannya terlebih dahulu?”, tanya Mira pada ayahnya sambil membenarkan posisi duduknya dan melihat ke arah Sam. Sam memejamkan kedua matanya sambil menggelengkan kepalanya tanda tak setuju dengan pemikiran Mira.

__ADS_1


“Jangan menjadi sangat mudah Mira, kamu harus sedikit jual mahal pada pria yang kamu sukai. Jadilah gadis yang sulit didapatkan, karena semakain seorang gadis sulit didapatkan semakin semakin pria itu tertarik untuk mendapatkannya” ucap Sam mencoba memberi saran pada Mira. Hal yang baru bagi Mira, meski awalnya malu untuk mengatakan pada ayahnya bahwa ia menyukai seorang pria. Sejak hari itu, Mira menjadikan Sam tidak hanya seorang ayah baginya namun juga seorang sahabat. Sam berhasil merebut kembali hati anak gadisnya itu.


__ADS_2