
Aku menyadari sesuatu yang berbeda dari anakku, perasaan yang sangat tak asing bagiku. Hari harinya dipenuhi dengan senyuman, entah saat dia makan, memainkan ponselnya, berbicara padaku atau pada Sam, bahkan ketika sedang bersama Grace, rasanya senyuman itu tak pernah lepas dari wajah anakku, aku tak memikirkan yang macam macam namun melihat gelagatnya aku curiga bahwa anakku sedang jatuh cinta. Entah Sam juga merasakannya atau tidak aku tak tahu, yang pasti aku merasa bahwa Mira sedang kasmaran. Dengan siapa? Aku pun tak tahu, Mira mempunyai beberapa teman pria yang terkadang menjemputnya dirumah entah untuk hang out atau sekedar mengerjakan tugas. Tiga hari berlalu, sejak ia senyum senyum sendiri, Mira cukup sering mengurung dirinya dikamar dan menikmati perasaan yang dirasakannya untuk dirinya sendiri.
“Papa pulang”, ucap Sam berjalan ke ruang tengah yang hanya ada aku dan Grace yang sedang asik bercanda bersama. Sam melihat kami, tatapannya seperti sedang mencari sesuatu lalu ia mengerutkan keningnya, aku tahu alasannya. Lagi lagi ia tak melihat Mira ada bersama aku dan Grace.
“Papa”, sapa Grace melemparkan senyuman manisnya pada Sam yang masih mematung dihadapan kami. Segera Sam membalas senyuman Grace ketika anak gadisnya itu menyambutnya. Sam mendekat padaku dan mengecup keningku seperti yang biasa ia lakukan lalu ia juga mengecup Grace, anaknya.
“Mira dimana?”, tanya Sam yang sedari tadi mencari Mira namun tak menemukannya.
“Kakak ada dikamar. Biar Grace yang memanggil. Mama dan papa tunggulah di meja makan”, ucap Grace berinisiatif memanggil kakak tertuanya. Aku mengulurkan tanganku memanggil Sam mendekat padaku, wajahnya yang sedikit kecewa terlihat olehku, dengan menghela napas panjang, Sam mendatangiku yang memanggilnya.
“Ada apa?”, tanyaku mencoba membelai suamiku dengan lembut yang saat itu terlihat kecewa. Sam menyatukan jemarinya dan membuang wajahnya dariku seperti enggan untuk menjawabku. Aku mengetahuinya, aku peka terhadap suamiku sendiri dan apa yang ia rasakan. Aku kembali mencoba menenagkannya dan meyejukkan suasana hatinya.
“Sudahlah, Biarkan Mira bahagia dengan dunianya sendiri, asalkan ia tak keluar dari jalur. Aku rasa bukan masalah”, ucapku pada Sam. Salah satu sifat Sam adalah suami dan juga ayah yang cukup posesif bagi keluarganya. Sam terdiam mendengar perkataanku, entah ia mendengarkan atau hanya angin lalu saja baginya, tak lama Grace turun dan diikuti oleh Mira dibelakangnya. Astaga, sangat jelas Sam memasang wajah cemburu pada putrinya sendiri.
“Sepertinya kamu terlalu asik dengan duniamu sendiri Mira”, sindir Sam dengan mengambil sendok dan garpu yang berada tepat disamping piringnya dan mulai makan, Mira terdiam mendengar sindiran Sam yang sangat jelas itu, ditambah lagi dengan wajah Sam yang kurang sedap dipandang malam itu membuat Mira mematung dan sedikit bingung dengan yang sedang terjadi. Aku memegang tangan Sam dan menepuknya lembut, mengisyaratkannya untuk menahan diri.
__ADS_1
“Ah, maksud papa jangan terlalu sering menyendiri di dalam kamar, kamu bahkan sudah tak pernah menyambut papa seperti dahulu”, ucapku mencoba mengatakan dengan cara yang berbeda untuk menjaga perasaan Mira yang masih remaja.
“Ah, baiklah, maafkan Mira, papa”, ucap Mira sedikit murung. Mira merasa bingung dengan sikap Sam hari itu, tak ada satupun dari mereka yang salah sebenarnya. Hanya saja Sam dihadapkan oleh perubahan Mira dari masa anak anak menuju masa remaja, dan itu tak mudah bagi Sam untuk menerimanya, menerima kenyataan bahwa Mira tersenyum dan bahagia karena pria lain disisinya.
...****************...
Dari dalam kamar Mira mencoba untuk menghubungi Raka, kakak sekaligus sahabatnya sejak kecil, apapun masalah yang sedang dihadapi Mira, ia akan selalu menceritakannya pada Raka. Didalam kamarnya Mira mulai mengambil ponselnya dan mencoba mengirim pesan teks pada Raka
Mira [ Kakak sibuk? ] tanya Mira
Tak lama setelah Raka membalas, Mira mengubungi Raka untuk sekedar berbicara pada Raka tentang hari ini. Dengan duduk bersila diatas kasurnya, Mira mengambil guling tepat di sampingnya dan memeluknya sambil menunggu Raka merespon panggilannya
Tuutt ... Tuutt .. Tuutt
“Ada apa menghubungiku malam malam?” jawab Raka sambil menggosokkan rambutnya yang basah dengan handuk lalu naik ke kasurnya sambil menyandarkan diri.
__ADS_1
“Kakak”, ucap Mira dengan nada sedih. Raka duduk dari posisi menyandarkan dirinya mendengar suara Mira seperti sedang bersedih. Raka memasang wajah panik seketika mendengar adiknya memanggilnya dengan suara sedih.
“Ada apa?” jawabnya lembut, tak seperti saat ia pertama menjawab panggilan dari Mira. Raka duduk dan menunggu Mira cerita padanya.
“Aku merasa papa berubah kak. Papa tak sebaik seperti dahulu lagi, aku tak tahu dimana salahku dan apa kesalahanku”, ucap Mira dengan wajahnya yang sedih mencoba mengungkapkan perasaan sedihnya pada Raka
Raka menarik napas panjang mendengar cerita Mira, ternyata masalah Mira tak seserius yang ia pikirkan, dengan tersenyum Raka mengangguk.
“Pasti ada kaitannya dengan mu Mira, coba pikirkan apa yang telah kamu lakukan pada papamu”, ucap Raka mencoba membantu Mira memecahkan masalahnya.
“Mama mengatakan bahwa aku cukup sering mengurung diri didalam kamar dan tak lagi menyambut papa pulang seperti dahulu kak. Bukankah aku sudah besar? Lagi pula diluar ada mama dan Grace yang siap menyambut papa, tanpa adanya aku pun ku rasa takkan ada masalah”, ungkap Mira mencoba menjelaskannya sedetail mungkin.
“Apa yang kamu lakukan didalam kamar? Apa kamu memiliki kekasih? Atau ada yang kamu sembunyikan dari orang tuamu?”, tanya Raka mencoba mencari tahu hal yang membuatnya penasaran. Mira terdiam dan mencoba berpikir, ia ingat awal mula segalanya terjadi. Berawal dari Arka.
“Sepertinya karena aku menyembunyikan sesuatu dari orang tuaku kak. Aku tak mengatakannya pada mereka bahwa aku menyukai seorang pria”, ucap Mira terus terang pada Raka disaat panggilannya sedang berlangsung. Raka terdiam mendengar jawaban dari Mira yang tak pernah ia duga sebelumnya. Jawaban yang bahkan tak ingin ia dengar keluar dari mulut Mira, bahwa Mira menyukai seorang pria yang bukan dirinya.
__ADS_1