
Perselisihan kecil antara Ken dan juga Laura membuat hubungan mereka semakin erat dan dan saling mempercayai satu sama lain. Ken tak ingin hubungannya menjadi berantakan hanya karena salah paham begitupun dengan Laura yang terus mencoba jujur terhadap Ken apapun masalahnya.
Hari ini adalah hari dimana Meli dan Reno menghadiri sidang perceraian mereka, aku datang dan menitipkan Mira pada mama karena tak mungkin ku bawa anakku menghadiri acara persidangan yang tak diperuntukkan untuk anak balita. Aku berjalan dan ku lihat Meli yang duduk sendirian sebelum masuk ke ruang persidangan.
“Mengapa tak masuk?”, tanyaku menghampiri Meli.
“Aku tak percaya pada akhirnya aku melakukan ini Rein”, ucap Meli sambil menatapku.
Aku pun tak pernah menduga bahwa pada akhirnya pernikahan Meli akan berakhir sebentar lagi. Bisakah Meli menjalani ini sendiri? Mampukah Meli mengatasi setiap kesulitan yang ada saat ia hanya tinggal hanya berdua dengan Raka?. Dan siapa yang akan ia andalkan nantinya? Itulah yang ada dibenakku saat ini. Aku memeluk Meli sejenak lalu menggandengnya masuk ke dalam.
Persidangan itu hanya di hadiri oleh mertua Meli, selingkuhan Reno, aku dan beberapa teman dekat Reno. Mataku tertuju pada salah satu pria yang duduk di pojok, aku mendekatinya dan duduk di sampingnya.
“Kamu juga menghadiri persidangan ini Ken?”, tanyaku sembari duduk di sampingnya.
“Kak Rein. Iya aku datang untuk melihat Laura”, jawab Ken.
Persidangan pun dimulai. Hakim mencoba untuk mendamaikan Meli dan Reno untuk yang terakhir kalinya namun seluruh bukti terlalu kuat dan Meli tak lagi ingin hubungannya dengan Reno terus berlanjut. Reno sangat terkejut melihat seluruh bukti yang dibawa oleh Meli.
“Dari mana kamu dapat semu bukti itu?”, tanya Reno panik
“Tak penting dari mana aku mendapatkan semua bukti itu”, jawab Meli ketus.
Reno melihat ke arah pengacara hebat yang telah disewanya dengan sangat mahal namun hasilnya sangat buruk sekali. Ia menggenggam tangannya erat erat den mendekat pada pengacaranya dengan raut wajah marahnya.
“Lakukan sesuatu. Aku membyarmu sangat mahal dan jangan buat aku kalah dipersidangan ini. Aku harus mendapatkan hak asuh atas anakku Raka”, ucapnya sambil berbisik kesal.
Persidangan berjalan dengan cukup lama, hampir empat jam proses persidangan terjadi, kulihat Meli sangat tenang menghadapi segala situasi di persidangan dan baru ku lihat kehebatan Laura dalam membela clientnya dengan begitu hebat dan luar biasa. Lain halnya dengan Reno yang terlihat sangat panik karena akan kalah dalam persidangan ini karena bukti yang dimiiki Meli sangat kuat hingga Reno dan pengacaranya tak bisa mengelak lagi.
“Baiklah, dalam persidangan ini kami memutuskan bahwa hak asuh atas ananda Raka akan diberikan sepenuhnya pada ibunya, Meli dan mewajibkan Reno selaku ayahnya untuk terus menafkahi Rakak”, ucap hakim memutuskan.
Dookk... Doookk... Doookk.
__ADS_1
Mendengar keputusan hakim, Meli sangat bahagia dan memeluk Laura yang berada di sebelahnya, aku datang menghampiri Meli dan memeluknya. Aku pun ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakah oleh Meli pada saat itu. Perjuangannya hingga sampai ke titik ini tidaklah mudah, Meli harus membuang jauh jauh rasa cintanya kepada Reno dan menguatkan hatinya untuk menjalankan pilihan sulit yang ditempuhnya seorang diri.
“Selamat Meli. Akhirnya segalanya selesai”, ucapku memeluk Meli
Ditengah kebahagiaan yang dirasakan oleh Meli, Reno mendatangi Meli dengan kemarahannya karena tak terima dengan keputusan hakim yang menyatakan bahwa hak asuh atas Raka jatuh ke tangan Meli dan bukan padanya. Reno mendorongku cukup keras untuk bisa beradasedekat mungkin dengan Meli.
“Minggir!!”. Ucapnya sambil mendorongku
Ken segera menghampiriku dan membatuku untuk berdiri dan menatap tajam Reno yang telah berbuat kasar padaku.
“Kak Ren. Kakak tak apa?”. Tanya Ken melihat pergelangan tanganku yang memerah akibat terhantam kursi
Aku mengangguk dan menahan langkah Ken yang seperti ingin menghajar Reno karena sudah mengepalkan tangannya. Aku saja tak kuat menahan Ken dengan satu tangan karena tanganku yang lain sangat sakit, sampai Laura pun turun tangan dan dan menahan kekasihnya.
“Dengarkan aku Meli, mungkin kamu memenangkan persidangan ini. Namun ku pastikan aku akan menghancurkan hidupmu dan ku rebut Raka dari mu perempuan jalang”, ucapnya mengancam Meli.
“Lakukanlah kalau kamu bisa. Hancurkan aku kalau kamu mampu. Namun sebelum hal itu terjadi, kupastikan kamu dan selingkuhanmu ini akan hancur di bawah kakiku dasar laki laki keparat”. Balas Meli memaki sambil menunjuk ke arah Kinan, selingkuhan Reno
“Tenanglah Meli, kini semua telah selesai. Reno takkan pernah bisa menyentuhmu ataupun Raka lagi”, ucapku menennagkan Meli.
Pada akhirnya semua telah usai. Meli telah mengemasi seluruh barang barangnya yang tersisa di rumah Reno dan segera pergi ke rumahnya dimana ia sembunyikan Raka agar tak diketahui oleh Reno. Sedangkan Ken dan Laura menghabiskan hari mereka berdua sambil menjalin komunikasi yang lebih baik lagi setelah hampir tiga bulan lamanya mereka tak saling bertatap muka satu dengan yang lain.
“Apa kamu bisa bernapas lega saat ini Lua?”, tanya Ken sambil menyetir.
“Aku merasa lebih baik ketika aku berhasil memenagkan kasus yang ku tangani”, balas Laura.
“Aku telah reservasi satu restauran yang cukup tenang untuk kita berbicara. Aku ingin mendengar segalanya dari mu saat ini juga Lau”. Ucap Ken sambil memegang tangan Laura dan menciumnya.
Mereka telah sampai di sebuah restauran dan mereka berdua menghabiskan sisa waktu mereka yang sangat sedikit untuk fokus pada hubungan mereka. Rasa rindu yang sangat dalam karena tak bertemu untuk waktu yang cukup lama pada akhirnya terbayarkan.
“Tak ku sangka kamu sangat hebat ketika di pengadilan Lau. Kamu terlihat sangat tegas, cantik dan juga sexy”, ucap Ken memuji Laura dan membuka pembicaraan.
__ADS_1
“Hentikan leluconmu Ken. Bagaimana dengan perusahaan yang kamu pimpin?”, tanya Laura
“Baik baik saja. Apa kamu pernah mendengar nama PT Gloria Persada?”. Tanya Ken sambil mengiris danging di piringnya.
“Hmm.. Bukankah itu salah satu PT Perikanan terbesar?”, jawab Laura
“Aku berhasil menjalin kerja sama dengan PT Gloria Persada dan akan launching produk beberapa bulan lagi”, jawab Ken.
Laura membolakan kedua matanya terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ken. PT Gloria Persada adalah salah satu yang terbesar dan sangat slit bagi perusahaan menjalin sebuah kerja sama dengan PT itu.
“Kekasihku benar benar hebat”, ucapnya terheran.
“Lalu bagaimana denganmu Lau? bisa jelaskan siapa pria itu yang malam malam mendatangimu?”, tanya Ken
“Ah. Pria itu, aku memang tak pernah mengatakannya padamu. Dia adalah Robert, sepupuku yang akan menikah minggu depan dan aku diminta untuk membantunya dan calon istrinya mengurus masalah pernikahan mereka karena pekerjaan mereka yang sangat padat”, ucap Laura menjelaskan.
“Kamu salah paham Ken. Aku tak pernah berpikir utuk mengkhianatimu. Percayalah padaku”, ucap Laura meyakinkan Ken
Ken mengerti dan percaya pada Laura. Tak lama setelah mereka menghabiskan makanan mereka, Ken mengajak Laura berjalan ke area taman dari restauran itu yang telah dihiasi dengan gemerlap lampu yang sangat indah. Ken berencana melamar Laura malam ini dan memiliki Laura seutuhnya. Disaat Luara sedang menikmati suasana indah yang sangat romantis, Ken telah berlutut di balik Laura dengan cincin yang ia pegang.
“Laura”, panggilnya.
Laura menoleh kebelakang dan ia melihat Ken berlutut dan mengarahkan cincin padanya. Laura tak percaya dengan apa yang dilihatnya, hatinya sangat senang dan ia bahkan menangis melihat Ken akhirnya melamar dirinya saat ini.
“I don’t wanna be your boyfriend anymore. Laura Evelyn, will you marry me”. Ucap Ken berlutut dan melamar Laura
Laura menutupi wajahnya karena terlalu bahagia sambil menangis. Penantiannya selama ini berbuahkan manis, kini kekasihnya melamarnya setelah cukup lama ia menunggu Ken. Laura menganggukkan kepalanya dan Ken memeluk Laura erat erat.
Perasaan haru dan bahagia dirasakan mereka berdua mengingat perjuangan mereka untuk terus bersama dengan segala macam ujian yang menghantam hubungan cinta mereka sampai pada akhirnya Ken dan Laura berada pada titik ini.
Ken memasangkan cincin di jari manis Laura dan mencium keningnya dengan rasa sayang, ia juga menyeka air mata yang membanjiri wajah Laura dan mendekatkan wajahnya pada Luara. Semakin dekat wajah mereka dan akhirnya Ken mengecup bibir Laura dengan lembut yang berujung pada ciuman panas.
__ADS_1
“Terimakasih telah menungguku dan terus percaya padaku yang tak berguna ini Lau. Aku mencintaimu”. Ucap Ken lalu kembali mencium Laura.